
Istilah utilitas bangunan mungkin terdengar asing bagi kita. Maka dari itu, penting untuk diketahui apalagi sebelum membeli rumah idaman.
Bagi developer yang sedang membangun proyek hunian, utilitas bangunan adalah hal yang wajib diperhatikan sejak awal perencanaan agar rumah atau apartemennya berkualitas.
Apabila utilitas bangunan tak lengkap, maka bangunan tak dapat beroperasi dengan baik. Akibat yang paling buruk ialah membahayakan keselamatan penghuni.
Melalui artikel ini, 99.co Indonesia akan menjelaskan pengertian utilitas gedung atau bangunan, dan apa saja yang termasuk sistem utilitas bangunan. Mari kita simak!
Apa Itu Utilitas Bangunan?
Konsep utilitas bangunan artinya kelengkapan fasilitas pada sebuah bangunan untuk mencapai kenyamanan, kesehatan, serta kemudahan mobilitas di dalamnya.
Sistem utilitas untuk setiap bangunan berbeda-beda, sehingga memerlukan pengkajian khusus tergantung jenis dan fungsi masing-masing bangunan.
Contohnya sistem utilitas bangunan gedung rumah sakit, tentu saja berbeda dengan gedung hotel, apartemen, perkantoran atau perumahan seperti Asthana Kemang.
Namun secara garis besar, semua bangunan mempunyai ketujuh sistem ini mulai dari sistem plumbing dan sanitasi, sistem pencegah kebakaran hingga sistem komunikasi.
Sistem Utilitas Bangunan
Sistem Plumbing dan Sanitasi

Plumbing dan sanitasi merupakan bagian dari sistem utilitas bangunan yang harus ada di setiap gedung.
Sistem ini wajib dirancang untuk mencukupi kebutuhan penghuni bangunan akan transportasi dan suplai air bersih.
Selain itu, sistem utilitas bangunan ini juga mengatur pengeluaran air ke tempat-tempat yang dilaluinya tanpa pencemaran.
Kebutuhan transportasi dan suplai air bersih penghuni bangunan dapat diperoleh dari beberapa sumber air bersih.
Sumber air bersih tersebut di antaranya mata air, sungai, hujan, dan air dalam tanah yang dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM).
Adapun yang dimaksud dengan air buangan dalam pengeluaran air, yaitu air bekas buangan, air limbah, air hujan, dan air limbah khusus.
Sistem plumbing dan sanitasi yang ideal harus bebas dari kerusakan, serta minimal memiliki daya tahan untuk 30 tahun ke depan.
Selain itu, permukaan sistem ini juga harus halus dan tahan air, serta tidak ada bagian yang bisa menyebabkan kotoran mengendap.
Sistem plumbing dan sanitasi yang baik akan memberi perlindungan kesehatan kepada penghuni bangunan dan lingkungan sekitarnya.
Sistem Pencegah Kebakaran

Bangunan tinggi wajib memiliki sistem pencegah kebakaran untuk menghindari korban jiwa dan kerugian harta benda.
Selain itu, hal ini juga untuk menghindari terganggunya proses produksi barang dan jasa, serta kerusakan lingkungan gedung.
Terkait sistem pencegah kebakaran, masing-masing bangunan harus memenuhi kriteria struktur utama, seperti:
- Bangunan kelas A harus memiliki struktur bangunan yang tahan terhadap gempuran api minimal selama tiga jam.
- Bangunan kelas B memiliki struktur utama yang tahan terhadap kebakaran minimal selama dua jam.
- Bangunan kelas C harus mampu bertahan selama satu jam apabila terjadi kebakaran.
Adapun yang termasuk dalam bangunan kelas A, yaitu gedung hotel, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, rumah sakit, dan lain-lain.
Sementara bangunan kelas B meliputi perumahan bertingkat, asrama, serta fasilitas sosial seperti sekolah dan tempat ibadah.
Adapun klasifikasi bangunan kelas C adalah bangunan satu lantai dan sederhana.
Sedangkan properti yang tidak termasuk dalam klasifikasi bangunan di atas, maka masuk dalam daftar bangunan kelas D.
Sistem Tata Udara dan Ventilasi

