
Satuan ukuran tanah memiliki standar yang sudah diterapkan secara internasional. Namun, Indonesia juga punya jenisnya tersendiri berdasarkan setiap daerah. Apa saja ya?
Apakah kamu sedang berencana membeli atau menjual tanah, baik untuk investasi maupun karena warisan?
Dalam proses tersebut, memahami ukuran luas tanah adalah hal yang sangat penting, selain tata cara pengurusan dan prosedur jual-beli.
Kesalahan memahami hal ini bisa berujung pada sengketa atau penipuan, yang sayangnya masih sering terjadi.
Untuk itu, mari kenali satuan ukuran tanah yang berlaku di Indonesia dan standar internasionalnya dalam ulasan berikut.
Satuan Ukuran Tanah Berdasarkan Standar Internasional

Dalam dunia properti, ukuran luas menjadi bagian penting, terutama untuk lahan atau tanah.
Di Indonesia, satuan ukuran luas tanah baku yang digunakan adalah meter persegi (m²).
Meski begitu, masih ada beberapa satuan lain yang kerap digunakan untuk menghitung luas tanah, seperti are, hektare, hingga kilometer persegi.
| No. | Nama Satuan |
Ukuran |
| 1 | Are | 100 m² |
| 2 | Hektare (ha) | 100 are = 10.000 m² |
| 3 | Kilometer persegi (km²) | 100 hektar = 10 000 are = 1.000.000 m² |
| 4 | Kaki persegi | 144 (12 × 12) inci persegi = ± 0,09 m² |
| 5 | Yard (ela) persegi | 9 (3 × 3) kaki persegi = ± 0,84 m² |
| 6 | Ekar | 10 rantai persegi = 43.560 kaki persegi = ± 047 m² |
| 7 | Mil persegi | 640 ekar = 2,59 km² |
Satuan m² sendiri telah menjadi standar umum dalam mencantumkan spesifikasi properti, baik untuk lahan kosong maupun bangunan seperti rumah, ruko, apartemen, hingga vila.
Namun, Indonesia juga memiliki satuan ukuran tanah tradisional yang masih digunakan di berbagai daerah hingga kini.
Satuan Ukuran Tanah di Setiap Daerah Indonesia

Selain mengikuti standar internasional seperti meter persegi, Indonesia juga masih menggunakan ukuran satuan luas tanah tradisional yang berlaku di berbagai daerah.
Dalam praktik jual beli, tidak jarang kamu akan menemui penjual atau pemilik lahan yang masih mencantumkan ukuran tanah dalam satuan lokal.
Karena wilayah Indonesia sangat luas dan beragam, satuan tanah yang digunakan pun berbeda-beda di tiap daerah.
Misalnya, satuan ukuran tanah di Jawa kerap menggunakan istilah seperti ubin atau tumbak, sementara di Sumatera dikenal rante, dan di Kalimantan ada istilah bahu.
Berikut beberapa istilah satuan luas tanah tradisional yang masih dikenal di berbagai daerah di Indonesia:
| No. | Nama Satuan |
Ukuran |
| 1 | Ubin / ru (Jateng) / tumbak (Jabar) | ±14,1 m² |
| 2 | Bahu (bau, bouw) | 500 ubin = ± 031 m² |
| 3 | Lupit | 250 ru/ubin = 3.570 m² |
| 4 | Iring | 125 ru/ubin = 1.785 m² |
| 5 | Paron | 62,5 ru/ubin = ± 893 m² |
| 6 | Prowolon | 31,25 ru/ubin = ± 446 m² |
| 7 | Sangga | 5 ru/ubin = 70 m² |
| 8 | Kesuk (Jawa Mataraman) | bervariasi, dari 1000 m² hingga hektare |
| 9 | Rakit (Pantura Jawa) | 1000 m² |
| 10 | Anggar (Kalimantan Barat) | 1/33 hektare |
| 11 | Borong (Kalimantan Barat) | 1/6 hektare |
| 12 | Rantai (di perkebunan Sumatera) | 484 (22 × 22) yard persegi = ± 405 m² |
| 13 | Tampah | sekitar 6.750 sampai 7.680 m² |
Satuan Luas Tanah yang Sering Jadi Pertanyaan
Pernah bertanya, 1 hektar berapa ubin?
