+ Pasang Iklan Gratis
/

Museum Sri Baduga: Lokasi, Daya Tarik, Koleksi, HTM, dan Rutenya

Jalan BKR No. 185, Tegallega, Kota Bandung
Tutup
4.5/5
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman
Banner 1
Banner 2
Banner 3

Sekilas Mengenai Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga adalah sebuah museum yang menyimpan berbagai artefak dan informasi terkait sejarah dan budaya Sunda.

Bukan hanya tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, Museum Sri Baduga juga menjadi pusat edukasi dan rekreasi yang menarik bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Pasalnya, museum tersebut menampilkan berbagai koleksi yang mencerminkan perjalanan sejarah, kekayaan budaya, dan warisan alam masyarakat Jawa Barat.

(Foto: bandung.go.id, Instagram/megandinialfiqri)

Icon 0

Koleksi Lengkap

Museum ini menyimpan berbagai koleksi budaya Sunda, seperti alat-alat tradisional, seni kriya, dan benda-benda peninggalan masa kerajaan yang sangat beragam.

Icon 1

Pameran Edukatif yang Interaktif

Selain koleksi statis, museum ini juga memiliki pameran yang interaktif, seperti diorama, audio visual, dan tur edukatif untuk pengunjung.

Icon 2

Fasilitas Memadai

Selain melihat-lihat satwa, pengunjung juga dapat melakukan berbagai kegiatan menarik, seperti safari wisata, menonton pertunjukan satwa, hingga memberi makan hewan.

Icon 3

Lokasi Strategis

Berada di pusat Kota Bandung, museum ini mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Sejarah Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga Bandung didirikan pada 1974 dan diresmikan penggunaannya pada 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Daoed Joesoef.

Berdiri di atas bangunan yang dulunya merupakan pendopo Kawedanan Tegallega, pendopo ini diubah menjadi museum untuk melestarikan dan memamerkan kekayaan sejarah, seni, dan budaya Jawa Barat.

Nama "Sri Baduga" diambil dari gelar Raja Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal sebagai Prabu Siliwangi, seorang raja besar dari Kerajaan Pajajaran pada abad ke-15.

Pendirian museum bertujuan untuk menjadi pusat edukasi dan dokumentasi yang melestarikan warisan budaya Sunda sekaligus sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda.

Saat ini, Museum Sri Baduga memiliki lebih dari 5.367 koleksi yang mencakup artefak prasejarah, peninggalan kerajaan, seni tradisional, alat musik, pakaian adat, hingga koleksi geologi dan biologi yang menggambarkan kekayaan alam Jawa Barat.

Sebagai salah satu museum terbesar dan tertua di Jawa Barat, Museum Sri Baduga tidak hanya menjadi tempat pelestarian budaya, tetapi juga destinasi wisata edukasi yang menarik.

Daya Tarik Museum Sri Baduga Bandung

 

Daya tarik Museum Sri Baduga adalah banyakya koleksi yang ditampilkan.

Selain itu, museum ini menghadirkan sejarah dan budaya Sunda dalam bentuk yang terstruktur serta menarik.

Jadi, kamu dapat mengikuti perjalanan sejarah Jawa Barat secara kronologis mulai dari masa prasejarah, era kerajaan, hingga era modern.

Setiap ruangan dirancang dengan tema tertentu yang memudahkan kamu untuk memahami narasi sejarah yang disajikan.

Misalnya, di lantai pertama, kamu dapat melihat koleksi fosil, artefak prasejarah, dan benda-benda tradisional masyarakat Sunda.

Di lantai kedua, berfokus pada sejarah kerajaan Sunda, termasuk replika prasasti, alat musik tradisional, dan senjata kuno.

Sementara itu, di lantai ketiga, kamu dapat menjelajahi koleksi budaya kontemporer serta seni kriya modern.

Penyajian diorama dan interaktifnya membuat museum ini menjadi pengalaman edukasi yang hidup.

Banner

Koleksi Museum Sri Baduga Bandung

Koleksi Museum Sri Baduga menyimpan sangatlah beragam, mencakup benda-benda prasejarah, peninggalan kerajaan, seni tradisional, hingga geologi.

Koleksi prasejarahnya termasuk fosil manusia purba dan alat-alat batu. Koleksi kerajaan mencakup replika prasasti Batutulis, pedang, tombak, dan barang-barang dari Kerajaan Pajajaran.

Ada juga koleksi seni tradisional, seperti wayang golek, alat musik angklung, dan pakaian adat Sunda.

Bagian koleksi geologi menampilkan bebatuan dan mineral yang ditemukan di Jawa Barat, termasuk batuan vulkanik dari gunung berapi.

Selain itu, ada ruang pameran khusus yang menampilkan perkembangan budaya Sunda dari masa ke masa, memberikan gambaran yang mendalam tentang kekayaan tradisi Jawa Barat.

Koleksi Geologika

Koleksi ini terdiri dari batuan, mineral, dan benda-benda bentukan alam lainnya (granit, andesit) yang ditemukan di wilayah Jawa Barat.

Selain itu, ada pula fosil-fosil tumbuhan dan hewan purba.

