
Mengetahui ciri developer bodong sangat penting agar kamu tidak terjebak dalam investasi properti yang merugikan.
Kasus penipuan jual beli rumah yang kian marak menjadi catatan penting bagi para pencari hunian.
Hal tersebut menandakan bahwa masih banyak orang tak bertanggung jawab yang memanfaatkan masyarakat awam untuk melakukan penipuan.
Developer nakal biasanya menjanjikan banyak hal di awal, mulai dari lokasi strategis, fasilitas lengkap, hingga harga yang terlihat terlalu murah untuk ukuran pasar.
Sayangnya, janji-janji tersebut sering kali hanya sekadar iming-iming tanpa bukti nyata di lapangan.
Nah, dengan memahami tanda-tandanya sejak awal, kamu bisa lebih waspada dan melakukan pengecekan mendalam sebelum memutuskan membeli.
Agar lebih jelas, simak ciri-ciri developer bodong di bawah ini!
5 Ciri-Ciri Developer Bodong
1. Penjelasan Brosur dan Costumer Service Berbeda
Ciri developer bodong dapat dilihat dari awal ketika menanyakan detail dari jasa yang ditawarkan.
Ketika kita sudah beres membaca brosur yang diberikan oleh developer tersebut, uji kejelasan developer dengan menelepon bagian front line atau customer service.
Jika developer ini benar, customer service akan menjabarkan detail rumah dan keperluan lain sejelas-jelasnya.
Namun, jika penjelasan yang diberikan tidak sesuai, kamu harus curiga dengan kredibilitas developer tersebut.
Bisa jadi, kamu memang sedang berhadapan dengan developer bodong!
Keberadaan customer service seharusnya mempermudah diri dalam memahami detail rumah, bukan mempersulit.
2. Mematok Harga Miring Tak Masuk Akal
Catat, ciri penipuan rumah oleh developer bodong adalah penawaran harga yang kelewat miring.
Saking miringnya, kamu bahkan enggan berpikir terlalu lama untuk membeli rumah tersebut.
Intinya, kasus penipuan rumah berawal dari patokan harga miring yang menggiurkan.
Tak jarang, developer bodong menawarkan harga di bawah harga pasar yang tidak masuk akal.
Baca Juga:
7 Cara Melaporkan Developer Nakal Secara Online, Bikin Jera!
3. Kredibilitas dan Perizinan yang Meragukan
Sebagai konsumen, kamu berhak mempertanyakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)/Persetujuan Bangunan Gedung (PGB) serta kredibilitas pihak pengembang.
Jika seluruh surat perizinan dan rekam jejak pembangunan proyek dapat dipertanggungjawabkan, kredibilitas pihak pengembang tak perlu diragukan.
Kamu bisa memastikan area tanah yang bakal menjadi lokasi rumah dengan cara memeriksa sertifikat induk serta mengajukan pertanyaan pada pengembang yang bersangkutan.
Namun, jika mereka tidak mau menjelaskan perihal tersebut, besar kemungkinan mereka adalah penipu.
4. Minta Pembayaran DP Sebelum KPR Disetujui Bank
Sebelum pinjaman yang diusulkan mendapat persetujuan dari bank, jangan pernah membayar uang muka atau DP pada pihak developer.
Alasannya, tidak ada jaminan bahwa pihak bank akan menyetujui KPR meski sudah bekerja sama dengan developer.
Jika tetap nekat membayar DP ke developer dan KPR ditolak bank, risikonya uang tersebut sulit kembali atau mendapatkan potongan sekian persen.
Baca Juga:
6 Cara Cek Legalitas Developer Perumahan. Hati-Hati Bodong!
5. Tidak Ada Kejelasan Kapan Rumah Selesai Dibangun
Developer yang kredibel harus punya kalender konstruksi secara jelas.
Mereka pun mesti punya cukup modal untuk menyelesaikan proyek dengan waktu yang terukur.
Saat peluncuran proyek rumah, pengembang biasanya mengumumkan rencana pembangunan, mulai dari anggaran keuangan, jumlah pemasaran unit, hingga target waktu serah terima.
Kamu dapat meminta informasi tersebut dengan bertanya langsung pada pihak pengembang.
Selain itu, bisa memastikan lewat kantor pemerintahan setempat, pemberitaan di media, dan lain-lain.
Jika sering mengelak, bisa jadi hal tersebut termasuk ciri-ciri developer bodong.
Baca Juga:
Catat, Inilah Perbedaan Developer dan Kontraktor. Jangan sampai Tertukar, ya!
***
Itulah informasi seputar ciri developer bodong.
Semoga bermanfaat.
Simak informasi menarik lainnya di Panduan 99.co Indonesia.
Kunjungi www.99.co/id untuk memenuhi kebutuhan properti.
Cek sekarang juga!
Gambar header: Unsplash/Towfiqu barbhuiya


