Stasiun Madiun: Jadwal, Rute, Harga & Fasilitas 2025
Jl. Kompol Sunaryo, Madiun Lor, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63122.


Tentang Stasiun Madiun
Stasiun Madiun berdiri di jantung kota, tepatnya di kawasan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo.
Letaknya bersebelahan dengan kawasan industri strategis, termasuk pabrik PT INKA, satu-satunya produsen kereta api di Indonesia.
Sebagai stasiun kelas besar tipe A, Stasiun Madiun bukan hanya titik transit, tetapi juga pusat operasional Daop VII PT KAI.
Bangunannya telah mengalami banyak perubahan sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1882.
Sisa-sisa gaya arsitektur lamanya sempat rusak parah akibat Peristiwa Madiun 1948, lalu diperbaiki besar-besaran.
Jalur-jalur kereta di sekitarnya juga mencerminkan jejak sejarah transportasi, termasuk rel ke Ponorogo yang kini nonaktif.
Rata-rata ribuan penumpang melintas setiap hari, terutama saat musim mudik dan libur panjang.
Di samping jalur reguler, Stasiun Madiun juga melayani rute khusus seperti KA Bandara Adi Soemarmo dan Madiun Jaya menuju Jakarta.
Sistem persinyalan sudah memakai teknologi elektrik modular buatan dalam negeri.
Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah kota dan PT KAI menginisiasi penataan ulang kawasan stasiun.
Fokusnya adalah modernisasi fasilitas publik dengan pendekatan go green.
Area depan stasiun direncanakan lebih ramah pejalan kaki, sejalan dengan citra Kota Madiun sebagai kota yang nyaman dan tertata.
Foto: Rizal Febri Ardiansyah via Wikipedia
Lokasi Strategis di Pusat Kota
Stasiun Madiun berada di jantung kota, mudah dijangkau dari berbagai arah. Letaknya berdekatan dengan jalan utama dan fasilitas publik, memudahkan akses.
Fasilitas Lengkap dan Modern
Dalam stasiun tersedia minimarket, gerai makanan cepat saji, dan tempat duduk yang memadai. Stasiun ini juga dilengkapi teknologi pemindai wajah untuk boarding.
Pelayanan Penumpang Terintegrasi
Dengan aplikasi Access by KAI, penumpang cukup menunjukkan wajah tanpa perlu mencetak tiket atau membawa KTP. Tersedia air minum gratis di beberapa titik serta kamar mandi bersih.
Aktivitas Tinggi, Koneksi Luas
Sebagai salah satu stasiun tersibuk di wilayah Daop VII, Stasiun Madiun melayani kereta ekonomi hingga eksekutif dengan rute ke berbagai kota besar.

Jadwal, Harga, dan Rute Stasiun Madiun
Stasiun Madiun melayani berbagai rute ke kota-kota besar di Pulau Jawa, termasuk:
- Jakarta (Pasar Senen & Gambir)
- Bandung (Kiaracondong)
- Yogyakarta
- Surabaya (Gubeng)
- Malang
- Purwokerto
- Cirebon
- Kutoarjo
- Tegal
- Semarang
- Jombang
- Magetan
Jadwal dan Harga Tiket Kereta Api dari Stasiun Madiun
Berikut adalah beberapa jadwal dan harga tiket kereta api dari Stasiun Madiun:
KA Sancaka (Madiun – Surabaya Gubeng)
Kelas Ekonomi: Berangkat pukul 00:22 WIB, tiba pukul 02:25 WIB. Harga tiket mulai dari Rp195.000
Kelas Eksekutif: Harga tiket mulai dari Rp240.000
KA Pasundan (Madiun – Kiaracondong, Bandung)
Kelas Ekonomi: Berangkat pukul 07:30 WIB, tiba pukul 18:58 WIB. Harga tiket mulai dari Rp280.000
KA Madiun Jaya (Madiun – Pasar Senen, Jakarta)
Kelas Ekonomi: Berangkat pukul 08:00 WIB, tiba pukul 17:03 WIB. Harga tiket mulai dari Rp350.000
Kelas Eksekutif: Harga tiket mulai dari Rp530.000
KA Argo Semeru Compartment (Madiun – Gambir, Jakarta)
Kelas Eksekutif: Berangkat pukul 11:06 WIB, tiba pukul 19:32 WIB. Harga tiket mulai dari Rp2.250.000
Untuk informasi jadwal terkini, disarankan memeriksa situs resmi KAI Commuter.
Foto: Rizal Febri Ardiansyah via Wikipedia

