Selain Wisata Religi di Pura Tanah Lot, Ini Hal Seru Lain yang Bisa Dicoba

6 Agt 2019 - Martha

Selain Wisata Religi di Pura Tanah Lot, Ini Hal Seru Lain yang Bisa Dicoba

Pura Tanah Lot merupakan salah satu objek wisata populer dari Bali yang khas dengan keberadaan dua pura di atas batu besar.

Tempat suci ini merupakan tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut oleh umat Hindu. 

Kalau dari asal kata, Tanah Lot sendiri berasal dari kata tanah dan ‘lot’ yang berarti laut. Dengan begini Tanah Lot memiliki arti pulau kecil yang mengapung di laut.

Tanah Lot berlokasi di Beraban, Kediri, yakni sekitar 13 kilometer di sebelah selatan Kota Tabanan dan 30 km di sebelah barat Kota Denpasar.

Ada dua pura yang identik dengan kawasan ini yaitu Pura Batu Bolong dan Pura Luhur.

Anda bisa melihat keindahannya saat air surut. Namun kalau air sedang pasang, area yang bisa dilalui dengan berjalan kaki akan tertutup air, sehingga membuat Tanah Lot terlihat seperti pulau karang.

Dan di atas pulau inilah ada dua pura tersebut.

Pura Luhur Tanah Lot yang terletak di atas bongkahan batu karang besar.

Lalu sebelah baratnya, ada Pura Batu Bolong yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. 

Yang menarik, dari Pura Batu Bolong ini karena dihubungkan dengan daratan oleh sebuah tebing yang berbentuk melengkung. 

Dan jika Pura Luhur untuk memuja Dewa demi memohon keselamatan, maka Pura Batu Bolong ini digunakan untuk menggelar upacara keagamaan.

Namun sebenarnya di sini tak cuma ada dua pura lho…

Jadi, kalau ke sini, Anda juga bisa mengunjungi sejumlah pura lain yang letaknya berdekatan. 

Menariknya pura ini juga memiliki fungsi yang berbeda-beda, misalnya Pura Jero Kandang yang digunakan untuk tempat memohon perlindungan terhadap ternak dan tanaman pertanian.

Pura Penataran, merupakan tempat pemujaan agar mendapat kebahagiaan dan kesejahteraan.

Lalu ada Pura Beji yang memiliki mata air suci dan dipercaya bisa menyucikan segala hal yang bersifat negatif. 

Dan bila air laut sedang pasang, yang membuat umat Hindu kesulitan untuk beribadah di pura utama, maka Pura Penyawang, yang berada di bagiain barat Pura Penataran, difungsikan sebagai tempat beribadah.

Legenda Pura Tanah Lot


Di balik keberadaan pura ini, sebenarnya ada cerita (legenda) yang diceritakan berulang. Yakni mengenai seorang Brahmana bernama Danghyang Nirartha yang berkelana dari Pulau Jawa. 

Konon, dengan kekuatannya beliau berhasil menguatkan kepercayaan masyarakat Bali tentang ajaran Hindu. 

Namun hal ini tidak disambut baik oleh kepala desa saat itu yakni Bendesa Beraban yang merasa iri, dan ingin mengusirnya.

Saat akan diusir itulah, Danghyang Nirartha dikabarkan sempat mengeluarkan kesaktiannya sampai-sampai sebuah batu besar bisa berpindah, dan ini tak lain adalah tempat meditasi beliau.

Setelah batu berpindah, dibangunlah sebuah pura yang dijaga oleh penjaga khusus.

Penjaga ini juga tak sembarangan, namun tercipta dari selendang Danghyang Nirartha dan diubah menjadi (apa yang dikenal awam sebagai) ular hitam-putih.

Ular yang berada di sebuah gua ini kemudian diyakini bisa melindungi masyarakat Hindu dari kejahatan dan kerusakan. 

Jadi ketika akan terjadi bencana ular ini akan mengeluarkan tanda tertentu sebagai peringatan.

Selain Pura Tanah Lot, Ini Objek Menarik Lainnya


Jika ingin melihat keindahan Pura Tanah Lot, waktu terbaik adalah saat sore hari, yakni ketika air laut sedang surut. 

Meski pura tempat ibadah bagi umat Hindu, tapi tempat ini terbuka bagi siapa saja, termasuk yang beragama lain, dimana mereka boleh sekedar berkeliling di sekitar pura.

