
Foto: Off the MRKT
Beli tanah kavling atau rumah? Pertanyaan ini semakin sering terdengar terutama dari kalangan milenial.
Bukan tanpa alasan, harga properti yang terus melambung menjadi pertimbangan penting. Jika keuangan memungkinkan, maka membeli keduanya bukan masalah besar.
Akan tetapi pada realitanya, kebanyakan orang hanya bisa membeli salah satunya. Nah, apakah Anda sedang mengalami dilema serupa?
Tak perlu khawatir, berikut ulasan mengenai hal yang menjadi pertimbangan ketika hendak membeli rumah atau tanah kavling.
Pertimbangkan Daya Beli
Foto: CNBC
Beli tanah kavling atau rumah sama-sama membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, bukan berarti Anda tidak akan bisa memiliki salah satunya.
Jika mampu mempertimbangkan kondisi keuangan dengan daya beli maka Anda dapat menentukan pilihan properti secara cermat.
Misalnya, Anda hanya memiliki bujet sekitar Rp200 jutaan dan enggan menyicil setiap bulan maka tanah kavling bisa menjadi pilihan yang tepat.
Pertimbangkan Soal Urgensi
Urgensi menjadi hal yang penting namun seringkali dilupakan oleh calon pembeli properti.
Apalagi ketika dihadapkan dengan dua pilihan yakni rumah dan tanah, seringkali calon pembeli hanya fokus pada harganya saja.
Padahal, penentuan beli tanah atau rumah sangat dipengaruhi oleh tingkat urgensi seseorang. Misalnya, apakah Anda membutuhkan tempat tinggal pribadi dalam waktu dekat?
Jika iya maka rumah merupakan pilihan paling tepat, karena Anda tak perlu pusing lagi dengan proses pembangunan hunian dari nol.
Pertimbangkan Soal Luas Lahan
Foto: housing.com
Beli rumah KPR atau tanah kavling juga sering menjadi pilihan yang sulit.
Seperti yang kita ketahui, hunian zaman sekarang, terutama di kota besar, biasanya berukuran mungil dengan lahan terbatas.
Beberapa kompleks berkonsep cluster bahkan ada yang menyuguhkan rumah tapak dengan luas lahan kurang dari 100 m².
Jika ingin rumah dengan halaman besar pun maka bujet yang dibutuhkan juga harus besar. Saat ini, sudah jarang rumah second dengan halaman luas yang dibanderol harga murah.
Jika Anda tidak masalah dengan kondisi tersebut, tentu rumah tapak dapat menjadi pilihan. Namun, apabila ingin lahan lebih luas untuk halaman, maka tanah kavling bisa menjadi pertimbangan.
Pertimbangkan Kebutuhan dan Selera
Memilih antara rumah dan tanah kavling juga harus disesuaikan dengan kebutuhan serta selera, lho.
Desain hunian yang mencerminkan kepribadian pemiliknya merupakan hal penting yang dapat meningkatkan kenyamanan tinggal.
Jika membeli rumah tapak apalagi di kompleks residensial baru, biasanya desain hunian sudah ditentukan oleh pengembang.
Bukan berarti Anda tak bisa melakukan renovasi, namun proses tersebut tentu ribet apalagi jika hunian menempel langsung dengan rumah tetangga.
Inilah yang menjadi kelebihan membeli tanah kavling, Anda bisa lebih bebas berkreasi dengan arsitektur dan desain.
Pertimbangkan Lokasi dan Nilai Investasi
Foto: housing.com
Pertimbangan beli rumah atau tanah kavling yang terakhir adalah soal lokasi serta nilai investasinya.
Mobilitas padat dan butuh tempat tinggal dekat pusat keramaian? Rumah tapak bisa menjadi pilihan tepat.
Tipe hunian ini masih banyak ditemukan di kawasan strategis dekat infrastruktur vital. Bahkan di kota satelit seperti Depok atau Bekasi pun pertumbuhan hunian ini semakin pesat.
Namun, jika Anda tak masalah dengan lokasi maka tanah kavling merupakan opsi yang patut untuk dipertimbangkan.
Lokasi properti tentu sejalan dengan nilai investasinya. Memilih rumah tapak di kawasan strategis akan membuka potensi nilai investasi yang besar di masa depan.
Khusus untuk tanah kavling, lokasi memang tak menjadi tolok ukur utama mengingat di masa depan keberadaan lahan kian langka.
Namun, jika Anda ingin membeli properti khusus untuk investasi maka tanah kavling bisa menjadi pilihan tepat.


