Seluk-beluk Struktur Beton Bertulang

Last update: 22 Juli 2023 5 min read
Author:

Beton bertulang merupakan salah satu material yang sangat umum digunakan dalam dunia konstruksi.

Pasalnya, hampir semua jenis konstruksi mulai dari jembatan, jalan, rumah, gedung bertingkat dan lain-lain menggunakannya.

Ya, penggunaan beton bertulang memang sangat familiar, tetapi banyak di antara kita yang mungkin belum mengenal seluk-beluknya.

Beton bertulang sendiri mempunyai fungsi yang cukup banyak sehingga menjadi salah satu material konstruksi paling penting.

Nah, melalui artikel panduan kali ini, 99.co Indonesia akan berbagi informasi tentang beton bertulang.

Mulai dari pengertian, karakteristik, struktur, hingga beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yuk disimak!

Pengertian Beton Bertulang

struktur beton bertulang

Beton merupakan material konstruksi yang terbuat dari campuran homogen semen, agregat kasar dan halus, serta air.

Agregat kasar untuk campuran beton merujuk pada batu pecah yang berukuran antara 5 mm hingga 40 mm.

Sedangkan agregat halusnya merujuk pada pasir yang berasal dari batu pecah dengan ukuran butir 5 mm.

Sementara beton bertulang adalah beton yang dihasilkan dari campuran sama seperti di atas, tetapi ditambah pengikat.

Pengikatnya dapat berupa kerangka besi atau baja yang kemudian disebut tulang pada material beton bertulang.

Tersusun atas material semen, agregat, air, serta besi atau baja, lantas seperti apa karakteristik beton bertulang?

Karakteristik Beton Bertulang

struktur beton bertulang

Menurut ilmu konstruksi, prinsip dasar beton bertulang, yaitu harus mampu menerima momen lentur dan puntir, serta gaya aksial dan geser.

Nah, prinsip dasar tersebut berlaku bagi beton bertulang yang digunakan untuk semua jenis konstruksi.

Ada pun karakteristik beton bertulang di antaranya tahan terhadap getaran, sehingga sering digunakan untuk bangunan tahan gempa.

Selain itu, beton bertulang adalah material konstruksi yang sifatnya tidak termakan karat dan kokoh.

Material konstruksi yang satu ini mempunyai durabilitas tinggi sehingga awet dan tahan lama dibanding material lain.

Pada umumnya beton bertulang dapat digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama, serta tahan air dan api.

Kemampuan beton bertulang dalam menahan beban pun tidak akan berkurang meskipun telah berdiri selama bartahun-tahun.

Struktur Beton Bertulang

struktur beton bertulang

Ada tiga bahan utama yang digunakan untuk menyusun struktur beton bertulang, yaitu kayu, besi atau baja dan beton.

Struktur beton bertulang sendiri terdiri dari empat struktur, yaitu tulangan, plat, balok dan kolom.

Nah, supaya kamu memahaminya lebih lanjut, berikut penjelasan detail tentang struktur beton bertulang.

Tulangan Beton

Tulangan beton dalam struktur beton bertulang dapat berupa besi ulir atau dapat juga besi polos.

Besi ulir mempunyai permukaan kulit ulir yaitu menyerupai sirip ikan, tetapi tersusun dari atas ke bawah.

Penampang dasarnya berbentuk bundar, tetapi tambahan ulir membuat bentuknya bervariasi.

Sedangkan besi polos bentuknya polos seperti namanya, bentuknya bundar memanjang tanpa variasi apa pun.

Besi atau baja ini diperlukan dalam struktur beton bertulang untuk menambah kekuatan tarik.

Baca juga:

Cara Menghitung Rangka Atap Baja Ringan (Biaya Pasang & Harganya)

Plat Beton

Plat beton merupakan elemen struktur beton bertulang yang berfungsi untuk menerima beban mati dan hidup.

Beban mati dan hidup yang bekerja pada plat lantai ini wajib diperhitungkan terhadap beban gravitasi.

Ketebalan plat beton sendiri relatif sangat tipis apabila dibandingkan dengan bentang panjang atau lebar bidangnya.

Plat beton bersifat kaku dan umumnya digunakan untuk bagian lantai bangunan atau lantai atap pada gedung.

Selain itu, plat beton juga sering digunakan untuk lantai jembatan maupun lantai dermaga.

Balok Beton

Struktur beton bertulang yang satu ini berfungsi untuk menahan dua tegangan, yaitu tegangan tekan dan tarik.

Kedua tegangan tersebut disebabkan oleh adanya beban lentur pada balok beton itu sendiri.

Balok beton adalah struktur beton bertulang yang dapat memenuhi kebutuhan gaya lentur.

Dalam mendirikan struktur beton bertulang yang satu ini perlu memperhatikan kapasitas geser dan retak.

Selain itu, perubahan bentuk pada balok (defleksi) dan panjang penyaluran juga harus sesuai dengan persyaratan.

Kolom Beton

Struktur beton bertulang yang terakhir adalah kolom beton yang umumnya berbentuk bujur sangkar.

Selain bujur sangkar, ada pula kolom beton yang berbentuk persegi panjang dan bulat.

Nah, untuk memperkokoh kolom beton diperlukan penulangan yang dapat dilakukan secara simetri atau mengelilingi sisinya.

Dalam penulangan tersebut, biasanya material tulang di bagian bawah kolom beton dibengkokkan ke bagian dalam dulu.

Kemudian dijadikan stek dengan ukuran panjang kurang lebih 40 kali diameter tulangannya.

Perhatikan Ini Saat Menyusun Struktur Beton Bertulang

struktur beton bertulang

Itu dia empat struktur beton bertulang yang terdiri dari tulangan, plat, balok dan kolom.

Apabila dilihat dari karakteristiknya, beton bertulang memang mempunyai banyak kelebihan.

Selain itu, struktur beton bertulang dapat disusun oleh bahan-bahan lokal dengan harga terjangkau.

Namun tetap ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat menggunakan beton bertulang.

Seperti pengerjaan yang memakan waktu lama dan kualitas yang sangat tergantung kepada para pembuatnya.

Lalu dalam membuat beton bertulang juga diperlukan acuan untuk mencetak beton sesuai dengan ukuran (bekisting).

Bekisting ini harus tetap ada di tempatnya hingga beton bertulang mengeras dan bisa menahan bebannya sendiri.

Nah, untuk bekisting diperlukan biaya yang cukup mahal hingga sepertiga atau dua per tiga struktur beton bertulang.

Bagaimana, sekarang sudah cukup mengenal seluk-beluk struktur beton bertulang, kan?

Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah referensimu tentang properti dan bangunan ya!

Baca juga:

Seluk-Beluk Struktur Bangunan | Pengertian, Jenis, dan Komponennya

*Sumber Foto: Unsplash

 

Miyanti adalah senior content writer yang aktif menulis artikel dan mikrokopi sejak 2017. Dia berpengalaman menulis artikel bertema properti, desain, kuliner, keuangan dan traveling. Pada 2020 bergabung dengan 99 Group untuk menulis panduan property Rumah123 dan 99.co Indonesia.