Gunung Pangrango: Daya Tarik, Jalur Pendakian, hingga Cara Dapatkan SIMAKSI Resmi
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jl. Raya Cibodas, Cimacan, Cipanas, Cianjur 43253


Sekilas tentang Gunung Pangrango
Gunung Pangrango adalah salah satu gunung berapi tidak aktif yang terletak di Jawa Barat.
Secara geografis, Gunung Pangrango berada di tiga kabupaten, yaitu Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.
Terkenal karena keindahan alamnya, Gunung Pangrango menjadi tujuan favorit bagi para pendaki dan pencinta alam.
Gunung ini berdekatan dengan Gunung Gede karena keduanya termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Ketinggian Gunung Pangrango mencapai 3.019 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Puncak Gunung Pangrango dikenal dengan nama Mandalawangi, sebuah padang Edelweiss yang indah.
(Foto Unsplash Alvian Hasby/gedepangrango.org)
Pemandangan Indah
Gunung Pangrango dikenal dengan pemandangan indah, seperti suasana hutan tropis yang masih asri dan keindahan flora bunga Edelweiss.
Puncak Mandalawangi yang Eksotis
Di Puncak Mandalawangi, pendaki dapat melihat hamparan bunga Edelweiss dan negeri di atas awan yang menakjubkan.
Jalur Pendakian Bervariasi
Gunung ini memiliki jalur pendakian bervariasi, mulai dari rute mudah untuk pendaki pemula hingga jalur sulit untuk pendaki berpengalaman.
Dekat dengan Jabodetabek
Letak Gunung Pangrango mudah diakses dari Jabodetabek sehingga menjadi tujuan favorit gunung di Jabar dan sekitarnya.
Daya Tarik Gunung Pangrango
Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati menjadi salah satu daya tarik Gunung Pangrango.
Pasalnya, kawasan TNGGP merupakan rumah bagi berbagai flora dan fauna endemik, seperti owa jawa, surili, lutung, hingga berbagai jenis burung langka.
Tidak sedikit pendaki yang beruntung bisa menyaksikan fauna tersebut selama pendakian.
Curug Cibeureum dan Telaga Biru

Jika memulai pendakian di jalur Cibodas, pendaki bisa menikmati Curug Cibeureum yang terkenal.
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter yang dapat dicapai dalam 2,8 km dari Cibodas.
Pendaki juga dapat menikmati keindahan Telaga Biru, sebuah danau kecil di jalur Cibodas yang terletak sekitar 1,5 km dari pintu masuk.
Sunrise dan Sunset yang Menawan
Tidak hanya Gunung Gede, Gunung Pangrango juga menawarkan pemandangan sunrise dan sunset yang menawan.
Namun, keduanya dapat dilihat terutama saat cuaca cerah tanpa kabut.
Pendakian yang Menantang
Bagi pendaki yang menyukai tantangan, Gunung Pangrango bisa jadi pilihan menarik.
Pasalnya, gunung ini menawarkan rute pendakian bervariasi, salah satunya rute pendakian dengan trek yang menantang.
Hal ini berbeda jika pendaki mendaki Gunung Pangrango via Cibodas yang menawarkan jalur pendakian relatif ringan.

