Waterfront City, Pengertian, Jenis hingga Contoh Kotanya di Indonesia

Last update: 22 Juli 2023 6 min read
Author:

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Indonesia memiliki sekitar 516 kota.

Hampir setengahnya merupakan kota yang dikelilingi oleh perairan seperti laut, sungai, dan danau.

Jadi, jangan heran kalau pengelolaan kota-kota tersebut menggunakan konsep kota tepi air alias waterfront city.

Mengingat potensi Indonesia dalam hal ini, pihak swasta pun tidak mau ketinggalan.

Hari ini, banyak perusahaan pengembang properti yang mengerjakan proyek hunian dengan konsep satu ini. 

Pengertian Waterfront City

Pengertian Waterfront City

Jadi, apa itu waterfront city? Singkatnya, waterfront city adalah konsep pengembangan daerah di dekat perairan, baik itu pantai, sungai, ataupun danau.

Dalam Bahasa Indonesia, secara harfiah water front city berarti daerah tepian laut atau bagian kota yang berbatasan atau berhadapan dengan perairan.

Namun tahukah kamu, sebenarnya penerapan konsep water front city sudah dilakukan sejak zaman dahulu?

Seperti diketahui, daerah tepian air pada masa kerajaan Hindu-Buddha hingga Islam ramai oleh kegiatan perdagangan, yang kemudian berkembang menjadi permukiman.

Namun istilah waterfront city sendiri pertama kali dipakai pada 1980, ketika terjadi revitalisasi kawasan industri di pesisir San Fransisco, Amerika Serikat.

Setelah itu, banyak kota di Dubai serta beberapa kota di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia, melakukan pengelolaan wilayah dengan konsep ini.

Prinsip Perancangan Waterfront City

Prinsip Perancangan Waterfront City

Ketika suatu kota akan dikembangkan menjadi kawasan tepi laut, maka ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. 

Menurut penulis buku “Waterfront Development” L. Azeo Torre, berikut prinsip-prinsip yang harus ada di dalam water front city

  • Terjalin kerja sama berbagai pihak dalam pengembangan kawasan tepi air sebagai suatu daya tarik bagi pengunjung.
  • Pengembangan konsep tepi air melalui potensi yang ada pada kawasan sebagai suatu daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke kawasan tersebut. 
  • Pengembangan aktivitas di kawasan tepi air dan menikmati aktivitas di sekitar pelabuhan sebagai sebuah potensi untuk memberikan pengalaman yang berharga bagi pengunjung.
  • Pengembangan tema pada pintu masuk dari sungai, danau menjadi pengembangan aktivitas utama di kawasan tepi air.  

Lalu apa saja jenis-jenis water front city?

Jenis-jenis Waterfront City

Jenis-jenis Waterfront City

Foto: Unsplash

Jenis-jenis waterfront city dibagi menjadi dua kategori, yaitu berdasarkan tipe pembangunannya dan berdasarkan fungsinya.

Nah, kedua pembagian tersebut memiliki turunan lagi yang akan dijelaskan secara lebih detail melalui pemaparan di bawah ini.

3 Jenis Waterfront City Berdasarkan Tipe Pembangunan:

  • Konservasi: jenis ini mengacu pada usaha pemeliharaan dan perlindungan daerah tepian air dengan cara mempertahankan komponen-komponen lingkungan. Contohnya konservasi hutan mangrove di pesisir pantai yang bermanfaat untuk melestarikan habitat hewan-hewan air.
  • Redevelopment: Istilah pembangunan kembali merujuk pada upaya untuk meningkatkan nilai dan fungsi sebuah kawasan yang sudah ada sebelumnya. Selain kondisi fisik suatu kawasan saja, diharapkan kalau proses ini membawa perubahan positif dari segi ekonomi dan budaya masyarakat di sekitarnya.
  • Development: Konsep kota tepian air ini berarti memulai semuanya dari nol. Tentunya, proses ini harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.

Selanjutnya, ada beberapa jenis kota tepian air yang didasarkan sesuai fungsinya, yaitu:

4 Jenis Waterfront City Berdasarkan Fungsi:

  • Mixed Use Waterfront: Jenis kota satu ini memadukan perumahan, perkantoran, restoran, pasar, rumah sakit, dan atau tempat-tempat kebudayaan. Fasilitas publik yang menunjang kehidupan tersebut difungsikan dalam satu atau lebih bangunan multifungsi (mixed-use building).
  • Recreational Waterfront: Kota tepian air beikutnya menyediakan semua sarana-sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan hiburan dan rekreasi. Oleh sebab itu, tersedia fasilitas taman, arena bermain, tempat pemancingan, hingga fasilitas untuk kapal pesiar di sini.
  • Residential Waterfront: Nah, jenis selanjutnya mengacu pada kawasan pemukiman atau hunian di daerah tepian air. Kamu bisa menemukan perumahan, apartemen alias hunian vertikal, hotel, resort, dan lain sebagainya di residential waterfront ini.
  • Working Waterfront: Jenis yang terakhir adalah working waterfront, jenis kota tepian air yang berfungsi sebagai area bisnis dan komersial. Tak heran apabila banyak terdapat tempat-tempat penangkapan ikan, reparasi kapal pesiar, industri berat, dan fungsi-fungsi pelabuhan.

Beberapa Contoh Waterfront City di Indonesia

Tahukah kamu, tinggal di hunian dengan konsep waterfront living dapat meningkatkan kualitas hidup khususnya dari sisi psikologis.

Jika berminat tinggal di dalam kawasan dengan konsep ini, bisa cek beberapa waterfront city di Indonesia berikut ini:

Waterfront City Labuan Bajo

Waterfront City Labuan Bajo

Foto: Good News From Indonesia

Labuan Bajo merupakan salah satu kawasan yang menggunakan konsep kota tepi perairan yang sudah terkenal hingga mancanegara. 

Ada banyak hunian, hotel, hingga resort mewah yang memanjakan pengunjung dengan service kelas dunia. 

Terdapat pula beberapa ruang terbuka untuk masyarakat umum agar bisa menikmati kawasan yang menjadi rumah dari satwa langka Komodo ini.

Waterfront City Makassar

Waterfront City Makassar

Foto: Unsplash

Ibu kota Sulawesi Selatan ini memiliki perencanaan yang cukup matang dalam penataan kotanya, yang juga menerapkan konsep kota tepi perairan. 

Jika tertarik untuk tinggal di kota ini, kamu bisa mengecek rumah yang ada di Summarecon Mutiara Makassar.

Tak hanya menyajikan rumah tapak minimalis, perumahan satu ini juga memberikan view langsung ke Selat Makassar yang indah.

Waterfront City Pontianak

Waterfront City Pontianak

Foto: iStock

Seperti yang diketahui, Kota Pontianak dilewati oleh Sungai Kapuas yang menjadi sungai terpanjang di Indonesia.

Tak hanya menjadi pusat ekonomi, Sungai Kapuas kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus hunian bagi masyarakat Pontianak. 

Mereka dapat menikmati keindahan sungai ini sejak dibangunnya Waterfront City Pontianak yang didirikan oleh pemerintah Kota Pontianak sejak tahun 2017.

Jika tertarik untuk tinggal di kota ini, kamu bisa mengecek beragam pilihan rumah dijual di Pontianak hanya di 99.co Indonesia.

Waterfront City Balikpapan

Waterfront City Balikpapan

Foto: Unsplash

Selain Pontianak, kota lain di Kalimantan yang mengusung konsep water front city adalah Balikpapan.

Kota ini sendiri menjadi rumah dari Borneo Bay City, perumahan modern yang menjadi maha karya dari Agung Podomoro Group.

Borneo Bay City tepat berada di tepi Selat Makassar dan posisinya menghadap ke laut lepas nan biru. Terbayang bagaimana indahnya, kan?

Waterfront City Batam

Waterfront City Batam

Terakhir ada Kota Batam yang dikembangkan dengan konsep water front city sebagai pusat perdagangan terbesar di Indonesia bagian barat. 

Batam menjadi salah satu akses keluar masuk perdagangan di tiga negara di ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura. 

Di kota ini banyak dibangun hotel, bangunan, dan fasilitas umum lainnya yang menunjang proses transaksi perdagangan ekspor dan impor.

Kamu bisa menemukan banyak rekomendasi rumah dijual di Batam dengan desain dan harga yang beragam.

Itulah penjelasan tentang konsep water front city beserta jenis dan contoh kotanya di Indonesia.

Semoga artikel ini bermanfaat!

 

Miyanti adalah senior content writer yang aktif menulis artikel dan mikrokopi sejak 2017. Dia berpengalaman menulis artikel bertema properti, desain, kuliner, keuangan dan traveling. Pada 2020 bergabung dengan 99 Group untuk menulis panduan property Rumah123 dan 99.co Indonesia.