Kelebihan, Kekurangan, dan Jenis-Jenis Pondasi Rumah Batu Kali

Last update: 19 September 2024 4 min read
Author:

Pondasi rumah batu kali adalah jenis pondasi yang memanfaatkan batu alam sebagai material utamanya.

Batu-batu ini disusun sedemikian rupa, lalu dicampur dengan bahan pengikat seperti semen dan pasir.

Proses pengikatan ini dilakukan agar pondasi menjadi satu kesatuan yang kukuh.

Karena itu, tidak heran jika pondasi batu kali banyak dipilih oleh masyarakat, terutama yang ingin membangun hunian satu lantai.

Lalu, apa sih kelebihan dan kekurangan jenis pondasi ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Baca juga: 8 Cara Membuat Pondasi Rumah yang Bagus & Tahan Gempa

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Rumah Batu Kali

Kelebihan

1. Kuat dan Tahan Lama

Pondasi Rumah Batu Kali

Foto: serpongnaturacity.co.id

Batu kali yang berasal dari alam memiliki daya tahan prima.

Jika dijadikan sebagai pondasi, jenis batu ini dikenal kuat, kukuh dan tidak mudah terpengaruh oleh perubahan suhu atau cuaca.

2. Mudah Didapatkan

Batu kali cukup umum digunakan dalam dunia konstruksi.

Tidak cuma pondasi, material ini juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Karena itu, cukup mudah menemukan toko bangunan yang menjual batu kali di sekitar rumah.

3. Biaya Pembuatannya Murah

Jika dibandingkan dengan jenis pondasi lain, biaya pembuatan pondasi batu kali tergolong murah.

Salah satu alasannya karena material ini mudah didapatkan.

Hal inilah yang menekan biaya transportasi dan logistik barang tersebut.

4. Pemasangannya Mudah

Selain murah, pemasangan pondasi rumah batu kali cukup mudah dan praktis.

Tukang hanya perlu menyebar batu kali ke area pondasi, lalu tambahkan semen dan pasir sebagai pelekatnya.

Pemasangan yang mudah membuat waktu pengerjaan menjadi lebih cepat.

Namun, tukang harus jeli saat mengisi celah di antara batu, agar pondasi yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Kekurangan

1. Kurang Ideal untuk Bangunan Bertingkat

Pondasi rumah batu kali tidak cukup kuat untuk menopang bangunan tinggi, terutama rumah yang punya lebih dari dua lantai.

Karena itu, penggunaan pondasi batu kali lebih disarankan untuk jenis rumah sederhana satu lantai saja.

Meski begitu, ada pula orang yang menggunakan pondasi batu kali untuk rumah dua lantai.

Syaratnya struktur tanah harus mendukung, serta pondasi yang dibuat benar-benar bagus.

2. Tidak Cocok untuk Tanah Lunak

Apakah Anda berencana membangun rumah di atas tanah bekas sawah atau tanah lunak? Jika iya, hindari penggunaan pondasi batu kali.

Pasalnya, pondasi tersebut dianggap kurang ideal untuk area tanah lunak dan berair karena sifatnya yang mudah menyerap.

Bila dibiarkan di dalam tanah yang lembap, kekuatan batu kali akan menurun.

3. Mudah Retak

Walau kokoh dan kuat, pondasi batu kali dianggap tidak fleksibel terhadap gempa.

Alhasil, getaran dari gempa dapat menimbulkan retakan pada pondasi.

Jenis-Jenis Batu Kali

batu kali belah

Foto: tokopedia.com/golden999-store

Secara umum, ada dua jenis batu kali yang dapat digunakan sebagai pondasi, antara lain:

1. Batu Kali Belah

Jenis pertama adalah batu kali belah yang ukurannya paling besar.

Sesuai namanya, batu kali ini bentuknya seperti dibelah-belah.

Dengan permukaannya yang kasar, batu kali belah mampu mengikat semen dengan baik.

2. Batu Kali Bulat

Lalu, ada pula batu kali bulat yang ukurannya lebih kecil dari batu belah.

Jenis batu ini biasanya berasal dari aliran sungai.

Kekurangannya, batu kali bulat mempunyai permukaan yang lebih halus.

Hal itu membuat daya rekatnya terhadap semen dan mortar kurang maksimal.

Pondasi Batu Kali vs Cakar Ayam

Kebanyakan orang sering membandingkan pondasi rumah batu kali dengan cakar ayam.

Keduanya dianggap mirip, tetapi sejatinya punya karakteristik berbeda.

Biar lebih tergambar, berikut perbandingan di antara keduanya:

1. Struktur

Seperti disebutkan, batu kali terdiri dari susunan batu yang diikat dengan campuran semen dan pasir.

Sedangkan pondasi cakar ayam terbuat dari pelat beton bertulang.

2. Peruntukkan

Batu kali  cenderung lebih cocok untuk jenis rumah satu dan dua lantai.

Sementara, cakar ayam memiliki daya tahan yang bagus sehingga dapat digunakan untuk rumah lebih dari dua lantai.

3. Kondisi Tanah

Batu kali ideal diterapkan pada jenis tanah keras dan stabil, sedangkan cakar ayam bisa diaplikasikan pada jenis tanah lunak atau kurang stabil.

4. Proses dan Biayanya

Proses pembuatan batu kali lebih sederhana sehingga harga jualnya tergolong murah.

Sedangkan proses pembuatan cakar ayam lebih rumit dan lama, sehingga dibanderol dengan harga yang lebih mahal.

Baca juga: Cara Menghitung Volume Pondasi Rumah sesuai Jenisnya

Itulah ulasan mengenai pondasi rumah batu kali yang menarik untuk diketahui.

Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, Insan menjadi penulis lepas yang fokus dengan topik gaya hidup dan sepak bola. Kini, menulis di 99 Group dengan membahas seputar properti, termasuk desain rumah dan info KPR.