Pengertian Taman Nasional & 6 Taman Terindah di Indonesia

Last update: 19 Agustus 2025 10 min read
Author:

Taman nasional menjadi salah satu destinasi wisata yang indah, karena lanskap, tumbuhan, dan hewan di dalam taman nasional dilestarikan dalam kondisi alaminya.

Tak hanya indah memesona, area pelestarian ini memiliki tujuan yang amat penting. 

Tujuan dibuatnya taman nasional adalah: 

  • Pelestarian sejarah dan kawasan alam yang luar biasa untuk generasi mendatang
  • Konservasi kawasan alam untuk pemanfaatan sumber daya terbarukan secara berkelanjutan
  • Melindungi habitat

Dalam tulisan kali ini, 99.co akan mengajak Anda mengenali lebih jauh mengenai taman nasional dan 6 taman nasional yang ada di Indonesia yang sungguh indah.

Pengertian taman nasional

foto: Unsplash

Apa yang dimaksud dengan taman nasional?

Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang dikelola, dimanfaatkan untuk kegiatan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, serta rekreasi dan pariwisata (sumber: KBBI). 

Lebih lanjut, taman nasional adalah area luas tanah publik yang dikhususkan untuk tumbuhan asli, hewan, dan habitatnya. Taman nasional melindungi keindahan alam.

Tujuan dibuatnya taman nasional adalah untuk konservasi, dibuat dan dilindungi oleh pemerintah nasional. 

Seringkali bentuknya berupa cagar alam atau tanah yang telah dikembangkan, yang dinyatakan atau dimiliki oleh negara yang berdaulat.

Zonasi taman nasional

foto: Pixabay

Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. 

Ada beberapa taman nasional di Indonesia, karena seperti yang kita ketahui negara ini kaya akan keanekaragaman hayati, bahkan 10% populasi hutan di dunia berasal dari Indonesia.

Dan pada dasarnya tujuan dibuatnya taman nasional adalah tempat untuk melindungi populasi hutan tersebut. 

Terlebih banyak sekali flora dan fauna khas yang mulai menyusut jumlahnya.

Taman nasional awalnya muncul di Amerika Serikat, dan kemudian juga muncul di berbagai negara termasuk Indonesia. 

Di Indonesia, pemberdayaan taman nasional sudah dimulai sejak lama, yakni ditandai dengan berdirinya Kebun Raya Bogor pada 1817.

Kemudian dilanjutkan dengan pendirian Kebun Raya Cibodas di kaki Gunung Pangrango, hingga kini taman nasional sudah ada di beberapa daerah.

Setiap negara memiliki kebijakan dan standar sendiri dalam penetapan taman nasional. 

Dan di Indonesia, ciri-ciri taman nasional adalah:

  • Ekosistem masih asli 
  • Ekosistem memiliki flora dan fauna yang khas atau unik
  • Kawasannya cukup luas misalnya meliputi sungai, laut, hutan, gunung bahkan mungkin juga terdapat pemukiman penduduk

Seperti yang disinggung sebelumnya, pengelolaan taman nasional adalah dengan sistem zonasi dimana ini merupakan pengaturan ruang menjadi beberapa zona dengan kriterianya antara lain: 

  • Kelangkaan 
  • Keunikan
  • Kealamiahan
  • Luas kawasan
  • Keindahan alam
  • Kenyamanan
  • Kemudahan akses, dan yang lainnya

foto: ilustrasi

Sementara sistem zonasi taman nasional adalah sebagai berikut:

Zona inti

Merupakan zona yang masih alami dan tidak diperbolehkan adanya perubahan oleh manusia.

Zona rimba / bahari

Anda mungkin mengetahui bahwa salah satu fungsi taman nasional adalah untuk pendidikan, penelitian, wisata dan sebagainya. 

Semua aktivitas itu dilakukan di zona rimba dan zona bahari untuk wilayah perairan.

Zona pemanfaatan

Tujuan pengadaan zona satu ini utamanya adalah untuk melindungi zona inti. 