Rute Pendakian Gunung Pangrango
Jalur Cibodas
Jalur pendakian Gunung Pangrango via Cibodas adalah jalur paling umum dan juga akses resmi TNGGP.
Dari jalur ini, pendaki akan melewati air terjun, Rawa Gayonggong, Pos Kandang Badak, lalu bercabang ke arah Gunung Gede dan Pangrango.
Dari Kandang Badak, jalur ke Pangrango akan terus menanjak hingga ke Mandalawangi.
Estimasi pendakian Gunung Pangrango via Cibodas rata-rata menempuh waktu sekitar 7–9 jam.
Jalur pendakian Gunung Pangrango via Cibodas cocok untuk pendaki pemula.
Jalur Gunung Putri
Jalur pendakian Gunung Pangrango via Gung Putri biasanya lebih sering digunakan untuk mendaki ke Gunung Gede.
Namun, pendaki juga bisa menggunakan rute ini jika ingin menjelajahi keduanya sekaligus dalam satu perjalanan.
Hanya saja, jalur tersebut tidak direkomendasikan jika tujuan utamanya hanya ke Pangrango.
Jalur Selabintana
Jalur pendakian Gunung Pangrango yang lainnya adalah via Selabintana.
Terletak di Sukabumi, jalur ini lebih jarang digunakan karena kondisinya masih alami,
Oleh karena itu, rute Selabintana hanya cocok untuk pendaki yang menyukai tantangan dan berpengalaman.
Cara Mendapatkan SIMAKSI Gunung Pangrango
Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi atau SIMAKSI adalah surat izin resmi pendakian yang dikeluarkan oleh TNGGP.
Berikut adalah cara mendapatkan SIMAKSI Gunung Pangrango:
- Lakukan pendaftaran di laman resmi https://booking.gedepangrango.org.
- Saat pendaftaran, masukkan NIK sebagai ID pendaki dan upload KTP atau Kartu Keluarga bagi yang belum memiliki.
- Bagi pendaki berusia minimal 5 tahun dan pendaki usia kurang dari 17 tahun, wajib melampirkan Surat Izin Orang Tua/Wali yang ditandatangani di atas meterai beserta fotokopi identitas orang tua/wali.
Perlu diketahui, TNGPP mensyaratkan jumlah pendaki dalam 1 kelompok minimal 3 orang.
Selain itu, pendaki wanita yang sedang menstruasi atau hamil disarankan tidak melakukan pendakian.
Jika sudah mengantongi SIMAKSI Gunung Pangrango, pendaki wajib melapor pada petugas di pintu masuk pendakian pada jam yang sudah ditentukan, yaitu sebagai berikut:
- Hari kerja 07.30 s.d. 14.00 WIB
- Hari libur 07.00 s.d. 16.00 WIB
Setelah selesai mendaki Gunung Pangrango, wajib juga melapor kepada petugas di pintu keluar pada jam sebagai berikut:
- Hari kerja 10.00 s.d. 16.00 WIB
- Hari libur 10.00 s.d. 18.00 WIB
Harga Tiket Mendaki Gunung Pangrango
Gunung Pangrango dan Gunung Gede terletak berdampingan sehingga harga tiket pendakian diberlakukan sama untuk kedua gunung tersebut.
Berdasarkan informasi terbaru, berikut adalah harga tiket mendaki Gunung Pangrango:
- WNI (hari kerja) Rp72.000
- WNI (hari libur) Rp92.000
- Pelajar WNI (hari kerja) Rp52.000 (dengan identitas pelajar/mahasiswa minimal 5 orang)
- Pelajar WNI (hari libur) Rp62.000 (dengan identitas pelajar/mahasiswa minimal 5 orang)
- WNA (hari kerja) Rp435.000 dan WNA (hari libur) Rp435.000.
Pembayaran dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan TNGGP dan biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan.
Melansir booking.gedepangrango.org, biaya tiket pendakian per orang sudah termasuk asuransi.
Tips Mendaki Gunung Pangrango
Persiapkan Fisik dan Mental
Dengan ketinggian 3.019 mdpl, Gunung Pangrango menawarkan perjalanan yang cukup panjang.
Bahkan, beberapa jalurnya cukup menantang sehingga diperlukan kondisi fisik dan mental yang prima.
Untuk itu, lakukan latihan fisik, seperti jogging beberapa minggu sebelum pendakian.
Bawa Peralatan Pendakian
Tips selanjutnya adalah membawa peralatan pendakian sesuai standar, seperti sleeping bag, tenda, jas hujan, pakaian hangat, sepatu gunung, tracking pole, headlamp, dan P3K.
Jangan sekali-kali mengandalkan perlengkapan seadanya karena cuaca di gunung bisa berubah drastis.
Manajemen Waktu yang Baik

Sebelum memulai pendakian, rencanakan waktu berangkat/pulang dan estimasi tiba di setiap posnya.
Dengan manajemen waktu yang baik, pendaki bisa mengantisipasi berbagai keadaan, seperti tidak terjebak gelap atau cuaca buruk di tengah perjalanan.
Hindari Mendaki Sendirian, Gunakan Jalur Resmi
Demi keselamatan, disarankan untuk mendaki bersama teman atau kelompok agar tidak tersesat selama perjalanan.
Selain itu, pastikan mendaki melalui jalur pendakian resmi dengan mengantongi SIMAKSI.
Bagi pendaki pemula wajib didampingi oleh pendaki yang berpengalaman.
Bawa Sampah saat Turun
Selama mendaki Gunung Pangrango, jangan buang sampah sembarangan.
Gunung Pangrango adalah kawasan konservasi yang harus dijaga sehingga pendaki wajib membawa sampah saat turun Gunung Pangrango.
Berdoa
Tips yang terakhir adalah berdoa sebelum memulai atau turun dari pendakian.
Berdoa membantu menenangkan hati, memperkuat mental, dan memohon perlindungan dari segala kemungkinan buruk selama perjalanan.
Waktu Operasional
| Senin | 00:00 - 23:59 | |
| Selasa | 00:00 - 23:59 | |
| Rabu | 00:00 - 23:59 | |
| Kamis | 00:00 - 23:59 | |
| Jumat | 00:00 - 23:59 | |
| Sabtu | 00:00 - 23:59 | |
| Minggu | 00:00 - 23:59 |
Tempat Lain di Sekitar
Ulasan
SIMAKSI Mahal
Salah satu gunung yg ramai dikunjungi, tapi sayang banget selain simaksi yg mahal masuk ke desa ini aja udah bayar juga padahal duningnya masi 30mnit buat biaya simaksi kmaren masuk desa ciboda5k /orang dan 10k buat motor 75, parkir 30 makanan di sini juga mahal pol makan di bc pake ayam kena 40😱 …
Kurang Cocok untuk Pendaki Pemula
Untuk pemula di sarankan jangan coba nanjak gunung pangrango
Asri dan Sepi
Masih asri dan sepi tak terlalu ramai di puncak Pangrango
Banyak Sampah
banyak sampah
FAQ Gunung Pangrango 👉
Gunung Pangrango terletak di Jawa Barat dan merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Secara administratif, gunung ini berada di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Bogor, Cianjur, dan Sukabumi.
Tinggi Gunung Pangrango sekitar 3.019 mdpl sehingga menjadi gunung tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai.
Gunung Pangrango adalah gunung berapi yang tidak aktif.
Jalur pendakian Gunung Pangrango terdiri dari jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana. Ketiganya merupakan jalur resmi.
Estimasi pendakian Gunung Pangrango via Cibodas rata-rata menempuh waktu sekitar 7–9 jam.

