6 Ukuran Kolam Renang yang Memenuhi Syarat. Jangan Asal!

26 Des 2019 - Yuhan Al Khairi

6 Ukuran Kolam Renang yang Memenuhi Syarat. Jangan Asal!

Membangun sebuah kolam renang pribadi tidak boleh dilakukan sembarang. 

Pasalnya, ukuran kolam renang sendiri berbeda-beda, tergantung pada fungsi dan juga kegunaan dari kolam berenang tersebut.

Jika selama ini kamu sering berenang di kolam renang umum, kamu tentu menyadari bahwa tiap-tiap kolam renang memiliki ukuran kolam yang berbeda-beda.

Selain karena keterbatasan lahan yang dimiliki masing-masing tempat, ukuran kolam renang dibuat mengikuti fungsi dan kegunaan dari kolam renang tersebut.

Misalnya, sebuah kolam renang di dalam gelanggang olahraga biasanya memiliki ukuran kolam renang yang lebih besar daripada kolam renang di tempat umum, begitu pula sebaliknya.

Maka dari itu, bagi kamu yang ingin membangun sebuah kolam renang, berikut ukuran kolam renang berdasarkan fungsinya.

Inilah 6 Ukuran Kolam Renang sesuai Fungsinya

Apapun jenis kolam renang yang ingin dibuat, hendaknya ukuran kolam renang tersebut mengacu pada syarat spesifikasi, yang telah ditentukan oleh Federasi Renang Internasional (FINA).

Selain FINA, ada pula lembaga Nasional Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) yang didaulat sebagai induk organisasi cabang olahraga renang di Tanah Air.

Berdasarkan ketentuan dua lembaga tersebut, lantas berapa sih ukuran kolam renang yang baik dan benar? 

Agar tidak salah, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Ukuran Kolam Renang Kompetisi Internasional

Ukuran kolam renang internasional biasanya dibuat untuk kebutuhan lomba serta kompetisi luar negeri. 

Oleh sebab itu, ukuran kolam yang satu ini cenderung sama saja di setiap negara.

Apabila kamu ingin membangun kolam renang berstandar internasional, berikut ketentuan spesifikasinya:

  • Panjang kolam renang: 50 meter
  • Lebar kolam renang: 25 meter
  • temperature air pada kolam renang: 25 derajat celcius hingga 28 derajat celcius.
  • Lebar lintasan kolam renang: 2,5 meter
  • Jumlah lintasan kolam renang: 8 lintasan
  • Kedalaman minimum: 1,35 meter (dimulai dari 1,0 meter pada lingkaran pertama, hingga paling sedikit 6 meter dihitung dari dinding kolam renang yang dilengkapi dengan balok start).
  • Kedalaman minimum bagian lainnya: 1,0 meter

ukuran kolam renang

Ukuran Kolam Renang Standar Nasional

Mirip seperti kolam renang internasional, ukuran kolam renang nasional biasa dibangun untuk kompetisi dan perlombaan. 

Itu sebabnya, ukuran kolam ini cenderung serupa di seluruh wilayah di Indonesia.

Meski sama-sama diperuntukkan sebagai perlombaan, namun ukuran kedua kolam renang nyatanya sedikit berbeda. 

Jika kamu ingin membangun kolam renang yang satu ini, berikut ketentuannya:

  • Panjang kolam: 50 meter
  • Lebar kolam renang: 25 meter
  • Kedalaman minimum kolam renang: 2 meter
  • Lebar lintasan kolam renang: 2,5 meter
  • Jumlah lintasan kolam renang: 8 lintasan
  • Temperatur air kolam renang: 25 derajat celcius hingga 28 derajat celcius.

Ukuran Kolam Renang Rumah atau Pribadi

Berbeda dengan dua kolam renang sebelumnya, ukuran kolam renang pribadi atau rumah biasanya mengikut ketersediaan lahan kosong, yang tersedia di area rumah tersebut.

Maka dari itu, semakin besar lahan yang kamu miliki untuk membangun sebuah kolam renang, maka semakin besar pulalah ukuran kolam renang yang bisa dibangun.

Meski begitu, jika merujuk pada kebiasaan umum, ada ukuran rata-rata yang biasa digunakan oleh orang-orang ketika membangun kolam renang pribadi di rumah, seperti:

  • 3x7 meter
  • 3x8 meter
  • 3,5x10 meter
  • 4x10 meter
  • 5x12 meter

Ukuran Kolam Renang untuk Anak

Bila kamu ingin membangun kolam renang untuk anak-anak, tentu ukurannya berbeda dengan kolam renang dewasa. 