Namun ini juga merupakan kawasan yang biasa difungsikan sebagai tempat wisata. 

Bahkan di zona ini manusia pun diperbolehkan untuk membangun sarana dan infrastruktur.

 

foto: ilustrasi

Zona lain

Zona lainnya yang bisa Anda jumpai di taman nasional adalah zona rehabilitasi yang mengalami kerusakan sehingga harus dilakukan pemulihan ekosistem. 

Ada pula zona khusus dengan contohnya adalah zona yang di dalamnya sudah ada pemukiman penduduk sebelum kawasan itu ditetapkan sebagai taman nasional, sehingga sudah ada berbagai fasilitas penunjang kehidupan manusia.

Perbedaan suaka margasatwa, cagar alam dan taman nasional

Lalu mungkin Anda juga sering mendengar suaka margasatwa dan cagar alam.

Meski tampak punya fungsi yang sama, perbedaan suaka margasatwa, cagar alam dan taman nasional adalah:

  • Suaka margasatwa merupakan wilayah yang digunakan untuk melindungi, merawat dan mengembangbiakkan satwa yang sudah terancam punah. Contohnya adalah Suaka Margasatwa Pulau Baun dan Lore Lindu.
  • Cagar alam adalah wilayah yang di dalamnya ada tumbuhan, hewan dan ekosistem yang khas. Semuanya dibiarkan berkembang secara alami. Dan agar tidak mendapat gangguan dari manusia cagar alam akan dijaga ketat. Contohnya ada Cagar Alam Rimbo Panti, Cagar Alam Gunung Krakatau, Cagar Alam Rafflesia dan lain-lain.
  • Taman nasional pada dasarnya sama dengan cagar alam, namun seperti yang dijelaskan di atas bahwa ada zona dari taman nasional yang masih bisa dikunjungi untuk wisata. Contoh taman nasional adalah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Lampung), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Taman Nasional Lorentz (Papua) dan masih banyak lagi.

Sejumlah taman nasional di Indonesia ada yang sampai dikenal karena kecantikan alam dan keunikannya sehingga jadi objek wisata andalan Tanah Air.

6 Contoh Taman Nasional di Indonesia

Berikut beberapa taman nasional yang ada di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi:

Taman Nasional Komodo

foto: Pixabay

Taman Nasional Komodo adalah salah satu objek wisata populer yang tidak hanya dikenal di dalam negeri tapi juga hingga ke luar negeri. 

Memiliki luas sekitar 1800 km persegi ini juga sekaligus merupakan situs warisan dunia dan mulai didirikan pada tahun 80-an. 

Kawasan ini memiliki 3 pulau besar yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar.

Objek wisata taman nasional komodo berada di antara Pulau Flores dan Sumbawa di wilayah kepulauan Indonesia Tengah. 

Alamatnya berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

foto: travel.kompas.com

Sesuai namanya, taman nasional ini merupakan satu-satunya tempat yang menjadi habitat komodo. 

Berapa banyak komodo yang ada di taman nasional pulau Komodo? 

Berdasarkan data pada April 2019 dari World Animal Foundation, ada sekitar 6.000 ekor.

Selain komodo, di sini terdapat ratusan spesies hewan lainnya mulai dari burung, mamalia dan juga ada jenis reptilia lainnya.

Selain kaya dengan fauna, taman nasional ini juga kaya dengan flora dimana di sini terdapat padang rumput dan hutan savanna bahkan dengan luas melebihi 70% dari luas taman nasional ini dan terdiri dari berbagai jenis rumput, pepohonan dan jenis tanaman lainnya.

Kawasan perairannya juga memiliki ribuan jenis ikan dan karang. Panorama bawah laut ini jadi daya tarik lainnya dari Pulau Komodo selain kadal raksasa itu sendiri.

Taman Nasional Wakatobi

foto: wartawisata.id

Salah satu taman nasional yang memiliki keindahan pemandangan bawah lautnya adalah Taman Nasional Wakatobi.