Fasilitas Stasiun Madiun
- Layanan check-in mandiri
- Pemindai wajah (face recognition scanner)
- Ruang tunggu berpendingin udara
- Toilet bersih dan gratis
- Air minum gratis (free drinking water)
- Area parkir kendaraan roda dua dan roda empat
- Minimarket (Indomaret Point, Alfa Express)
- Gerai makanan cepat saji (CFC)
- Kedai kopi dan roti (Roti O)
- Musala
- ATM
- Penjaja makanan lokal di sekitar area stasiun
- Lift dan tangga untuk akses ke peron
- Staf layanan pelanggan
- Pos keamanan
- Penyeberangan peron yang aman
- Area drop-off dan pick-up
Foto: Wibowo Djatmiko via Wikipedia
Sejarah Stasiun Madiun
Pembangunan jaringan kereta api di wilayah Madiun dimulai pada masa kolonial, ketika kebutuhan akan sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi meningkat pesat.
Pada pertengahan abad ke-19, kawasan ini berkembang menjadi sentra perkebunan dan industri pengolahan, terutama untuk tebu, teh, kopi, dan tembakau.
Untuk mendukung distribusi komoditas, pemerintah Hindia Belanda menerbitkan konsesi pembangunan jalur kereta api lintas Surabaya–Surakarta dan Madiun–Ponorogo pada 1873.
Jalur kereta Surabaya–Madiun selesai dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) dan mulai beroperasi pada 1 Juli 1882.
Kemudian dilanjutkan hingga Paron pada tahun berikutnya. Di sisi lain, Madiun juga terhubung ke arah selatan menuju Slahung melalui jalur yang saat ini sudah tidak aktif.
Aktivitas pengangkutan yang padat saat itu membuat kawasan Madiun menjadi simpul penting perkeretaapian di wilayah timur Pulau Jawa.
Stasiun Madiun sendiri mulai dibangun pada Januari 1897 oleh arsitek Belanda Frans Ghijsels dan dioperasikan pada Oktober 1898.
Selain stasiun, di sebelah utara juga didirikan Balai Yasa Lokomotif Uap untuk perawatan dan perbaikan lokomotif.
Fasilitas tersebut menjadi cikal bakal kompleks industri perkeretaapian yang saat ini berkembang menjadi PT Industri Kereta Api (INKA), produsen kereta terbesar di Asia Tenggara.
Memasuki dekade 1980-an, penggunaan lokomotif uap mulai ditinggalkan dan Balai Yasa, dialihfungsikan untuk kebutuhan pemeliharaan lainnya.
Sementara itu, Stasiun Madiun terus berfungsi sebagai stasiun kelas besar dan kini menjadi pusat dari Daerah Operasi VII PT KAI.
Meskipun banyak bangunan lama telah mengalami renovasi, posisi dan fungsinya tetap strategis, melayani berbagai rute dari dan menuju kota-kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, hingga Malang.
Waktu Operasional
| Senin | 00:00 - 23:59 | |
| Selasa | 00:00 - 23:59 | |
| Rabu | 00:00 - 23:59 | |
| Kamis | 00:00 - 23:59 | |
| Jumat | 00:00 - 23:59 | |
| Sabtu | 00:00 - 23:59 | |
| Minggu | 00:00 - 23:59 |
Tempat Lain di Sekitar
Ulasan
Bersih, Mudah Dijangkau
Stasiun Madiun ternyata lumayan oke banget! Tempatnya bersih dan luas, gampang dijangkau karena ada di tengah kota. Buat yang laper atau butuh belanja dadakan, tenang aja, di dalam udah ada minimarket sama tempat makan. Sayangnya agak panas sih di dalem, dan parkiran mobilnya super mepet. Kalau rame? Waduh, siap-siap muter-muter nyari spot deh! Tapi overall worth it lah ya, apalagi buat yang mau naik kereta jarak jauh. Cuma inget-inget aja dateng lebih awal biar dapet parkir!
Cukup Luas & Strategis
Stasiun Madiun merupakan stasiun Daop 8 yang cukup unik karena terdapat dipo lokomotif kereta milik INKA disini. Stasiun ini cukup Luas, melayani kereta dari berbagai arah serta berbagai kelas termasuk kereta api ekonomi dengan berbagai jadwal keberangkatan. Diluar stasiun sudah banyak tukang becak, ojek, hingga makanan khas yaitu pecel juga ada. Sangat strategis. Dulu diharuskan menunjukkan hasil rapid antigen pas covid.
Fasilitas Lengkap
stasiun besar di kota madiun, lokasinya bersebelahan dengan PT Inka . stasiun ini menghubungkan kereta ke arah timur dan arah barat. dulu banyak penjual pecel pincuk di stasiun ini, banyak penumpangi beli maem nasi pecel ditambah peyeknya. yang terlihat dari atas kereta di peron stasiun ada roti O, alfa express, CFC dan indomaret point.
Bisa Pakai Face Recognition
Keren, sudah pakai face recognation scanner, tinggal menunjukkan muka Anda sebelum masuk boarding room, apabila sudah pakai aplikasi Access by KAI, Anda bisa langsung masuk tanpa KTP dan tiket lagi. Dan ada free drinking water di beberapa tempat. Kamar mandi bersih. Tertib dan ramah stafnya. Pertahankan !
Infrastruktur Memadai
Stasiun yang cukup besar, bagus dan tersibuk di Daop VII Jawa Timur. Fasilitas penunjang pelayanan penumpang sudah cukup baik. Infrastruktur stasiun itu sendiri juga sudah memadai. Mungkin perlu perluasan lahan parkir roda 4 saja..☺👍 …


