Manfaat, Ide Dekorasi dan Contoh Gambar Taman Sekolah

26 Mar 2020 - Martha

Manfaat, Ide Dekorasi dan Contoh Gambar Taman Sekolah

photo: abuzzlandscape.com

Taman sekolah adalah ruang terbuka hijau yang bisa membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan karena suasananya yang asri.

Seperti halnya perpustakaan, laboratorium dan lapangan olahraga, taman sekolah juga merupakan fasilitas yang bisa menunjang kegiatan para siswa di sekolah karena berkaitan dengan kenyamanan.

Kehadiran taman sekolah cenderung sangat dibutuhkan oleh mereka yang berada di lingkungan perkotaan karena ruang terbuka hijau bisa dibilang masih terbatas.

Sama halnya dengan taman kota yang mulai bermunculan di sejumlah titik di kota besar, taman sekolah juga bisa jadi pemasok oksigen jika ditanami dengan aneka pepohonan, sehingga membuat suasana di sekitarnya jadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Sayangnya, keberadaan taman tidak menjadi prioritas di beberapa sekolah. Hal ini bisa saja disebabkan oleh kurangnya dana untuk pembuatan taman, atau bahkan kurangnya kesadaran mengenai manfaat taman sekolah itu sendiri. 

Padahal disamping manfaat yang disinggung di atas, masih ada beberapa manfaat lainnya dari taman sekolah, misalnya:

1. Taman sekolah yang cantik bisa memperindah lingkungan sekolah dan sekitarnya.

2. Meningkatkan motivasi belajar para siswa karena lingkungan yang nyaman akan menyegarkan pikiran dan tubuh, sehingga membuat siapa pun akan betah.

3. Menambah aktivitas menyenangkan bagi para siswa karena mereka bisa merawat dan memelihara tanaman.


photo: feastforthefuture.org

4. Menumbuhkan rasa peduli dan cinta pada lingkungan.

5. Taman bisa jadi pilihan tempat bagi para siswa untuk berdiskusi atau membaca, terutama bagi mereka yang merasa jenuh karena selama ini selalu berada dalam ruangan.

6. Sebagai sarana belajar, dimana aneka tanaman di taman sekolah bisa digunakan sebagai bahan untuk demonstrasi atau praktikum, misalnya untuk pelajaran biologi.

7. Ajang untuk berkreasi bagi para siswa, mulai dari memilih desain taman sekolah yang cocok dan jenis tanaman yang bisa ditanam, hingga bisa pula jadi kesempatan berkreasi dengan memanfaatkan sampah daur ulang.

Bicara berkreasi dengan barang bekas untuk taman, ada beberapa ide yang bisa dipraktikkan dengan mudah. 

Misalnya membuat pot bunga dari botol bekas.

Punya banyak botol bekas pakai? Jangan buru-buru dibuang karena banyak sekali manfaatnya. 


photo: pinterest

Salah satunya adalah membuat taman sekolah dari barang bekas, dimana para siswa bisa berkreasi dengan membuat pot tanaman dari botol, baik yang berbahan kaca ataupun plastik.

Untuk menambah keindahan tampilan, cat atau kemas botol kaca dengan warna yang senada sehingga botol ini bisa sekaligus  jadi hiasan taman sekolah.

Barang bekas lainnya yang bisa dimanfaatkan adalah ban bekas untuk membuat meja atau kolam.

Untuk membuat meja dari ban bekas, pilihlah dua atau tiga ban yang berukuran besar, lalu cat dengan warna sesuai selera. 

Tumpuk semua ban dengan menggunakan lem yang berdaya rekat kuat, dan bagian paling atasnya dilapisi dengan triplek atau kayu. 

Bagian permukaan ini bisa dilapisi dengan warna menarik atau bisa pula dengan menggunakan taplak dan sebagainya.

Selain meja, ban bekas ini bisa pula digunakan untuk membuat kolam kecil dengan cara yang cukup mudah.

Yakni dengan menggali tanah sesuai ketebalan (lebar) ban mobil, lalu ban dilapisi dengan plastik bening untuk selanjutnya diisi dengan air. 

Kemudian tutupi pinggiran ban dengan tanah, kalau bisa tambahkan batu-batu kecil dengan warna dan ukuran beragam untuk menambah keindahan. 

Terakhir, kalau perlu masukkan alat mesin pancuran untuk melengkapi kolam kecil di taman sekolah ini.

Memanfaatkan barang-barang bekas seperti di atas, akan bisa membantu dalam mewujudkan model taman sekolah kreatif.

Sehingga tidak saja memenuhi sisi keasrian, tapi taman ini bisa pula memberikan nilai estetika tersendiri bagi lingkungan sekolah.

Taman sekolah unik yang digagas, bisa jadi salah satu nilai plus bagi standar Adiwiyata, yakni sebuah program lingkungan dengan prinsip dasar partisipatif dan berkelanjutan, yang dituangkan antara lain dalam kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. 


photo: sdplusalkautsar.sch.id 

Penghargaan Adiwiyata sendiri diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah yang mampu melaksanakan peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. 

Ada 3 kategori Penghargaan Adiwiyata yakni:

  1. Sekolah Adiwiyata, yakni yang dinilai berhasil dalam melaksanakan pendidikan lingkungan hidup.

  2. Calon Sekolah Adiwiyata, merupakan sekolah yang dinilai berhasil dalam pengembangan lingkungan hidup.

  3. Sekolah Adiwiyata Mandiri, adalah sekolah yang mampu mempertahankan program lingkungan hidup selama 3 tahun berturut-turut.

Di akhir tahun lalu, ada sekitar 4300 sekolah di Indonesia yang mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri yang penghargaannya diserahkan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dan ini bukan lah sebuah kompetisi, namun bentuk apresiasi dari pemerintah akan kesadaran terhadap pentingnya kepedulian dan kecintaan pada lingkungan.

Jadi wajar saja jika penghargaan ini salah satunya diidentikkan dengan keberadaan taman di sekolah dan kemudian banyak yang mengenalnya dengan Taman Sekolah Adiwiyata.

 Berikut beberapa contoh dekorasi taman sekolah yang mendapat Penghargaan Adiwiyata:

photo: smpn31semarang.sch.id


photo: muda.kompas.id


photo: sman3kuningan.sch.id

Menarik sekali bukan gambar taman sekolah di atas? Ada taman sekolah minimalis, hingga yang memanfaatkan barang bekas.

Taman sekolah bisa menarik seperti ini tentu saja bisa diwujudkan dengan kerjasama semua pihak, mulai dari pimpinan, guru hingga para siswa untuk saling membahu dan bekerjasama demi menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya asri namun juga menarik. 

Yang jelas apa pun desain taman sekolah yang dipilih, tentunya tidak masalah selama memenuhi fungsi dan manfaat sebagai ruang terbuka hijau, seperti yang disebutkan di atas.

Author:

Martha