Bicara kekayaan bawah laut, bisa dibilang taman nasional yang ada di Indonesia satu ini jadi unggulan. 

Karena kawasan berluas hampir 14.000 km persegi ini didominasi oleh wilayah perairan. 

Bahkan kekayaan hayati lautnya jadi prioritas tertinggi dari konservasi laut Indonesia. 

Terdapat sekitar 25 gugusan terumbu karang di sini, ditambah puluhan jenis ikan baik untuk konsumsi maupun ikan hias.

Saking cantiknya, perairan di Taman Nasional Wakatobi disebut sebagai salah satu spot diving dan snorkeling terbaik yang dimiliki Indonesia.

Taman Nasional Way Kambas

foto: goodnewsfromindonesia.id

Kalau Anda ke Sumatera, di sini juga terdapat sejumlah taman nasional, dengan berbagai keunikan dan daya tariknya sendiri. 

Jika sebelumnya ada taman nasional yang menjadi rumah bagi komodo, maka taman nasional ini melindungi gajah adalah Taman Nasional Way Kambas.

Berlokasi di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, taman nasional yang ada di Indonesia ini didirikan sejak 1985 dan sekaligus jadi sekolah gajah pertama di Indonesia.

Kini namanya adalah Pusat Konservasi Gajah dan menjadi tempat penjinakkan, pelatihan, pengembangbiakkan serta konservasi. 

Selain itu di sini terdapat pula International Rhino Foundation yang bertujuan menjaga populasi badak sehingga tidak mengalami kepunahan.

Selain gajah, di salah satu taman nasional warisan ASEAN ini juga ada hewan lain seperti harimau, buaya, berbagai jenis burung dan sejumlah flora.

Taman Nasional Leuser

foto: ran.org

Sementara taman nasional yang melindungi orang utan adalah Taman Nasional Leuser. 

Masih berada di Pulau Sumatera, tepatnya di Aceh dan Sumatera Utara, taman ini adalah salah satu unit situs warisan dunia. 

Di sini ada sekitar 130 jenis mamalia, yang tentunya termasuk orangutan lalu juga ada siamang dan yang lainnya adalah badak, harimau, gajah, anjing hutan serta berbagai jenis burung. 

Ditambah hewan perairan yang khas yakni ikan jurung, ikan endemik Sungai Alas dengan Panjang bisa sampai 1 meter. 

Selain di sini, pilihan lain taman nasional yang ada di Indonesia yang melindungi orangutan adalah Taman Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Kutai dan Taman Nasional Tanjung Betung Kerihun.

Taman Nasional Ujung Kulon

foto: pesona.travel

Beralih ke Pulau Jawa, ada Taman Nasional Ujung Kulon yang juga merupakan situs warisan dunia dan jadi salah satu taman nasional tertua yang ada di Indonesia.

Taman nasional ujung kulon berada di Provinsi Banten, di bagian paling barat Pulau Jawa. 

Kawasan taman nasional yang ada di Indonesia ini dimulai dari Semenanjung Kulon sampai Samudera Hindia, dengan luas total 443 kilometer persegi, termasuk wilayah lautan.

Ada puluhan badak hidup di kawasan yang mulanya meliputi Krakatau ini. 

Kekayaan flora fauna Ujung Kulon sudah dikenal luas sejak 1800-an, dimana seorang peneliti asal Jerman pernah berkunjung ke sini untuk melakukan penelitian. 

Namun letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883 yang juga memicu gelombang tsunami, membuat habitat flora fauna maupun pemukiman penduduk di kawasan ini tersapu bersih. 

Beberapa tahun kemudian diketahui bahwa vegetasi dan satwa liar Ujung Kulon tumbuh dengan cepat, dan dalam perkembangannya beberapa area di sini ditetapkan sebagai kawasan dilindungi.