Koleksi Biologika

Koleksi Museum Sri Baduga selanjutnya adalah koleksi biologika.

Biologika mencakup berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di Jawa Barat, termasuk hewan-hewan langka dan endemik.

Selain itu, ada juga koleksi tengkorak atau rangka manusia.

Koleksi Etnografika

Koleksi ini menampilkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Sunda, seperti pakaian tradisional, alat musik, senjata, peralatan rumah tangga, dan lainnya.

Benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis.

Koleksi Arkeologika

Koleksi ini terdiri dari benda-benda yang merupakan hasil budaya manusia masa lampau yang menjadi objek penelitian arkeologi.

Benda-benda tersebut merupakan hasil peninggalan budaya sejak masa prasejarah sampai masuknya pengaruh barat.

Numisamatika/Heraldika

Koleksi Museum Sri Baduga berikutnya adalah Numisamatika/ Heraldika.

Numismatika adalah setiap mata uang atau alat tukar (token) yang sah, sedangkan Heraldika ialah setiap tanda jasa, lambang, dan tanda pangkat resmi (termasuk cap/stempel).

Filologika

Benda koleksi ini menampilkan naskah kuno yang ditulis tangan yang menguraikan sesuatu hal atau peristiwa.

Keramologika

Isinya berbagai macam benda koleksi yang dibuat dari bahan tanah liat yang dibakar (baked clay) berupa barang pecah belah.

Seni Rupa

Koleksi di Museum Sri Baduga juga terdapat benda koleksi yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia melalui objek-objek dua atau tiga dimensi.

Historika

Benda koleksi ini mempunyai nilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejarah serta meliputi kurun waktu sejak masuknya pengaruh barat sampai sekarang (sejarah baru).

Benda-benda yang ditampilkan berhubungan dengan suatu peristiwa (sejarah) yang berkaitan dengan suatu organisasi masyarakat, misalnya, negara, kelompok, tokoh, dan lainnnya.

Tiket Masuk Museum Sri Baduga

Sebelum berkunjung, pastikan kamu sudah mengetahui harga tiket masuk Museum Sri Baduga Bandung.

Melansir sribaduga.jabarprov.go.id, berikut adalah harga tiket masuk Museum Sri Baduga Bandung:

Kategori

Harga Tiket Masuk

Anak, Pelajar (TK, SD, SMP)Rp2.000
Dewasa/Mahasiswa/SMA SederajatRp3.000
Warga Negara Asing Dewasa (Adult Foreign Tourists)Rp5.000
 
Warga Negara Asing Anak-Anak (Child Foreign Tourists)Rp4.000

Cara Menuju Museum Sri Baduga

museum sri baduga5.jpeg

Rute menuju Museum Sri Baduga mudah ditemukan karena lokasinya yang strategis dan berada di dekat Taman Tegallega.

Jika berangkat dari pusat Kota Bandung, museum ini dapat dijangkau dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum.

Menggunakan Kendaraan Pribadi

Jika menggunakan kendaraan pribadi, Museum Sri Baduga dapat diakses dari berbagai titik di Kota Bandung.

  • Dari pusat kota (Alun-Alun Bandung)

Rute tercepat adalah melalui Jalan Dewi Sartika, kemudian lanjutkan ke Jalan Otto Iskandar Dinata dan belok ke Jalan BKR.

Perjalanan ini biasanya memakan waktu sekitar 10-15 menit tergantung kondisi lalu lintas.

  •  Dari arah Tol Pasteur

Bagi wisawatan luar kota Bandung, setelah keluar dari gerbang Tol Pasteur, ambil jalur menuju pusat kota.

Ikuti Jalan Dr. Djunjunan, lalu menuju Jalan Pasirkaliki.

Dari sana, kamu bisa melanjutkan ke Jalan BKR untuk mencapai museum.

Menggunakan Transportasi Umum

Museum Sri Baduga juga mudah dijangkau menggunakan angkutan umum yang banyak tersedia di Bandung:

  • Angkot

Naik angkot rute Tegallega–Leuwipanjang atau Tegallega–Cibaduyut.

Kedua rute ini akan melewati Jalan BKR dan turun langsung di depan museum.

  • Bus Damri

Jika datang dari Bandara Husein Sastranegara, gunakan bus Damri yang menuju Terminal Leuwipanjang.

Dari terminal, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan angkot rute Tegallega–Leuwipanjang.

  • Kereta Api

Jika turun di Stasiun Bandung, museum berjarak sekitar 4 km.

Dari stasiun, kamu bisa menggunakan angkot rute Tegallega atau taksi/ojek online untuk menuju lokasi.
 

Waktu Operasional

SeninTutup
Selasa08:00 - 16:00
Rabu08:00 - 16:00
Kamis08:00 - 16:00
Jumat08:00 - 16:00
Sabtu08:00 - 14:00
Minggu08:00 - 14:00

Tempat Lain di Sekitar

Ulasan

4.5
4275 reviews

Properti Dijual di Bandung

Lihat Semua
Tipe Properti:

Properti Disewa di Bandung

Lihat Semua
Tipe Properti: