7 Langkah Cara Membuat Denah Rumah Sederhana, Paling Mudah!

28 Jan 2020 - Ananda Bayu Pangestu

7 Langkah Cara Membuat Denah Rumah Sederhana, Paling Mudah!

Hampir semua orang memiliki rumah idaman yang mungkin berbeda-beda satu sama lainnya. Itulah mengapa sebagian orang memilih untuk mempelajari cara membuat denah rumah dan membangun rumah impiannya dari tanah kosong.

Tentu saja hal ini membutuhkan proses yang lebih panjang dan rumit jika dibandingkan dengan membeli rumah baru dari developer atau rumah bekas. 

Tapi, setelah pembangunan selesai dan rumah yang tadinya berupa sketsa berubah menjadi rumah sungguhan, kita akan mendapatkan kepuasan tersendiri karena berhasil menciptakan rumah impian.

Tertarik untuk membangun rumah impian anda sendiri? Pastikan anda mengetahui cara membuat denah rumah sederhana ini dulu sebagai langkah awal menuju rumah impian!

Cara Membuat Denah Rumah Sederhana

Jika anda tidak memiliki background arsitektur, cara membuat denah rumah bisa jadi sangat memusingkan untuk dipelajari. Tapi, tidak perlu khawatir, ya! Di sini akan dijelaskan langkah demi langkah cara membuat denah rumah sederhana yang bisa dilakukan awam sekalipun.

Yuk, simak langkah menggambar sketsa rumah ini satu per satu!

  1. Pilih model rumah (satu lantai atau lebih?)

Langkah pertama dalam cara membuat denah rumah ini adalah menentukan jenis rumah yang akan anda bangun. Jenis rumah yang dimaksud adalah banyaknya lantai. Rumah satu lantai atau lebih?

Hal ini jelas mempengaruhi proses pembuatan sketsa rumah secara keseluruhan. Apabila anda memilih untuk membuat denah rumah sederhana 1 lantai, anda bisa langsung menggabungkan semua ruangan dalam 1 layout.

Namun, berbeda dengan denah rumah 2 lantai yang harus memiliki 2 layout. 2 layout ini merupakan layout lantai atas dan lantai bawah yang digambar terpisah. Anda nantinya harus menentukan mana saja ruangan yang berada di lantai bawah, mana yang berada di lantai atas.

  1. Tentukan banyak ruangan yang diperlukan

Setelah memilih model rumah yang akan dibangun, saatnya menentukan berapa banyak ruangan yang anda butuhkan di rumah. Berapa banyak kamar tidur? Berapa banyak kamar mandi? Ruang keluarga? Dapur? Garasi?

Tentu kebutuhan ini bervariasi dari satu rumah ke rumah lainnya, tergantung berapa banyak orang yang menghuni rumah tersebut nantinya dan apa saja yang akan mereka lakukan di dalam rumah. 

Misalnya, beberapa rumah tertentu mungkin akan membutuhkan ruang baca khusus atau perpustakaan kecil, ruang musik, studio lukis, dan ruangan-ruangan lain yang dapat mengakomodasi kebutuhan penghuninya.

Sama halnya dengan keperluan kamar tidur dan kamar mandi. Keluarga besar yang terdiri dari kakek hingga cucu tentu saja membutuhkan paling tidak denah rumah 3 kamar tidur atau lebih. Jangan sampai juga membuat sketsa rumah sederhana yang kekurangan kamar mandi, ya! 

  1. Pelajari kebutuhan ukuran setiap ruangan


Setelah mengetahui berapa dan ruangan apa saja yang dibutuhkan, anda harus memperhitungkan luas setiap ruangannya. Pelajari setiap ruangan dan kebutuhannya, mulai dari standar ukuran setiap ruangan, sampai apakah ruangan itu butuh bukaan atau tidak.

Misalnya, kamar tidur utama membutuhkan ruang yang lebih besar dari kamar tidur lain. Butuh berapa luas kamar mandi untuk bisa ditempatkan shower atau bathtub? Garasi yang dibutuhkan harus bisa menampung berapa kendaraan?

Pertanyaan tersebut hanya sebagian kecil hal yang harus dipertimbanhkan ketika anda mempelajari cara membuat denah rumah. Tentu saja hal ini harus disesuaikan juga dengan ketersediaan lahan untuk membangun rumah.

  1. Atur penempatan atau zonasi ruangan

Langkah cara membuat denah rumah selanjutnya adalah dengan mengatur zonasi ruangan-ruangan yang sudah ditentukan. Yang dimaksud dari zonasi ini adalah anda harus mengatur letak ruangan sesuai dengan fungsinya. 

Misalnya, hindari menempatkan kamar mandi di dekat ruang tamu karena akan membuat keadaan rumah tidak nyaman. Anda tidak ingin terlihat ke toilet oleh tamu yang sedang berkunjung, bukan?

Maka dari itu, cara membuat denah rumah sederhana ini memerlukan zonasi ruangan. Anda harus menentukan mana area privat dan mana area umum di dalam rumah. Pastikan setiap zona tidak saling mengganggu satu sama lain.

Contohnya, tempatkan kamar tidur dan kamar mandi di zona privat, dimana orang luar tidak bisa sembarangan melangkah masuk ke sana. Sedangkan, ruang tamu dan misalnya dapur masih bisa dikategorikan sebagai area umum.

Apalagi, jika anda membuat denah rumah 2 lantai, akan lebih mudah membagi zonasi privat dan umum. Biasanya, kamar tidur akan ditempatkan di lantai atas yang merupakan area privat rumah.

  1. Gabungkan semua ruangan jadi satu denah rumah dasar

Setelah memiliki gambaran ruangan serta zonasinya, langkah cara membuat denah rumah sederhana berikutnya dengan menggabungkan kedua zona itu menjadi satu denah rumah dasar. Denah ini bisa dibilang masih sangat mentah dan perlu banyak diutak-atik lagi.

Bentuk sketsa rumahnya juga masih berupa garis-garis sederhana untuk menggambarkan seperti apa kira-kira bentuk rumah nantinya.

  1. Cari alternatif denah rumah terbaik

Langkah cara membuat denah rumah yang satu ini juga sangat penting. Setelah anda memiliki denah rumah dasar, saatnya mencari alternatif sketsa rumah terbaik. 

Cara yang bisa dicoba adalah dengan memutar denah rumah dasar, membalik zonasinya, atau menukar posisi ruangan satu dengan lainnya. Dengan demikian, anda akan memiliki banyak versi sketsa rumah yang nantinya bisa dipilih mana yang terbaik.

  1. Tambahkan detail pada denah rumah terpilih 

Setelah menemukan sketsa rumah terbaik, cara membuat denah rumah yang terakhir adalah dengan menambahkan detail-detail teknis. Detail sketsa rumah ini berupa notasi, ukuran, serta detail arsitektural lainnya.

Cara membuat denah rumah sederhana ini meliputi detail arsitektural seperti ketebalan dinding, ketinggian lantai, simbol material, simbol bukaan, lambang jendela, dan lain-lain. Sketsa rumah dapat dibuat sedemikian rupa, dan tidak selalu terlihat dari tampak depan rumah.

Contoh Denah Rumah Minimalis

Untuk inspirasi, berikut contoh denah rumah minimalis yang mungkin bisa anda contoh. Rumah minimalis yang dijadikan contoh ini memiliki konsep open space sehingga menambah kesan luas meskipun lahannya cenderung terbatas.


(Photo: Pinterest)

Area ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur tersambung tanpa ada dinding pembatas, area ini adalah area publik. Sementara itu, di bagian sisinya merupakan area privat yang diisi oleh kamar tidur dan kamar mandi.

Contoh Denah Rumah 2 Lantai

Untuk denah rumah 2 lantai sederhana, bisa dilihat pada contoh sketsa rumah di bawah ini. Lantai dua hanya berisi ruang privat kamar tidur dan kamar mandi. Denah rumah 2 lantai seperti ini bisa jadi pilihan untuk anda yang masih lajang atau baru memulai keluarga.


(Photo: Pinterest)

Contoh Denah Rumah 3 Kamar

Mencari contoh denah rumah 3 kamar? Sketsa rumah minimalis di bawah ini bisa jadi inspirasi yang menarik. Bentuknya yang persegi diisi oleh kamar tidur di setiap sisinya, dan sisi terakhir digunakan sebagai dapur dan kamar mandi. 


(Photo: Pinterest)

Contoh Denah Rumah 4 Kamar

Sedangkan untuk keluarga besar, tentu saja membutuhkan ruang kamar tidur yang lebih banyak. Berikut beberapa sketsa rumah 4 kamar yang bisa jadi inspirasi cara membuat denah rumah sederhana.


(Photo: Pinterest)

Denah rumah 4 kamar ini memiliki bentuk minimalis dan tidak neko-neko. Bentuk keseluruhannya cenderung persegi biasa sehingga mudah jika ingin dipelajari dalam cara membuat denah rumah.

Rumah minimalis seperti ini cocok untuk anda yang suka dengan bentuk rumah yang sederhana namun tetap bisa mengakomodasi semua kebutuhan ruangan keluarga besar.


(Photo: Pinterest)

Sedangkan yang satu ini cocok untuk anda yang memiliki lahan rumah memanjang. Denah rumah 4 kamar ini menggunakan konsep open space sehingga menambah kesan luas dan terhindar dari rasa sumpek meskipun dihuni oleh banyak orang.

Itu dia cara membuat denah rumah sederhana beserta contoh-contoh gambar sketsa rumah yang bisa jadi inspirasi. Semoga artikel panduan ini bisa mengantarkan anda selangkah lebih dekat menuju rumah impian, ya!

Author:

Ananda Bayu Pangestu