Perancangan sistem tata udara harus sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Caranya dengan memperhatikan pengendalian suhu, kelembapan, dan arah pergerakan udara.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan sistem pengendalian partikel dan pembuangan kontaminan di udara, seperti vapors dan fumes.
Sistem tata udara dan ventilasi terdiri dari beberapa alat dan mesin, yang masing-masingnya memiliki fungsi berbeda.
Contoh penerapan sistem ini, yaitu pada pemasangan air conditioner (AC) sebagai alat pendingin ruangan dalam ruangan tertutup.
Seperti yang kita rasakan, AC berfungsi untuk memberikan rasa nyaman dan kesejukan kepada orang-orang di dalam bangunan.
Selain AC, bangunan kelas A biasanya memiliki penghisap asap atau exhaust.
Fungsinya untuk menjaga sirkulasi udara dalam ruangan agar tetap stabil dan sehat.
Namun perancangan sistem tata udara pada suatu bangunan tidak hanya bergantung pada penggunaan AC dan exhaust saja.
Ada juga perancangan sistem ventilasi yang dilakukan dengan cara merekayasa arsitektur bangunan.
Ventilasi sendiri memiliki fungsi untuk melancarkan udara yang keluar-masuk di ruangan gedung.
Sistem ventilasi yang baik bisa mengurangi penggunaan AC, sehingga energi listrik lebih hemat dan biaya operasional berkurang.
Sistem Pencahayaan dan Elektrikal

Sistem utilitas bangunan selanjutnya yang harus dirancang dengan cermat, yaitu perancangan daya listrik atau pencahayaan.
Perancang bangunan yang baik perlu menentukan titik-titik pencahayaan, elektrikal, dan mekanikal sesuai kebutuhan penghuni.
Definisi tepat yang dimaksud, yaitu cahaya yang dihasilkan harus menyebar secara efektif dan efisien ke setiap sudut ruangan.
Sistem ini tidak hanya bergantung pada keberadaan lampu saja, tetapi juga pengaturan masuk cahaya alami seperti sinar matahari.
Alhasil biaya operasional bangunan bisa ditekan sedemikian rupa, sehingga pengeluaran lebih efektif dan efisien.
Selain itu, sistem daya listrik ini juga meliputi instalasi stop kontak, saklar lampu, sekring listrik, hingga ground penangkal petir.
Adapun sumber daya listriknya menggunakan generator, untuk menghindari pemadaman yang dilakukan oleh PLN.
Generator yang digunakan tentunya harus sesuai dengan daya listrik yang dibutuhkan oleh penghuni bangunan.
Sistem Transportasi dalam Bangunan

Pada bangunan bertingkat seperti gedung perkantoran, hotel dan apartemen, sistem transportasi yang memadai mutlak diperlukan.
Sistem utilitas bangunan yang satu ini diperlukan untuk mengangkut penghuni bangunan ke tingkat yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Contoh implementasi dalam sistem transportasi adalah pemasangan alat transportasi vertikal, seperti elevator atau lift.
Sementara di gedung-gedung pusat perbelanjaan, alat transportasi yang digunakan adalah eskalator atau disebut juga tangga berjalan.
Alat transportasi dalam bangunan harus diperhatikan dan dirawat secara berkala karena terkait aspek keselamatan manusia.
Sistem Keamanan

Contoh gambar ilustrasi utilitas bangunan
Sistem utilitas bangunan yang tidak kalah penting dan harus diperhatikan adalah perancangan sistem keamanan atau security.
Sistem satu ini berguna untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi penghuni gedung.
Fungsi lain sistem keamanan bangunan, yaitu untuk memaksimalkan pengawasan di sekitar area bangunan.
Dengan adanya pengawasan yang maksimal, berbagai ancaman bahaya pun bisa dihindari, seperti kebakaran dan lain-lain.
Contoh implementasi sistem keamanan bangunan meliputi adanya kamera CCTV, hydrant, dan tabung pemadam kebakaran di Landmark Residence.
Selain itu, implementasinya juga termasuk pemasangan smoke detector, extinguisher, sensor detector gate, hingga door emergency.
Nah, contoh implementasi sistem keamanan yang disebutkan di atas berkaitan dengan alat-alat keamanan yang canggih.
Ada juga sistem keamanan yang diwujudkan dengan pengawasan manual, yang dilakukan oleh aparat keamanan dan resepsionis.
Sistem Komunikasi

Contoh gambar utilitas bangunan
Utilitas bangunan yang terakhir adalah perancangan sistem komunikasi, dengan pengerjaan perangkat informasi dan jaringan.
Perangkat informasi dan jaringan tersebut di antaranya telepon, jaringan Wi-Fi internet, TV cable, dan sound system.
Aktivitas manusia dalam gedung bertingkat bisa dibilang kompleks, sehingga sistem utilitas bangunan harus dibuat terintegrasi.
Integrasi seluruh sistem tersebut dapat dicapai, apabila bangunan dirancang dengan perencanaan yang matang sejak awal.
Sistem utilitas bangunan yang sudah dipaparkan di atas, tentunya harus menjadi bahan perhatian saat Anda mencari properti.
Sekian artikel utilitas bangunan ini, semoga bermanfaat, ya!