 

foto: pesona.travel

Beralih ke Pulau Jawa, ada Taman Nasional Ujung Kulon yang juga merupakan situs warisan dunia dan jadi salah satu taman nasional tertua yang ada di Indonesia.

Taman nasional ujung kulon berada di Provinsi Banten, di bagian paling barat Pulau Jawa. 

Kawasan taman nasional yang ada di Indonesia ini dimulai dari Semenanjung Kulon sampai Samudera Hindia, dengan luas total 443 kilometer persegi, termasuk wilayah lautan.

Ada puluhan badak hidup di kawasan yang mulanya meliputi Krakatau ini. 

Kekayaan flora fauna Ujung Kulon sudah dikenal luas sejak 1800-an, dimana seorang peneliti asal Jerman pernah berkunjung ke sini untuk melakukan penelitian. 

Namun letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883 yang juga memicu gelombang tsunami, membuat habitat flora fauna maupun pemukiman penduduk di kawasan ini tersapu bersih. 

Beberapa tahun kemudian diketahui bahwa vegetasi dan satwa liar Ujung Kulon tumbuh dengan cepat, dan dalam perkembangannya beberapa area di sini ditetapkan sebagai kawasan dilindungi.

foto: CNN Indonesia

Fauna yang dilindungi di taman nasional ujung kulon adalah badak jawa atau badak bercula satu, banteng, rusa, kijang, kancil, dan babi hutan.

Juga termasuk mamalia predator seperti macan tutul, anjing hutan, macan dahan, luwak dan kucing hutan, mamalia kecil seperti walang kopo, tando, landak, bajing tanah, kalong, binturong, berang-berang, tikus, trenggiling dan jelarang

Kini Ujung Kulon juga dikenal sebagai destinasi wisata populer mulai dari wisata bahari dimana yang paling terkenal adalah Pulau Peucang, yang identik dengan hamparan pasir putih nan luas.

Bagi yang berkunjung ke sini, bisa melakukan berbagai aktivitas seru seperti snorkeling, diving dan juga bisa tracking hingga berkemah.

Taman Nasional Lorentz

foto: kompas.com

Contoh taman nasional yang ada di Indonesia selanjutnya adalah Taman Nasional Lorentz. 

Taman nasional terbesar di Asia Tenggara ini memiliki luas lebih dari 25.000 km persegi dan berada di daerah Papua.

Ada sekitar 630 jenis burung yang sudah teridentifikasi di kawasan ini, 20 di antaranya adalah jenis endemis. 

Selain itu ada pula 123 jenis mamalia dan keanekaragaman hayati lainnya.

Taman ini menjadi salah satu warisan dunia UNESCO dengan keanekaragaman hayati terlengkap di Asia Pasifik dan merupakan satu di antara tiga kawasan dunia yang memiliki gletser di daerah tropis.

Bahkan Taman Nasional Lorentz memiliki 34 tipe vegetasi, contohnya hutan rawa, hutan sagu, hutan pegunungan, padang rumput dan sebagainya.

Hal ini tak lain karena posisinya yang membentang dari puncak gunung salju, perairan pesisir pantai dengan hutan bakau hingga tepi perairan Laut Arafura.

Menariknya lagi di sini juga terdapat kebudayaan yang diperkirakan sudah berumur 30 ribu tahun dan dihuni oleh berbagai suku, antara lain Nduga, Amungme, Asmat dan sebagainya.

Nah itulah informasi mengenai seluk-beluk taman nasional, serta contoh taman nasional di Indonesia. 

Menarik, ya? Sudah siap berkunjung ke berbagai taman nasional di Indonesia?

Tak lupa, kunjungi 99.co Indonesia dan laman Properti Pilihan 99.co untuk memenuhi kebutuhan properti secara lebih mudah dan cepat.

Baca juga:

Alasan Ruang Terbuka Hijau adalah Area Multifungsi yang Wajib Ada

 

 

Menyajikan insight dan panduan seputar dunia properti, dari tren pasar, tips jual beli, hingga strategi investasi yang tepat.