Jika Anda berkunjung ke sini, pastikan juga untuk mengikuti aturannya ya!

Contohnya wajib berpakaian sopan, karena seperti yang kita ketahui bahwa pura adalah tempat suci bagi umat Hindu. Lalu khusus perempuan, tidak boleh dalam kondisi haid.

Tanah Lot memang bisa jadi destinasi wisata budaya sekaligus spiritual. 

Namun seperti destinasi wisata di Bali pada umumnya, kawasan ini juga memiliki suguhan dan pesona lain yang tak kalah menarik.

Jadi kalau Anda berjalan-jalan ke Tanah Lot, ada objek lainnya juga yang wajib dikunjungi selain sejumlah pura yang sudah dibahas di atas.

Misalnya Gua Ular Suci.

Seperti yang tadi disebutkan bahwa di sini terdapat ular penjaga dan berada di dalam sebuah gua.

Pengunjung diperbolehkan berkunjung ke sini dan bahkan boleh memegang ular bahkan berfoto. Selama itu didampingi oleh pawang ya!

Ini merupakan jenis ular Bungarus Candidus yang terlihat pasif namun sebenarnya berbisa.

Jadi kalau ingin mengelus ular atau berfoto bersama, pastikan Anda mendengarkan panduan dari sang pawang.

Oya, untuk bisa berwisata ke objek ini, tidak ada tarif khusus, tapi Anda bisa memberi sumbangan berapa pun di tempat yang tersedia.

Selain itu ada Gua Air Suci.

Sesuai namanya, air yang ada di sini dikeramatkan dan digunakan untuk keperluan ibadah umat Hindu.

Sebagai pengunjung, Anda bisa meminum air suci atau membasuh tangan dan wajah. 

Air suci ini diyakini bisa menyembuhkan segala macam penyakit, membuat awet muda, hingga bisa mengabulkan doa.

Letaknya dalam sebuah gua dekat tempat sembahyang utama. Dan kalau ingin mendapatkan air ini, Anda akan diminta untuk sembahyang di pura.

Aktivitas berikutnya yang tak kalah populer di Tanah Lot adalah menikmati sunset.

Karena Tanah Lot memang dikenal sebagai lokasi terbaik untuk menikmati keindahan saat matahari terbenam. 

Momen terbaik jika ingin menyaksikan fenomena alam satu ini adalah saat pukul 5 sore. Pastikan Anda bisa mendapat spot terbaik di sini saat menikmati sunset ya!

Nah, setelah itu Anda bisa menyaksikan pertunjukan Kecak Dance Fire Show di Taman Budaya Surya Mandala, yang terletak di sebelah barat Pura Batu Bolong.

Pertunjukkan ini biasanya diadakan setiap pukul 6.30 sore waktu setempat. Dan untuk bisa menikmati atraksi ini, Anda cukup membayar sekitar Rp 50.000 per orang.

Ya, bagaimana pun, Tanah Lot memang lebih dikenal dengan wisata budaya dan religi-nya. Jadi tak lengkap memang jika Anda tidak menyaksikan kegiatan seperti upacara keagamaan.


Salah satunya adalah piodalan yang tak lain adalah peringatan hari jadi pura.

Dan kebetulan, waktu pelaksanaan piodalan pura utama berdekatan dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan. 

Sepuluh hari setelah Galungan, di pura utama akan ada peringatan Hari Raya Kuningan dan pidolan, biasanya diadakan 4 hari setelah perayaan Kuningan.

Kalau Anda bisa menyaksikan upacara ini, tentunya akan jadi momen tersendiri.

Misalnya perayaan Galungan, ini hanya dirayakan umat Hindu di Bali lho, jadi Anda tidak akan menyaksikannya di tempat lain.

Dalam upacara ini, banyak orang yang mengenakan baju adat Bali dan membawa sesaji dan perlengkapan ibadah lainnya.

Jika Anda umat Hindu, tentu bisa ikut beribadah saat acara ini.

Tapi jika Anda non-Hindu, melihat acara ini saja tentunya akan memberikan pengalaman tak terlupakan ya?

Terlebih di sini Anda mendapatkan paket lengkap, mulai dari wisata budaya, religi, hingga wisata alam. 

Jadi, siap jalan-jalan ke Pura Tanah Lot?

Semoga bermanfaat!

Author:

Martha