Pertanyaan semacam ini cukup umum, terutama di daerah yang masih menggunakan satuan tradisional untuk mengukur luas tanah.
Dengan memahami satuan lokal seperti ubin, kamu bisa lebih mudah mengonversinya ke ukuran internasional seperti meter persegi atau hektare.
Sebagai informasi, ubin juga dikenal dengan sebutan tumbak atau ru, terutama di daerah Jawa.
Istilah ini sudah digunakan sejak masa Hindia Belanda dan masih sering dipakai, terutama dalam konteks pertanian atau jual beli sawah.
Berikut beberapa informasi yang sering dicari masyarakat seputar satuan ukuran tanah di Indonesia.
1 Bau Berapa Meter?
1 bau kurang lebih setara dengan 0,31 m2 atau 500 ubin.
Bau dalam konteks luas tanah dikenal juga dengan nama bahu atau bouw. Dalam Bahasa Belanda bouw memiliki arti garapan. Istilah ini lebih banyak dipakai di daerah Jawa.
Ukuran Tanah 1 Bata Berapa Meter Persegi?
1 bata setara dengan sekitar 14 meter persegi.
Artinya, jika kamu bertanya “1 bata berapa meter?”, jawabannya adalah 1 bata = 14 m².
Menariknya, istilah bata sebenarnya merupakan sebutan lain dari tumbak.
Jadi, baik bata maupun tumbak merujuk pada satuan ukuran tanah tradisional yang memiliki luas yang sama.
Ukuran Tanah Ru
Satuan ukuran ru adalah sinonim dari bata/tumbak/ubin. 1 ru berapa meter? 1 ru setara dengan kurang lebih 14 m².
Ukuran Tanah 1 Rante
Rante atau rantai merupakan satuan ukuran luas tanah di wilayah Sumatera. Banyak yang bertanya 1 rante berapa meter? Ukuran rante setara dengan ± 405 m2.
Lantas, kalau 1 hektar berapa rante?
1 hektar = 10.000 m2
1 rante = 400 m2
Maka, 1 hektar = 10.000 : 400 = 25 rante.
Satu Ubin Berapa Meter Persegi?
Ukuran satu ubin menyatakan luas sebesar 14,0625 (3,75 × 3,75) m2.
1 Are Berapa Meter?
Pentingnya Memahami Satuan Ukuran Tanah untuk Investasi
Seperti disebutkan sebelumnya, memahami satuan ukuran luas tanah sangat penting saat ingin melakukan transaksi properti, terutama tanah.
Investasi tanah cukup diminati karena nilainya bisa naik sekitar 20–25% per tahun, dan umumnya tidak membutuhkan biaya perawatan besar seperti rumah atau apartemen.
Meski begitu, investasi tanah juga memiliki tantangan.
Lahan kosong cenderung lebih sulit dijual, karena banyak orang lebih memilih properti siap huni. Selain itu, risiko sengketa cukup tinggi karena tanah yang belum dikelola mudah diklaim pihak lain.
Jika kamu sudah mantap berinvestasi tanah, kuncinya adalah sabar.
Idealnya, tahan properti selama lima tahun agar nilainya meningkat signifikan, bahkan bisa dua kali lipat.
Terakhir, pastikan kamu memahami satuan ukuran luas tanah, baik standar internasional maupun lokal, agar lebih teliti saat mengelola investasi ini.
***
Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!
Simak informasi properti lainnya hanya di Panduan Properti 99.co Indonesia.
Tak lupa, pastikan kamu mencari properti idaman lewat www.99.co/id.
