
Mengetahui cara menghitung kebutuhan material cor beton per m3 cukup penting, agar beton yang dihasilkan kukuh dan kuat.
Beton merupakan material konstruksi yang kerap dibutuhkan dalam pembangunan sebuah rumah.
Bahan ini terbuat dari campuran semen, air, pasir, dan kerikil.
Semua bahan-bahan itu kemudian dicampur, lalu dibiarkan sampai mengeras.
Dalam konstruksi rumah, beton digunakan untuk kebutuhan fondasi, struktur dinding, kolom, lantai, atap, atau struktur pelapis.
Fungsi beton sendiri untuk memberikan kestabilan, kekuatan, dan ketahanan jangka panjang dalam konstruksi rumah.
Berdasarkan hal tersebut, dalam menentukan kebutuhan material cor beton per m3 kamu harus menghitungnya dengan tepat.
Pasalnya, cara hitung kebutuhan cor beton secara langsung dapat memengaruhi kualitas cor yang dihasilkan.
Maka itu, artikel berikut akan memberikan cara menghitung kebutuhan material cor beton per m3 sebagai rujukan. Mari simak dengan seksama!
Baca Juga: Seluk-beluk Struktur Beton Bertulang
Cara Menghitung Kebutuhan Material Cor Beton per M3
Sebagai informasi, dalam menghitung kebutuhan beton, ada panduan berdasarkan Standar Nasional Indonesia atau SNI.
Standar itu termaktub dalam SNI 03-2834-2000 yang mengatur tentang Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal.
Dalam konteks pembuatan dak beton untuk konstruksi rumah, biasanya menggunakan mutu beton K-225.
Dalam menentukan kebutuhan material cor beton per m3, terdapat beberapa aspek yang perlu dihitung, berikut rinciannya:
1. Menentukan Komposisi Campuran Beton

Komposisi bahan campuran beton menurut SNI untuk mutu beton K-225 dengan perbandingan 1:2:3, artinya:
- 1 bagian semen
- 2 bagian pasir
- 3 bagian kerikil
Secara lebih praktis, kita dapat langsung menggunakan kebutuhan material standar untuk per m3 beton berdasarkan SNI.
Berikut estimasi kebutuhan bahan untuk 1 m3 beton mutu K-225:
- Semen: 371 kg
- Pasir: 698 kg atau 0,5 m3
- Kerikil (agregat kasar): 1047 kg atau 0,8 m3
- Air: 215 liter atau 0,215 m3
Angka-angka di atas dapat kamu gunakan sebagai rujukan.
Namun, dalam praktiknya, tukang tetap saja mesti menghitungnya secara manual.
Apalagi bila ukuran yang hendak menggunakan cor beton tidak terlalu presisi.
2. Menghitung Volume Dak Beton
Kita berasumsi hendak membangun dak beton lantai dua sebuah rumah dengan dimensi 3 x 4 meter dan ketebalan dak 12 cm (0,12 m).
Hal pertama yang harus dihitung adalah volumen dak beton.
Rumus volume beton dihitung sebagai berikut:
Volume dak beton = Panjang × Lebar × Tebal
Jika menggunakan simulasi angka-angka di atas, maka berikut perhitungannya:
Volume dak beton = 3 m × 4 m × 0,12 m = 1,44 m3
Jadi, volume dak beton yang perlu dicor adalah 1,44 m3.
3. Menghitung Kebutuhan Material Berdasarkan Volume
Setelah mengetahui volume dak beton, silakan kalikan kebutuhan bahan untuk 1 m3 beton dengan volume total dak yang akan dicor (1,44 m3).
Semen:
Kebutuhan semen = 371 kg/m3 × 1,44m3 = 534,24 kg
Untuk kantong semen ukuran 50 kg:
Jumlah kantong semen= 534,24 kg : 50 kg/kantong = 10,68 kantong
Untuk kebutuhan semen, dibulatkan menjadi 11 kantong semen.
Pasir:
Kebutuhan pasir = 0,5 m³ × 1,44 m³ = 0,72 m³
Kerikil (agregat kasar):
Kebutuhan kerikil = 0,8 m³ × 1,44m³ = 1,152 m³
Air:
Kebutuhan air = 0,215 m³ × 1,44m³ = 0,3096 m³ atau 309,6 liter air
Hasil Akhir Kebutuhan Material untuk Dak Beton (1,44 m³)
- Semen: 534,24 kg atau 11 kantong semen (50 kg per kantong)
- Pasir: 0,72 m³
- Kerikil: 1,152 m³
- Air: 309,6 liter
Dengan mengetahui kebutuhan material untuk cor beton, kamu bisa menghitung estimasi biaya yang dibutuhkan.
Alhasil, kamu dapat menyiapkan bujet secara tepat.
Baca juga: Apa Itu Batu Split? Begini Pengertian, Fungsi, Jenis dan Harganya
Itulah tadi cara menghitung kebutuhan material cor beton per m3.
Semoga bermanfaat.