Bangunan Tahan Gempa, Syarat Keamanan Minimum hingga Ketentuannya

10 Sep 2020 - Miyanti Rahman

Bangunan Tahan Gempa, Syarat Keamanan Minimum hingga Ketentuannya

Manusia tidak akan pernah tahu kapan bencana akan terjadi. Selain berdoa, usaha yang bisa dilakukan adalah melakukan pencegahan.

Nah, seperti yang kita tahu, di Indonesia sendiri bencana cukup sering terjadi, terutama gempa bumi.

Gempa bumi merupakan getaran di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam yang terjadi secara tiba-tiba.

Ya, pada dasarnya gempa bumi memang tidak berbahaya. Namun, keselamatan nyawa bisa terancam apabila ada bangunan runtuh.

Oleh karenanya, bangunan tahan gempa sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Salah satu penyebab kenapa bangunan runtuh saat gempa terjadi, yaitu struktur bangunan tidak memenuhi standar aman.

Lantas, apa saja syarat keamanan minimum bangunan tahan gempa? Yuk, simak jawabannya.

Syarat Keamanan Minimum


Mendirikan sebuah bangunan tidak bisa asal. Namun perlu perhitungan yang matang, apalagi di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia adalah negara rawan gempa sehingga kondisi alam wajib dipertimbangkan.

Selain itu, kondisi teknik dan keadaan ekonomi di daerah tempat bangunan akan didirikan pun tidak boleh luput dari perhatian.

Lalu jangan lupa mempertimbangkan historical data, seperti data kerusakan akibat gempa bumi pada bangunan.

Data tersebut tentunya bisa memberi pedoman bagaimana merancang bangunan tahan gempa.

Secara umum, syarat keamanan minimum untuk bangunan tahan gempa, yaitu harus memenuhi kriteria berikut ini.

  • Jika terjadi gempa bumi dengan kekuatan lemah, maka bangunan tidak mengalami kerusakan sama sekali.

  • Jika terjadi gempa bumi dengan kekuatan sedang, maka elemen struktural tidak boleh rusak, sedangkan elemen non struktural boleh rusak.

  • Jika terjadi gempa dengan kekuatan sangat kuat, maka bangunan tidak boleh runtuh baik sebagian maupun seluruhnya. Selain itu, bangunan tidak boleh mengalami kerusakan yang tidak bisa diperbaiki.

Itu dia tiga syarat keamanan minimum bangunan tahan gempa. Selanjutnya, apa saja ketentuannya?

Ketentuan Umum Bangunan Tahan Gempa

Ketentuan umum bangunan tahan gempa meliputi beberapa hal, mulai dari ketentuan pondasi hingga kuda-kuda.

Nah, ketentuan ini berlaku untuk bangunan rumah dan gedung lainnya. Berikut detail informasinya yang perlu Anda ketahui. 

Ketentuan Pondasi


Pondasi bangunan merupakan bagian dari struktur bangunan yang langsung berhubungan dengan tanah.

Fungsinya sangat krusial, yaitu menahan dan mendistribusikan seluruh beban bangunan ke tanah.

Adapun lima ketentuan pondasi bangunan tahan gempa yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut.

  • Pondasi harus ditempatkan di tanah yang keras.

  • Pondasi harus mempunyai penampang melintang yang simetris.

  • Pondasi tidak boleh ditempatkan sebagian di tanah yang keras dan sebagian di tanah yang lunak.

  • Pondasi harus mengikuti panjang denah bangunan atau pondasi menerus.

  • Pondasi menerus harus dibuat pada kedalaman yang sama.


Namun, apabila Anda tidak bisa atau terlanjur membuat pondasi yang tidak memenuhi ketentuan di atas, ini dua hal yang bisa dilakukan.

  • Jika menggunakan pondasi umpak, maka masing-masing pondasi harus diikat antara yang satu dengan yang lain secara kaku dengan balok pengikat.

  • Jika pondasi terlanjur ditempatkan di tanah yang lunak, maka bisa menggunakan pondasi pelat beton atau alternatif pondasi lainnya.

Ketentuan Denah Bangunan

Sama halnya dengan membuat pondasi, menentukan denah bangunan tahan gempa rupanya tidak bisa sembarangan.

Salah satu fungsi denah, yaitu menunjukkan susunan ruangan dalam sebuah bangunan.

Ketentuan denah bangunan tahan gempa mencakup beberapa hal, yaitu sebagai berikut.

  • Denah sebaiknya sederhana, simetris, dan tidak terlalu panjang. Sebaiknya dibuat dengan perbandingan lebar dan panjang 1 banding 2.

  • Jika memang ingin menentukan denah yang tidak simetris, maka harus dipisahkan dengan alur pemisah sedemikian rupa sehingga tercipta denah bangunan dari rangkaian denah yang simetris.

  • Penempatan dinding penyekat dan bukaan pintu atau jendela harus dibuat simetris terhadap sumbu denah bangunan.

  • Bidang dinding harus dibuat membentuk kotak-kotak tertutup.

Ketentuan Lokasi Bangunan

Selanjutnya, yaitu ketentuan tentang lokasi bangunan agar keselamatan dan keamanan bangunan terjamin.

Jika memilih lokasi bangunan, maka ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu sebagai berikut.

  • Jika bangunan didirikan pada lahan perbukitan, maka lereng bukit harus dipilih yang stabil agar tidak longsor saat gempa terjadi.

  • Jika bangunan didirikan pada lahan dataran, maka bangunan tidak diperkenankan dibangun di lokasi yang mempunyai jenis tanah halus dan liat.

Itu di dua ketentuan lokasi bangunan. Nah saat membeli tanah kavling, jangan lupa pertimbangkan ini ya!

Ketentuan Kuda-kuda

Pada saat mendirikan bangunan tahan gempa, sangat disarankan untuk menggunakan kuda-kuda papan paku.

Pasalnya, kuda-kuda yang satu ini bobotnya cukup ringan dan cara membuatnya cukup sederhana.

Adapun ukuran kayu yang digunakan untuk membuat kuda-kuda papan paku, yaitu lebar 2 cm dan panjang 10 cm.

Sementara jumlah paku yang digunakan, yakni minimum empat buah paku dengan panjang 2,5 kali tebal kayu.

Bagaimana, apakah rumah Anda sudah memenuhi syarat minimum keamanan dan ketentuan bangunan tahan gempa?

Atau Anda masih mencari rumah idaman yang memenuhi kriteria bangunan tahan gempa? Yuk, langsung mampir ke 99.co Indonesia.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

Cara Jepang Membangun Rumah Anti Gempa, Patut Ditiru

Author:

Miyanti Rahman