Seluk Beluk Rumah Sehat Sederhana yang Harus Diketahui

Last update: 4 Mei 2025 5 min read
Author:

Selain pangan dan sandang, manusia harus memenuhi kebutuhan papan alias tempat tinggal.

Dulu tempat tinggal hanya terbatas pada bangunan fisik untuk membangun pertahanan diri dari serangan binatang buas.

Namun, kini makna tempat tinggal sudah berkembang sedemikian rupa sehingga fungsinya menjadi lebih luas lagi.

Sudah seharusnya tempat tinggal dalam suatu lingkungan dilengkapi oleh sarana dan prasarana yang mendukung perkembangan penghuni.

Perkembangan di sini meliputi perkembangan jasmani, rohani, psikologis, sosial, dan lain sebagainya sehingga bisa bermasyarakat.

Mengingat kebutuhan tersebut, pemerintah pun mencetuskan sejumlah ketentuan rumah sehat sederhana yang layak dihuni.

Mungkin di antara pembaca masih ada yang bertanya-tanya apa itu rumah sehat sederhana?

Jadi sebelum mengulas ketentuan rumah sehat sederhana dari pemerintah, kami ingin menyampaikan pengertiannya terlebih dulu.

Apa Itu Rumah Sehat Sederhana?

Makna rumah dan perumahan secara umum tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011.

Menurut UU tersebut rumah adalah bangunan gedung yang mempunyai fungsi-fungsi di bawah ini.

  • Tempat tinggal layak huni

  • Sarana pembinaan keluarga

  • Cerminan harkat dan martabat penghuni

  • Aset bagi pemiliknya

Lalu perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman, baik di perkotaan maupun perdesaan.

Perumahan hendaknya dilengkapi oleh prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni.

Prasarana meliputi kelengkapan dasar fisik lingkungan hunian yang harus memenuhi standar tertentu.

Tujuannya untuk kebutuhan bertempat tinggal yang layak, sehat, aman, dan nyaman.

Adapun sarana, yaitu fasilitas yang berfungsi mendukung penyelenggaraan serta pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.

Berdasarkan uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa pengertian rumah sehat adalah sebagai berikut.

“Rumah yang memungkinkan penghuninya untuk mengembangkan dan membina fisik mental maupun sosial keluarga.”

Sementara rumah sehat sederhana, yaitu rumah yang dibangun dengan menggunakan bahan bangunan dan konstruksi sederhana.

Namun, masih memenuhi standar kebutuhan minimal dari aspek kesehatan, keamanan dan kenyamanan rumah sehat.

Rumah sehat sederhana dibangun dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan potensi lokal.

Potensi tersebut meliputi potensi fisik seperti bahan bangunan, geologis, dan iklim setempat.

Selain itu, ada juga potensi sosial budaya yang meliputi arsitektur lokal dan pandangan tentang cara hidup.

Ketentuan Rumah Sehat Sederhana

Sasaran penyediaan rumah sehat sederhana adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Rumah ini harus menjadi kediaman yang layak huni dan harganya terjangkau oleh MBR maupun masyarakat menengah.

Adapun ketentuan rumah sehat sederhana terkait kebutuhan ruang, aspek kesehatan dan kenyamanan, serta keamanan dan keselamatan.

Ketentuan Terkait Kebutuhan Ruangan dan Kavling

Ketentuan rumah sehat sederhana terkait kebutuhan ruangan mencakup kebutuhan per orang.

Kebutuhan dihitung berdasarkan aktivitas dasar manusia dalam rumah seperti tidur, makan, kerja, duduk, mandi, kakus, cuci dan masak.

Selain itu, rumah sehat sederhana harus bisa mengakomodasi kebutuhan gerak lainnya.

Berdasarkan hasil kajian, pemerintah pun menentukan kebutuhan ruangan minimal per orang, yaitu 9 m2.

Selain itu, pemerintah pun menyarankan tinggi minimal langit-langit atau plafon, yaitu 2,80 m.