Selain ukuran, bentuk dari kolam renang tersebut pun dibuat khusus untuk anak-anak.

Misalnya, beberapa kolam anak dibuat dengan ukuran inflatable pool atau kolam karet, yang diisi dengan angin agar dapat mengembang. 

Bentuk ini dirasa lebih aman, sehingga cocok bagi anak dan balita.

Jika melihat ukuran kolam renang anak yang banyak dijual di pasaran, spesifikasinya sebenarnya cukup variatif. 

Meski begitu, berikut beberapa ukuran kolam renang anak yang umum di masyarakat:

  • Ukuran kolam renang: 80x120 sentimeter – 1,5 x 2 meter.
  • Kedalaman kolam renang: 60-80 sentimeter.
  • Kedalaman kolam bayi: kurang lebih 30 sentimeter.

Ukuran Kolam Renang Publik atau Umum

Sama halnya dengan kolam renang pribadi, ukuran kolam renang umum juga tidak dipatok pada standar nasional maupun internasional, semuanya tergantung pada kesediaan lahan yang ada.

Namun, karena diperuntukkan untuk publik maka sudah selayaknya ukuran kolam renang tersebut dibuat lebih besar. 

Jika kamu ingin membangun kolam renang ini, berikut ketentuan yang bisa diikuti:

  • Lebar kolam renang: 5 meter
  • Panjang kolam renang: 25 meter
  • Kedalaman kolam: 1-4 meter

Tidak cuma itu, kolam renang publik juga dibangun dengan jenis yang beragam. 

Misalnya, jika kedalaman kolam dangkal maka diperuntukkan bagi anak. Lalu, posisi kolam yang dibuat indoor ataupun outdoor.

Ukuran Kolam untuk Sauna atau Jacuzzi

Malas pergi ke sauna umum dan berniat membangun kolam sauna sendiri? 

Jangan bingung, berikut beberapa ketentuan ukuran kolam sauna yang bisa kamu ikuti:

  • Ukuran kolam sauna: 1,8 x 2 m
  • Diamater kolam: 2 meter (jika berbentuk lingkaran)
  • Kedalaman kolam: sejajar dada orang dewasa (posisi duduk)
  • Kapasitas kolam: 4-6 orang

Nah, itu tadi beberapa ukuran kolam renang berdasarkan fungsinya yang patut kamu ketahui. 

Setelah membaca ulasan di atas, apakah kamu tertarik membangun salah satu kolam tersebut?

Jika iya, simak juga yuk, beberapa bentuk kolam renang yang umum kita temukan di masyarakat. 

Apa sajakah itu? Baca ulasan ini sampai selesai, ya!

Bentuk-Bentuk Kolam Renang

  • Bentuk Trek (Kolam Satu Garis)

Bagi kamu yang ingin membangun kolam renang rumah atau pribadi, bentuk trek sangat pas diaplikasikan. 

Sebab, kolam renang yang satu ini hanya memiliki satu garis saja, sehingga tidak memakan banyak tempat.

  • Bentuk Rectangle/Square (Kolam Persegi/Kotak)

Bentuk rectangle/square mungkin menjadi bentuk kolam renang yang paling sering kita temui. 

Bentuk yang satu ini cukup simpel dan cocok untuk ukuran kolam renang apapun juga, baik pribadi atau lomba.

  • Bentuk Blocks (Kolam dengan Sudut-Sudut Siku)

Memiliki lahan berukuran tidak beraturan? Kamu bisa memaksimalkannya dengan kolam renang bentuk blocks. 

Kolam renang blocks biasanya dibuat dengan sudut-sudut siku yang mengikuti ketersediaan lahan.

  • Bentuk Round/Elips (Kolam Bulat/Lonjong)

Selain persegi, ada pula kolam renang yang dibuat dengan bentuk elips atau lonjong. 

Bentuk yang satu ini memang cukup unik, sehingga sering digunakan untuk desain kolam renang rumah yang lebih estetis.

  • Bentuk Free Form (Kolam Berbentuk Bebas)

Seperti namanya, bentuk kolam renang free form dibuat sesuai keinginan pemiliknya. 

