
Dua material yang sering digunakan untuk plafon atau dinding adalah Glassfiber Reinforced Cement (GRC) dan gypsum.
Keduanya populer karena harga yang terjangkau dan kemudahan dalam pemasangan.
Jika dilihat secara sekilas, GRC board dan gypsum memang tampak serupa sehingga banyak orang kerap kesulitan membedakannya.
Namun, sebenarnya terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara GRC dan gypsum, baik dari segi komposisi, kekuatan, maupun ketahanannya.
Lantas, apa bedanya GRC dan gypsum?
Melansir sejumlah sumber, berikut sejumlah perbedaan GRC dan gypsum.
Perbedaan GRC dan Gypsum

1. Pengertian
Perbedaan GRC dan gipsum pertama dapat diketahui dari bahan pembuatnya.
GRC adalah sebuah material yang biasanya dibuat dari campuran serat kaca, beton, dan semen.
Campuran ketiga bahan tersebut membuat GRC memiliki ketahanan yang tinggi.
Keunggulan utama yang dimiliki oleh GRC adalah material ini mudah dibentuk, sangat kuat, dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
Kendati demikian, GRC juga memiliki sejumlah kekurangan seperti mudah retak pada sambungannya serta variasi produknya terbatas.
Di sisi lain, gypsum adalah mineral yang umumnya ditemukan dalam batuan sedimen.
Jenis material ini sering dipilih sebagai bahan dasar partisi dinding, plafon, ornamen ruangan, ataupun pengisi celah.
Gypsum memiliki karakteristik khas, yaitu terdiri dari dua lembaran kertas tebal yang membungkus bagian intinya.
Keunggulan utama gypsum adalah mudah dipasang, dapat disesuaikan dengan berbagai desain dan warna, serta mudah ditemukan di pasaran.
Baca juga: Ketahui Jenis Dinding Rumah dan Tips Merawatnya
2. Ketahanan
Jika dibandingkan dengan gypsum, GRC memiliki ketahanan yang lebih baik.
Sebab, GRC terbuat dari bahan utama semen dan serat kaca yang dikenal sangat tangguh.
Tak hanya itu, GRC juga lebih tahan terhadap air dan kelembapan.
Sedangkan gypsum kurang tahan terhadap kelembapan sehingga membuatnya lebih rentan rusak.
Karena ketahanannya tersebut, gypsum lebih cocok digunakan untuk plafon rumah.
Sementara GRC dapat digunakan untuk bagian plafon, kubah, dinding, atau bagian lainnya.
3. Pemasangan
Perbedaan GRC dan gypsum lainnya juga dapat diketahui dari proses pemasangannya.
GRC biasanya memerlukan waktu proses pemasangan yang lebih lama karena bobotnya yang lebih berat.
Sebaliknya, pemasangan gypsum dapat berlangsung lebih cepat karena bobotnya lebih ringan.
4. Penempatan

Material GRC dapat digunakan untuk berbagai kondisi lingkungan karena tahan terhedap kelembapan dan serangan rayap.
Untuk gypsum, material ini umumnya memiliki sifat yang tidak terpengaruh oleh suhu ruangan.
Akan tetapi, gypsum lebih rentan rusak karena air atau serangan rayap.
5. Perawatan
Beda GRC dan gypsum selanjutnya yakni dalam soal perawatan.
Ketahanan yang cukup tinggi membuat GRC memerlukan perawatan yang lebih praktis dibandingkan dengan gypsum.
Hal ini tentu berbeda dengan gypsum yang memerlukan perawatan rutin supaya tidak cepat rusak.
6. Harga
Harga GRC lebih mahal dibandingkan dengan gypsum karena kualitasnya yang lebih baik.
Maka, material GRC dapat dipilih jika kamu menginginkan plafon berkualitas.
Sementara itu, gypsum dijual dengan harga yang lebih murah dan dapat menjadi alternatif jika kamu memiliki anggaran terbatas.
7. Penggunaan
Perbedaan GRC dan gypsum yang terakhir adalah penggunaannya.
GRC kerap digunakan untuk proyek bangunan seperti rumah atau gedung bertingkat.
Di sisi lain, gypsum biasanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau proyek bangunan yang berukuran kecil.
Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Plafon PVC dengan Mudah dan Tepat
Demikian ulasan mengenai perbedaan GRC dan gypsum.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya!