6 Cara Mengecat Tembok Lama untuk Pemula

16 Jan 2020 - Imam

6 Cara Mengecat Tembok Lama untuk Pemula

foto: unsplash

 

Bagi Anda yang bosan dengan cat lama rumah atau dinding sudah terlihat kusam karena jamur dan retak rambut, maka mengecat ulang tembok dapat mengubah suasana rumah lebih segar dan terlihat baru. 

Anda mungkin bertanya-tanya, seberapa seringkah sebaiknya mengecat tembok lama? 

Secara umum, bagian dalam rumah tidak memerlukan pengecatan ulang sesering dinding luar rumah.

Beberapa bagian tembok dari rumah memerlukan pengecatan ulang secara berkala karena pemakaian sehari-hari. Terutama untuk ruangan seperti kamar mandi dan dapur.

Ruang keluarga dan ruang makan tidak perlu dicat ulang selama 5 sampai 7 tahun. 

Itu jika Anda mengecatnya memakai cat berkualitas tinggi dan tahan lama. 

 

Selain untuk memperbarui keindahan rumah, mengecat ulang rumah adalah salah satu cara merawat rumah juga.

Tak hanya untuk perawatan, mengecat tembok lama juga dapat meningkatkan nilai jual properti jika suatu saat ingin menjualnya.

Cara mengecat tembok lama lebih memerlukan perhatian ekstra. 

Anda mesti menghabiskan banyak tenaga dalam penanganannya sebelum dicat ulang. 

Usahakan jangan asal beres, karena Anda tentunya tidak mau memperbaiki kekurangannya lagi kan?!

Di bawah ini, Anda dapat menyimak cara mengecat tembok lama rumah. 

Persiapkan Area yang akan Dicat

Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan memindahkan furnitur dan barang-barang dari area yang akan dicat ulang, agar tidak terkena cipratan cat.

Jika Anda tidak bisa memindahkan furnitur dari area ini, geser semua furnitur tersebut ke tengah ruangan.

Anda bisa juga menutupi semua furnitur memakai plastik dan ikat dengan solasi. 

Furnitur Anda akan terlindung dari cipratan dan percikan cat serta debu dari amplas.

foto: pexels

Selanjutnya, lapisi lantai dengan koran bekas, kain kanvas, atau plastik untuk menutupi lantai agar tidak terkena noda cat.

Untuk soket listrik, dapat Anda tutupi dengan lakban.

Kikis Cat yang Lama

Langkah kedua dalam cara mengecat tembok lama adalah mengikis cat lama yang terkelupas. 

Mungkin Anda tergoda untuk langsung mengoleskan cat baru di atas cat lama tembok, namun ini tidak disarankan jika cat lama tembok sudah banyak yang mengelupas. 

Langsung mengoleskan lapisan cat baru di atas cat lama memang lebih memudahkan, namun hasilnya tidak akan maksimal.

Dengan mengecat ulang di atas cat lama, cat yang baru akan mudah ikut mengelupas bersama cat yang lama. 

Jadi, kikis terlebih dahulu cat lama tembok Anda.

Bersihkan Tembok

Langkah selanjutnya dalam cara mengecat tembok lama adalah membersihkan tembok. 

Sebelum mengecat tembok lama, bersihkan terlebih dahulu tembok yang telah ditambal dan diampelas.

Bersihkan kotoran dan lap temboknya menggunakan deterjen dan air agar bebas dari minyak dan kotoran.

Anda tentunya tidak menginginkan kotoran dan noda nampak pada cat baru tembok atau permukaannya terlihat tidak rata. 

Kotoran yang tidak dibersihkan juga menjadi penghalang bagi cat baru benar-benar menempel pada permukaan tembok. 

Hal ini dapat membuat cat tembok mengelupas di kemudian hari. 

Khusus dapur dan kamar mandi, Anda harus lebih teliti dalam membersihkan temboknya hingga tidak ada yang terlewatkan.

Karena dua ruangan ini memiliki lebih banyak kotoran dan noda membandel yang sulit dibersihkan.

Perhatikan juga pilihan sabun atau deterjen yang digunakan, karena sebagian sabun deterjen dapat merusak tembok Anda.

Tambal Tembok yang Berlubang dan Retak

Langkah selanjutnya dalam cara mengecat tembok adalah mengisi bagian tembok yang berlubang dan retak.

Dengan begitu, Anda akan mendapatkan permukaan tembok yang halus, siap untuk dicat dengan cat baru.

Gunakan dempul tembok dan kape untuk menambal lubang dan retak yang tampak. 

Untuk bolong yang lebih lebar, isi dengan dempul tembok berkali-kali sampai tertutup sempurna. 

Setelah selesai menambal lubang dan retak, selesaikan dengan mengamplas.

Fungsi mengamplas disini, untuk mendapatkan hasil tambalan agar permukaannya menjadi rata dan rapi untuk dicat ulang.

Selain bagian yang ditambal, sebaiknya amplas seluruh permukaan tembok juga untuk permukaan yang benar-benar halus. 

Amplas dari bagian bawah sampai ke tepian langit-langit. Anda dapat menggunakan kertas ampelas halus.

Gunakan Primer (Cat Dasar)

Cara mengecat tembok lama selanjutnya adalah menggunakan primer (cat dasar) sebelum pengaplikasian warna cat lainya.

Dengan menggunakan primer, lapisan warna cat yang Anda gunakan akan lebih kentara warnanya. 

Jika tidak memakai primer sebelum melapisi cat warna yang terang, akan membuat tampilan dinding terlihat lebih buruk dan tidak rata.

Dengan menggunakan primer, Anda akan menghemat biaya pengerjaan ketimbang langsung menggunakan cat berwarna terang.

Ulangi pengecatan menggunakan primer jika warna asli tembok masih kentara setelah pengecatan pertama menggunakan primer.

Jika mengecat tembok lama menggunakan cat warna yang mirip dengan cat sebelumnya, maka tidak perlu menggunakan primer.

Biarkan Kering

Untuk hasil terbaik, Anda perlu oleskan dua lapis cat dengan beberapa jeda hingga kering sebelum mengoleskannya kembali.

Kurangnya waktu pengeringan bisa mengakibatkan warna catnya tidak maksimal atau cat dasarnya tidak menutupi warna tembok. 

Untuk durasi pengeringannya, dapat Anda temukan pada instruksi pemakaian pada cat kaleng. 

Jika Anda ragu, Anda dapat mengeringkannya selama dua jam, sebelum mengoleskan lapisan selanjutnya.

Nah, begitulah cara mengecat tembok lama yang benar. 

Kesalahan saat Mengecat Tembok 

Jika Anda sudah tahu bagaimana cara mengecat tembok yang baik dan benar.

Berikut ini, beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula saat mengecat tembok.

Tidak Cek Kondisi Tembok

Merasa bosan dengan tampilan warna tembok atau dinding rumah membuat orang ingin cepat-cepat menggantinya.

Hanya karena ingin mendapatkan tampilan yang cantik, banyak yang mengabaikan kondisi tembok sebelum mengecat.

Sebaiknya Anda harus ketahui dulu apakah kondisi tembok masih terlihat bagus untuk ditimpa cat baru atau tidak.

Kondisi tembok dengan kondisi retak rambut, cat yang menggelembung dan jamur sangat beresiko jika langsung ditimpa.

Selain hasil akhir yang tidak memuaskan, kondisinya akan semakin parah.

Baca juga:

6 Cara Mudah Mengatasi Dinding Lembab

Lantai Tidak Dilindungi saat Mengecat

Kesalahan umum yang sering dilakukan banyak orang adalah tidak menutup lantai secara maksimal.

Percikan cat yang jatuh ke lantai baik lantai kayu atau lantai keramik akan menambah pekerjaan Anda setelahnya.

Apalagi membersihkannya lumayan sulit dan memakan waktu.

Jika tidak ingin kejadian ini terjadi, tutup lantai dengan kain atau kertas dan lindungi pinggiran dan sudut lantai dengan selotip.

Mengabaikan Cat Premier

Menggunakan cat premier sebelum mengecat tembok dengan warna favorit dapat membuat hasil akhir sesuai keinginan.

Tapi pada nyatanya, banyak yang mengabaikan cara tersebut karena berpikir memakan waktu yang lama dan rumit.

Padahal cara ini adalah langkah dasar dalam mengecat tembok untuk pemula.

Boros dan Salah Pilih Cat

foto: nipponpaint

Kesalahan yang terakhir adalah mengaplikasikan cat dengan mencelupkan kuas sembarangan.

Tata cara yang benar dalam penggunaan kuas dengan mencelupkan ujung kuas saja ke tembok.

Jika ingin menggunakan rol, isi cat jangan terlalu banyak ke dalam wadah karena akan membuat cat menetes dan cepat habis.

Takaran cat akhir tidak boleh terlalu kental maupun encer, perbandingan cat harus 5% dari berat cat baru ditambahkan air.

Selain itu, pemilihan cat yang tidak tepat akan membuat Anda melakukan pekerjaan dua kali untuk memperbaikinya.

Saat ini tersedia cat virtual yang bisa Anda pilih dan menunjukan tren warna cat seperti warna cat rumah minimalis atau modern

 

Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam merawat rumah ya, sehingga bisa tinggal dengan lebih nyaman bersama keluarga.

Baca juga:

9 Cara Menghilangkan Bau Cat Tanpa Ribet!

Author:

Imam