4 Jenis Pondasi Tanah Lunak yang Cocok untuk Bangunan Rumah

Last update: 2 Juli 2024 3 min read
Author:

Sebelum membangun sebuah rumah, penting untuk mengetahui jenis-jenis pondasi tanah lunak.

Ini dimaksudkan agar rumah tersebut dapat berdiri dengan tegak, tanpa perlu khawatir terjadi penurunan pondasi.

Di Indonesia sendiri, kondisi tanah lunak kerap ditemukan pada area bekas persawahan atau rawa.

Meski lahan tersebut layak dijadikan hunian, pondasi bangunannya harus dirancang secara tepat agar sanggup menahan beban besar di atasnya.

Jika tidak, maka terdapat risiko bangunan ambruk atau penurunan pondasi secara signifikan.

Demi mengantisipasi masalah tersebut, berikut jenis-jenis pondasi untuk tanah lunak yang bisa diaplikasikan.

Jenis-Jenis Pondasi untuk Tanah Lunak

1. Pondasi Cakar Ayam

Pondasi untuk Tanah Lunak

Pondasi untuk tanah lunak yang pertama adalah cakar ayam.

Cakar ayam merupakan jenis pondasi yang diciptakan oleh orang Indonesia bernama Prof. Dr. Ir. Sedijatmo.

Jenis pondasi ini cocok untuk berbagai jenis tanah, termasuk tanah lunak sampai berlumpur.

Kemampuan dalam menahan dan mendistribusikan beban secara merata membuat jenis pondasi ini ideal diaplikasikan pada tanah lunak.

Terlebih, pondasi cakar ayam sendiri sudah populer di Indonesia, sehingga tukang bangunan sudah terbiasa dalam merancang pondasi tersebut.

Dalam penerapannya, pondasi cakar ayam bisa diterapkan untuk rumah atau bangunan berlantai 2-3.

2. Pondasi Sumuran

Jenis pondasi selanjutnya adalah sumuran, atau dikenal juga dengan sebutan pondasi tiang.

Seperti namanya, pondasi sumuran mempunyai bentuk silinder atau tabung, serupa sumur.

Pondasi sumuran terbuat dari rangkaian tiang-tiang beton yang dikumpulkan.

Kemudian, tiang-tiang tersebut dimasukkan ke dalam tanah sampai mencapai struktur tanah yang stabil atau keras.

Maka itu, pondasi sumuran bisa menjadi opsi saat membangun rumah di atas tanah yang kurang stabil.

Bahkan, menurut berbagai sumber, pondasi sumuran tergolong tahan terhadap gempa karena dapat mendistribusikan beban secara efisien.

Akan tetapi, pondasi sumuran sendiri memiliki kekurangan dari segi biaya.

Karena tanah harus dibor terlebih dahulu, pengaplikasian pondasi ini tergolong cukup mahal.

3. Pondasi Raft

Pondasi untuk Tanah Lunak

Foto: jharwinata.blogspot.com

Pondasi untuk tanah kurang ideal berikutnya adalah pondasi raft.

Secara umum, pondasi raft merupakan jenis pondasi dangkal dengan volume besar yang strukturnya terbuat dari beton bertulang.

Dalam beberapa waktu terakhir, jenis pondasi ini sering menjadi pilihan para kontraktor dalam membangun konstruksi bangunan bertingkat.

Alasannya karena raft bisa diaplikasikan untuk tanah yang kurang stabil, seperti lunak atau tidak rata.

Tidak hanya jenis gedung bertingkat, dalam kondisi tertentu pondasi raft dapat digunakan untuk kebutuhan pembangunan konstruksi ringan.

4. Pondasi Melayang

Pondasi melayang atau shallow foundation banyak direkomendasikan ahli konstruksi untuk lahan yang kurang stabil

Pondasi melayang merupakan jenis pondasi yang berada di bawah permukaan tanah secara dangkal.

Ada dua tipe pondasi melayang, antara lain:

1). Pondasi Balok

Pondasi ini terdiri dari balok beton yang disimpan di bawah dinding bangunan.

Jenis pondasi balok dianggap cocok untuk jenis bangunan dengan beban ringan seperti rumah.

2). Pondasi Plat

Jenis pondasi melayang kedua adalah pondasi plat.

Pondasi ini merupakan perluasan dari pondasi balok.

Dengan begitu, pondasi plat bisa dipakai untuk menahan beban bangunan yang lebih berat.

Itulah beberapa jenis pondasi yang cocok untuk area tanah lunak.

Semoga artikel ini bermanfaat!

 

Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, Insan menjadi penulis lepas yang fokus dengan topik gaya hidup dan sepak bola. Kini, menulis di 99 Group dengan membahas seputar properti, termasuk desain rumah dan info KPR.