10 Jenis Pondasi Rumah Berdasarkan Klasifikasi dan Fungsinya

Last update: 19 Agustus 2025 5 min read
Author:

Mengetahui jenis pondasi rumah memang sangat penting, apalagi jika kamu berencana membangun sebuah hunian. 

Pondasi sendiri berfungsi sebagai penahan beban bangunan yang ada di atas tanah.

Dengan adanya pondasi, suatu bangunan menjadi lebih kokoh, kuat serta aman dari risiko kerusakan. 

Meski begitu, perlu diingat jika pondasi rumah sebenarnya terdiri dari beberapa jenis.

Jenis-jenis tersebut pun dikelompokkan ke dalam dua klasifikasi dasar, yakni Pondasi Dangkal dan juga Pondasi Dalam. 

Uniknya, jenis-jenis tersebut memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, agar tidak salah dalam memilih jenis pondasi rumah yang tepat, simak ulasan lengkap mengenai klasifikasi dan fungsi pondasi hunian di bawah ini.

Klasifikasi Pondasi Rumah yang Patut Diketahui

Seperti yang telah disebutkan, setidaknya ada dua klasifikasi rumah yang sering diaplikasikan pada konstruksi hunian yakni dangkal dan dalam, kedua klasifikasi ini memiliki arti yang berbeda-beda.

Pondasi dangkal sendiri artinya pondasi tersebut dibuat pada kedalaman rendah, yakni hanya 1/3 dari panjang pondasi serta memiliki kedalaman maksimal hingga 3 m saja.

Sedang pondasi dalam, berarti pondasi rumah tersebut dibuat dengan kedalaman lebih dari 3 m. 

Pondasi ini biasa digunakan pada permukaan tanah yang tidak terlalu kokoh.

Ditambah lagi, pondasi ini biasanya digunakan digunakan pada bangunan yang cukup lebar (dari segi ukuran), dengan jarak antar tiang bangunan berkisar 6 m.

Nah, dari sini kita bisa mengetahui apa saja jenis-jenis pondasi rumah yang tergolong pondasi dalam ataupun dangkal. 

Klasifikasi pondasi dangkal terdiri dari Pondasi Tiang Pancang, Piers dan Caissons.

Sedang klasifikasi pondasi dangkal, terdiri dari Jenis Pondasi Tapak, Jalur, Rakit, Sumuran, Umpak, Plat Beton Jalur serta Pondasi Strauss Pile. Agar lebih jelas, berikut penjabarannya:

Inilah 3 Jenis Pondasi Dangkal dan Kegunaannya

  • Pondasi Tiang Pancang

jenis pondasi rumah

Jika rumah yang ingin dibangun berada di kontur tanah yang lembek, tanah berawa atau tanah yang memiliki kandungan, maka aplikasi pondasi tiang pancang sangat cocok digunakan.

Pondasi yang satu ini terbuat dari beton, sebelum ditanam tanah tempat tiang berdiri dibor secara manual lebih dulu. 

Berkat ketebalannya tiang ini ampuh diaplikasikan agar bangunan tetap kokoh.

  • Pondasi Piers

Berbeda dengan tiang pancang, jenis pondasi piers dibuat dengan cara memasang struktur pondasi ke dalam galian tanah. 

Banyak orang tertarik mengaplikasikan teknik ini karena dianggap lebih murah.

Secara kasat mata, pondasi ini dapat dilihat dari bentuknya yang persegi panjang serta terbuat dari beton precast. 

Ada pula pondasi piers berbentuk bulat yang dijual dengan berbagai macam ukuran.

  • Pondasi Caissons

Nama pondasi caissons mungkin cukup asing di masyarakat, namun bagaimana dengan bor pile? 

Ya, jenis pondasi bor pile banyak digunakan orang-orang karena daya tahannya yang kuat dan aman.

Lahan tempat berdirinya jenis pondasi rumah ini biasanya dibuat dengan cara dibor atau dikeruk. 

Selanjutnya, pondasi beton bertulang yang telah tersedia lantas ditanam dan dicor dengan semen.

Baca juga:

Jenis dan Cara Membuat Pondasi Rumah Yang Bagus, Tahan Gempa!

7 Jenis Pondasi Rumah Dangkal serta Fungsinya

  • Pondasi Tapak

Pondasi tapak atau pad foundations banyak digunakan untuk mendukung titik beban tunggal pada struktur bangunan

Bentuk pondasi ini umumnya melingkar atau bulat serta berbentuk persegi.

Meski begitu, tak jarang pula ditemui bentuk pondasi tapak yang dibuat bertingkat. 

Hal ini bertujuan, agar pondasi rumah tersebut bisa menahan beban dari kolom yang cukup berat.

  • Pondasi Jalur

Jenis pondasi rumah yang satu ini agaknya cukup populer di masyarakat. 

Pondasi jalur sendiri biasanya digunakan untuk tipe bangunan dengan beban memanjang, seperti rumah, gudang, hall dan lain-lain.

Untuk membuat pondasi ini, umumnya orang-orang membuat kolomnya dengan bentuk persegi, lalu disemen dengan campuran pecahan batu, batu kali serta cor beton tanpa tulang.

  • Pondasi Rakit

jenis pondasi rumah

Foto: castleforms.com

Untuk membuat jenis pondasi rakit, orang-orang biasanya menyusun detail pondasi tersebut dari plat beton besar dengam beberapa jalur kolom yang berbaris mengikuti permukaan tanah.

Jenis pondasi rumah yang satu ini terdiri dari pelat beton bertulang, yang digunakan pada tanah lunak atau longgar – biasanya berkontur tidak stabil – agar bangunan di atasnya lebih kuat dan aman.

  • Pondasi Sumuran

Pondasi yang satu ini juga cukup sering kita lihat pada konstruksi bangunan. 

Jenis pondasi sumuran pada dasarnya berbentuk bulat, serta menggunakan beton selebar 60-80 cm.

Beton tersebut ditancapkan ke tanah sampai ke dalaman 1-2 m, lalu pondasi beton dicor dan ditambah elemen pembesian di atasnya. Pondasi ini sendiri kerap digunakan pada tanah yang tergolong labil.

  • Pondasi Umpak

Jenis pondasi umpak dapat dikatakan sebagai salah satu pondasi yang cukup kuat. 

Sebab, pondasi yang satu ini mampu menahan goncangan, serta menyelaraskan bangunan agar pondasinya tidak patah.

Pondasi umpak ini diletakkan di atas permukaan tanah yang dipadatkan. 

Struktur pondasi ini biasanya diperkuat dengan coran batu kali serta sloof sebagai pengikatnya.

  • Pondasi Plat Beton Lajur

Dibuat dari beton bertulang yang cukup padat, jenis pondasi rumah plat beton jalur bisa diandalkan untuk mendukung sederet kolom yang terletak pada bangunan.

Jenis pondasi ini juga cukup disenangi masyarakat karena harganya yang terjangkau. 

Dibanding pondasi dengan batu, harga material pondasi ini dapat dikatakan lebih murah serta lebih kuat.

  • Pondasi Strauss Pile

Terakhir, jenis pondasi yang bisa diaplikasikan pada hunian adalah strauss pile. 

Pondasi yang satu ini dibuat dengan cara mengebor tanah secara manual, metodenya mirip dengan pondasi tiang pancang.

Batas kedalaman strauss pile sendiri berkisar 4-10 meter dengan batas diameternya antara 20-30 cm saja. 

Itu sebabnya, pondasi ini cocok digunakan untuk bangunan maksimal setinggi tiga lantai.

Nah, itu tadi beberapa jenis pondasi rumah yang sering diaplikasikan di masyarakat. 

Semoga artikel di atas dapat membantu kita dalam membangun hunian secara tepat, ya.

Selamat mencoba!

 

Menyajikan insight dan panduan seputar dunia properti, dari tren pasar, tips jual beli, hingga strategi investasi yang tepat.