Namun, agar kolam tersebut tetap nyaman, ikuti ketentuan ukuran kolam renang seperti yang telah dijelaskan di atas, ya.

Syarat Utama Membuat Kolam Renang

ukuran kolam renang

Seperti yang telah disebutkan di awal, membuat kolam renang memang tak bisa dilakukan sembarangan, ada syarat dan ketentuan yang harus diikuti ketika kita membangun sebuah kolam renang, seperti:

  • Ketersediaan Lahan

Meski kolam renang pribadi dan umum tidak memiliki patokan luas yang pasti, namun idealnya sebuah kolam renang memiliki ukuran paling tidak 3 meter x 7 meter.

Hal ini mempertimbangkan kenyamanan dan ruang gerak kita ketika berenang di kolam tersebut. 

Maka dari itu, jika merujuk pada ukuran kolam renang di atas, maka dibutuhkan lahan setidaknya 4x8 meter.

Dengan luas lahan berikut, kamu masih memiliki sisa jarak sebesar 50 sentimeter di sekeliling kolam.

  • Pasokan Listrik

Jangan kira membangun kolam renang tidak membutuhkan listrik ya. Untuk ukuran kolam renang 3x7 meter setidaknya membutuhkan pompa air dengan daya 500 watt untuk memutar air agar selalu bersih.

Selain itu, sebagai penerangan di malam hari, kamu juga membutuhkan lampu di sekitar kolam renang tersebut. 

Setidaknya, ada tiga lampu underwater yang masing-masing memiliki daya sebesar 100 watt.

Maka dari itu, jika dilihat dari perhitungan di atas, maka seseorang yang ingin membangun kolam renang di rumahnya paling tidak harus menyediakan daya listrik sebesar 800 watt.

Baca juga:

Panduan Tambah Daya PLN 2020 | Berikut Syarat dan Biayanya

  • Pasokan Air

Pasokan air dalam kolam renang sendiri dapat didapatkan dari mana saja, bisa air tanah, air PAM, atau air pegunungan yang langsung didatangkan khusus untuk kolam tersebut.

Selain memilih pasokan air, yang paling penting diperhatikan adalah perawatan dari air kolam tersebut. 

Jika dirawat secara benar, air kolam bahkan tidak perlu diganti secara berkala.

Air tersebut bisa saja kamu isi sekali, namun kebersihan, kadar klorin, dan kadar pH-nya harus benar-benar dijaga agar air tersebut tidak perlu diganti dengan yang baru.

Baca juga:

Dari Sumur hingga Kolam, Begini Cara Menjernihkan Air yang Mudah

Ketahui 3 Sistem Sirkulasi Kolam Renang

Sudah siap membangun kolam renang? Eits, tunggu dulu! 

Ketahui beberapa sistem sirkulasi kolam renang sebelum kamu membuatnya. 

Secara umum, ada tiga langkah yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Sistem Sirkulasi Skimmer Box

Apa itu skimmer box? Sistem sirkulasi ini membuat air di dalam kolam renang bermuara di dalam dinding kolam saja. 

Oleh sebab itu, sistem sirkulasi ini sangat cocok diaplikasikan pada ukuran kolam renang kecil.

Pasalnya, dengan sistem sirkulasi skimmer box air terlihat lebih tenang dan minim pergerakan. 

Tumpahan air tersebut juga tidak meluber ke mana-mana pada saat kolam digunakan.

  • Sistem Sirkulasi Semi Overflow

Sistem sirkulasi yang satu ini kerap digunakan oleh kolam renang umum atau publik. 

Dengan sistem semi overflow, air tumpahan kolam renang akan bermuara ke bagian sisi kolam dan tersimpan di sana.

Jika kamu berminat membuat sistem sirkulasi ini, sangat disarankan agar kamu menambah komponen kolam renang lainnya, seperti gutter yang dilengkapi dengan balancing tank dan ruang mesin.

  • Sistem Sirkulasi Full Overflow

Terakhir, sistem sirkulasi full overflow membuat tumpahan air meluber ke seluruh bagian kolam. 

Mirip semi overflow, sistem sirkulasi ini juga harus dilengkapi dengan gutter, balancing tank dan ruang mesin.

Bagaimana, sudah jelas kan uraian mengenai ukuran kolam renang, bentuk, syarat pembuatan, hingga sistem sirkulasinya? 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua, ya.

Selamat mencoba!

 

Author:

Yuhan Al Khairi