Sementara luas kavling yang dibutuhkan minimum 60 m2 dan maksimum 200 m2, sedangkan luas ideal, yaitu antara 72-90 m2.

Ketentuan Terkait Aspek Kesehatan dan Kenyamanan

Ketentuan rumah sehat sederhana terkait aspek kesehatan dan kenyamanan dipengaruhi oleh tiga hal.

Tiga hal tersebut, yaitu aspek pencahayaan, pengaliran udara, serta kelembaban dalam ruangan. 

Demi mendapatkan pencahayaan alami yang baik, posisi rumah ideal adalah sesuai dengan orientasi peredaran matahari dan arah angin.

Sementara pengaliran udara wajib memenuhi kebutuhan oksigen setiap penghuni rumah (dewasa antara 16-24 m3 dan anak 8–12 m3).

Adapun ketentuan lubang untuk pengaliran udara, yaitu minimal 5% dari luas lantai ruangan.

Kemudian kelembaban dalam ruangan yang baik adalah sesuai dengan suhu tubuh penghuni.

Baca juga:

7 Model Ventilasi Rumah yang Tepat untuk Hunian Lebih Sehat

Ketentuan Terkait Aspek Keamanan dan Keselamatan

Rumah sehat sederhana yang memenuhi standar keamanan dan keselamatan wajib mempunyai struktur bangunan pokok.

Struktur tersebut meliputi pondasi, dinding, rangka bangunan, lantai, serta atap.

Sementara bagian lain seperti langit-langit, talang, dan sebagainya merupakan pelengkap estetika banguna saja.

Berikut informasi detail ketentuan pondasi, dinding, rangka bangunan, dan atap rumah sehat sederhana.

Bagian lantai tidak akan dijelaskan, karena berkaitan erat dengan kebutuhan ruangan dan kavling.

Ketentuan Pondasi

Sistem pondasi yang digunakan oleh rumah sehat sederhana sebaiknya menggunakan sistem pondasi setempat.

Pada sistem pondasi setempat material yang digunakan, yaitu batu kali, pasangan beton tanpa tulang.

Selain itu, terapkan juga sistem pondasi tidak langsung yang terbuat dari bahan kayu ulin.

Ketentuan Dinding

Rumah sehat sederhana sebaiknya mempunyai dinding dengan bahan conblock, papan, setengah conblock atau setengah papan.

Lalu ukuran conblock yang digunakan tidak boleh asal, tetapi harus memenuhi syarat SNI PKKI NI-05.

Dinding papan harus dipasang pada rangka yang kokoh. Nah, untuk rangka, gunakan kayu ukuran 5/7 dengan jarak maksimum 100 cm.

Ketentuan Rangka Bangunan

Rangka bangunan untuk rumah full tembok harus dibuat dari struktur beton bertulang.

Sementara untuk rumah setengah tembok, gunakan setengah rangka dari beton bertulang dan setengahnya lagi dari kayu.

Lalu untuk sloof sangat disarankan untuk menggunakan beton bertulang agar lebih kokoh.

Ketentuan Atap

Rumah sehat sederhana menggunakan atap pelana dengan kuda-kuda yang terbuat dari rangka kayu.

Kayu yang digunakan untuk rangka sebaiknya memenuhi standar kelas kuat dan awet II berukuran 5/10.

Sementara kemiringan sudut atap harus mempertimbangkan kenyamanan ruangan, yaitu minimal 20o.

Itulah seluk beluk rumah sehat sederhana yang penting untuk diketahui, apalagi kalau Anda berencana beli rumah subsidi.

Rumah subsidi dari pemerintah jelas harus memenuhi sejumlah ketentuan yang sudah diuraikan dalam artikel ini.

Semoga informasinya bermanfaat dan temukan rumah subsidi pilihan hanya di 99.co Indonesia.

 

Miyanti adalah senior content writer yang aktif menulis artikel dan mikrokopi sejak 2017. Dia berpengalaman menulis artikel bertema properti, desain, kuliner, keuangan dan traveling. Pada 2020 bergabung dengan 99 Group untuk menulis panduan property Rumah123 dan 99.co Indonesia.