Untung Rugi Investasi Apartemen, Panduan Sebelum Membeli agar Tidak Merugi

Last update: 23 September 2025 4 min read
Author:

Jika kamu berencana menjadikan properti sebagai aset jangka panjang, memahami untung rugi investasi apartemen adalah langkah awal yang bijak.

Apartemen kini menjadi salah satu alternatif hunian di kota besar, terutama di tengah terus melonjaknya harga tanah.

Pasalnya, apartemen biasanya berdiri di lokasi strategis, seperti dekat area perkantoran, pusat perbelanjaan, maupun sarana pendidikan.

Bahkan, beberapa apartemen juga berlokasi dekat gerbang tol, stasiun KRL, MRT, LRT, hingga bandara.

Untuk menarik minat konsumen, banyak pula apartemen yang menawarkan berbagai fasilitas menarik, mulai dari kolam renang, pusat kebugaran, taman bermain, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Dengan adanya fasilitas tersebut, tidak heran jika banyak orang melirik apartemen sebagai pilihan investasi.

Namun, sebelum memutuskan untuk membeli apartemen, ada baiknya kamu mempertimbangkan berbagai hal secara matang, termasuk untung ruginya.

Untung Rugi Investasi Apartemen

Investasi apartemen menawarkan peluang keuntungan melalui kenaikan harga dan potensi sewa bulanan, apalagi jika lokasinya strategis dekat pusat kota atau transportasi umum.

Namun, ada juga risikonya, seperti biaya bulanan untuk fasilitas, aset terbatas karena sistem kepemilikan, hingga risiko pembangunan mangkrak.

Dengan kata lain, investasi apartemen menjanjikan keuntungan jangka panjang, tapi perlu perencanaan dan kesiapan menghadapi biaya rutin serta fluktuasi pasar.

Berikut sejumlah untung rugi investasi apartemen yang perlu kamu ketahui.

Kelebihan Investasi Apartemen

untung rugi investasi apartemen
Sumber: Unsplash/naomish

1. Harga Apartemen Lebih Kompetitif

Harga rumah terus mengalami kenaikan seiring meningkatnya nilai tanah setiap tahun.

Untuk tipe 36 di pinggiran kota besar saja, harganya sudah bisa menyentuh Rp500 jutaan.

Sementara itu, dengan modal yang lebih terjangkau, kamu bisa mendapatkan satu unit apartemen di pusat kota.

Walaupun ukurannya lebih mungil, harganya bisa lebih murah dibandingkan dengan rumah.

2. Investasi Apartemen Menjadi Tren

Seiring berkembangnya zaman, mobilitas manusia semakin tinggi.

Kondisi ini membuat banyak orang mencari hunian yang praktis, tidak terlalu besar, tetapi tetap nyaman dan dekat dengan pusat aktivitas.

Apartemen pun menjadi salah satu solusi yang banyak diminati. Selain praktis, apartemen juga bisa menjadi pilihan investasi yang menjanjikan.

Terlebih jika berada di lokasi strategis, nilai satu unit apartemen berpotensi terus meningkat dari waktu ke waktu.

3. Nilai Properti Cenderung Naik

Seperti halnya investasi properti lain, keuntungan membeli apartemen bukanlah pilihan yang merugikan.

Harga apartemen cenderung naik setiap tahun seiring laju inflasi.

Perkiraan kenaikan sekitar 5% hingga 10% per tahunnya.

Baca Juga:

Tips Investasi Apartemen agar Untung Maksimal

4. Minim Biaya Perawatan

Salah satu keuntungan investasi apartemen adalah perawatannya yang lebih praktis dibanding rumah tapak.

Ukuran unit apartemen yang relatif lebih kecil membuat biaya dan waktu untuk membersihkan serta merawat interior jadi lebih ringan.

Selain itu, pemilik tidak perlu repot mengurus hal-hal seperti atap bocor, cat luar bangunan, taman, atau fasilitas umum karena semuanya sudah ditangani oleh pihak manajemen dengan sistem iuran bulanan.

Dengan begitu, biaya perawatan lebih terkendali dan tidak muncul pengeluaran besar yang tidak terduga, sehingga pemilik bisa lebih fokus menjaga kondisi dalam unit agar tetap nyaman dan menarik bagi penyewa.

5. Passive Income dari Sewa

Untug rugi investasi apartemen lainnya adalah peluang mendapatkan passive income dari sewa.

Pemilik bisa menyewakan unit apartemen dalam jangka panjang, baik bulanan atau tahunan kepada karyawan, mahasiswa, atau keluarga kecil yang membutuhkan hunian.

Selama ada permintaan hunian, apartemen bisa menjadi sumber cash flow rutin yang relatif stabil, bahkan dapat menutupi cicilan KPA jika dibeli dengan sistem kredit.

Kekurangan Investasi Apartemen

untung rugi investasi apartemen
Sumber: Unsplash/paralitik

1. Harus Mengeluarkan Biaya Rutin

Berbeda dengan investasi rumah biasa, investasi apartemen mengharuskan kita menyiapkan dana rutin yang lebih besar untuk membayar IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan).

Biaya ini mencakup berbagai fasilitas dan layanan, seperti keamanan, parkir, hingga kebersihan lingkungan apartemen.

Selain IPL, kamu juga perlu mengantisipasi biaya tak terduga untuk perbaikan atau renovasi unit sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih penting dalam investasi jenis ini.

2. Aset Terbatas Waktu (Hak Sewa/HGB)

Mayoritas apartemen di Indonesia berdiri di atas lahan dengan Hak Guna Bangunan (HGB) atau bahkan Hak Sewa.

Artinya, ada batas waktu kepemilikan yang mesti diperbaharui.

Nilai bisa menurun mendekati akhir masa hak.

3. Keterbatasan Renovasi

Untung rugi investasi apartemen lainnya adalah keterbatasan dalam hal renovasi.

Pasalnya, apartemen punya aturan ketat mengenai renovasi unit.

Hal ini tidak sebebas rumah tapak untuk memperluas, menambah lantai, atau mengubah desain.

Baca Juga:

Lebih Baik Investasi Rumah atau Apartemen? Ini Penjelasannya

4. Apartemen Batal Dibangun

Risiko terbesar saat melakukan investasi apartemen adalah batalnya proyek pembangunan apartemen tersebut.

Biasanya pengembang sudah menawarkan unit apartemen sebelum proyek tersebut dibangun.

Dalam beberapa kasus, investor akhirnya merugi karena apartemen batal dibangun atau pembangunannya terlambat.

Hal ini bisa terjadi ketika pengembang memiliki beberapa masalah.

Maka dari itu, disarankan agar kamu terlebih dulu melihat latar belakang pengembang apartemen tersebut.

***

Itulah sejumlah untung rugi investasi apartemen.

Semoga bermanfaat untuk kamu yang berencana investasi apartemen.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Panduan 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari sewa apartemen murah?

Cek saja di www.99.co/id untuk menemukan properti idamanmu!

 

Lulusan Sastra Unpad yang pernah berkarier sebagai wartawan sejak 2017 dengan fokus liputan properti, infrastruktur, hukum, logistik, dan transportasi. Kini, aktif sebagai penulis di 99 Group.