Cara Menghitung Skala Denah Rumah dan Bangunan

Last update: 2 Juni 2025 7 min read
Author:

Untuk merancang rumah secara tepat, kita harus membuat denah dengan ukuran yang tepat. Maka dari itu, kita harus mengetahui cara menghitung skala denah rumah yang benar seperti yang akan dibahas di artikel ini!

Apakah Anda berencana membangun rumah?

Untuk membangun sebuah rumah, Anda perlu perencanaan yang tepat.

Perencanaan yang terperinci adalah salah satu kunci eksekusi pembangunan rumah yang baik.

Dalam perencanaan, kita harus menggambar denah dengan perbandingan ukuran yang sama dengan bangunan aslinya.

Lalu bagaimanakah caranya membuat skala ukuran yang baik agar bisa membuat denah yang tepat?

Yuk, pelajari cara menghitung skala denah rumah berikut ini!

Pengertian Denah Rumah

cara menghitung skala denah rumah bangunan

Sebelum membahas cara menghitung skala denah rumah, tentu kita harus tahu definisi dari denah rumah tersebut.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), denah adalah gambar rancangan.

Jadi, bisa diartikan bahwa denah rumah adalah sebuah gambar rancangan bangunan rumah.

Di dalam sebuah denah rumah, harus mencakup beberapa elemen, di antaranya adalah:

  • Ukuran bangunan;
  • Angka skala denah;
  • Gambar pembagian ruang;
  • Gambar perabotan rumah tangga;
  • Elemen lain yang masuk dalam rancangan rumah (gambar hiasan, tanaman, kendaraan, dan lain-lain).

Adapun cara membuat skala denah rumah yang benar yaitu:

  1. Ukur panjang bangunan sebenarnya. Ukuran meter (m) yang didapat kemudian diubah ke ukuran centimeter (cm).
  2. Ukur panjang denah pada gambar. Biasanya dengan skala centimeter (cm).
  3. Buat perbandingan dari keduanya untuk mendapatkan skala denah yang tepat.

Unsur dalam Skala

Dalam sebuah skala, terdiri dari dua angka yang menggambarkan ukuran pada denah dan ukuran asli di dunia nyata.

Ukuran pada gambar berada di sebelah kiri dan ukuran sebenarnya berada di sebelah kanan.

Jadi, jika tuliskan menjadi seperti ini:

Ukuran pada peta : ukuran sebenarnya

Contoh:

  • Skala 1:100 berarti setiap 1 cm di dalam denah berarti 100 cm di dunia nyata.
  • Skala 1:250 berarti setiap 1 cm di dalam denah sama dengan 250 cm di dunia nyata.
  • Skala 1:1500 artinya 1 cm di dalam denah sama dengan 1.500 cm di dunia nyata.

Jenis Skala yang Sering Digunakan dalam Denah Rumah

1. Skala 1:50

Skala 1:50 berarti setiap 1 cm pada denah mewakili 50 cm atau 0,5 meter di dunia nyata, menjadikannya pilihan ideal untuk denah dengan tingkat detail tinggi.

Skala ini sering digunakan untuk menggambarkan ruangan spesifik, seperti kamar mandi, dapur, atau ruang kerja, di mana elemen kecil seperti furnitur, wastafel, atau lemari perlu ditampilkan dengan jelas.

Sebagai contoh, untuk kamar mandi berukuran 2 m x 3 m, panjang 3 m pada denah akan digambar sebagai 6 cm (3 m ÷ 50 = 0,06 m atau 6 cm).

Kelebihan skala ini adalah kemampuannya menampilkan detail yang presisi, sangat cocok untuk proyek renovasi kecil atau desain interior.

Namun, skala ini kurang efisien untuk denah rumah secara keseluruhan karena membutuhkan kertas yang lebih besar sehingga dapat menyulitkan presentasi gambaran umum.

2. Skala 1:100

Skala 1:100 adalah skala standar yang paling sering digunakan untuk denah rumah, di mana 1 cm pada denah mewakili 1 meter di lapangan.

Skala ini ideal untuk menggambarkan denah rumah lengkap, seperti rumah tipe 36, 45, atau 70, yang mencakup tata letak kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan teras.

Sebagai contoh, untuk rumah berukuran 6 m x 12 m, panjang 12 m pada denah akan digambar sebagai 12 cm (12 m ÷ 100 = 0,12 m atau 12 cm).

Skala 1:100 menawarkan keseimbangan antara detail dan kemudahan membaca, sehingga cocok untuk kertas ukuran A3 atau A4 dan sering digunakan dalam presentasi kepada klien atau kontraktor.

Namun, skala ini kurang cocok untuk menampilkan detail kecil seperti furnitur atau elemen dekorasi, karena tingkat ketelitiannya tidak sepresisi skala 1:50.

3. Skala 1:200

Skala 1:200 berarti 1 cm pada denah mewakili 2 meter di dunia nyata, cocok untuk denah dengan cakupan lebih luas, seperti rumah besar atau kompleks perumahan.

Skala ini sering digunakan untuk menampilkan tata letak bangunan beserta elemen eksterior, seperti taman, carport, atau halaman.

Sebagai contoh, untuk lahan berukuran 20 m x 30 m, panjang 30 m pada denah akan digambar sebagai 15 cm (30 m ÷ 200 = 0,15 m atau 15 cm).

Kelebihan skala 1:200 adalah kemampuannya menggambarkan area luas tanpa memerlukan kertas berukuran besar sehingga efisien untuk perencanaan awal proyek besar.

Akan tetapi, skala ini minim detail untuk elemen kecil, seperti furnitur atau struktur interior, sehingga kurang cocok untuk desain ruangan spesifik.

4. Skala 1:500

Skala 1:500, di mana 1 cm pada denah mewakili 5 meter di lapangan, biasanya digunakan untuk proyek dengan cakupan sangat luas, seperti masterplan perumahan atau cluster.

Skala ini membantu menggambarkan posisi rumah, jalan, dan fasilitas umum dalam satu lahan besar.

Contohnya, untuk lahan seluas 100 m x 150 m, panjang 150 m pada denah akan digambar sebagai 30 cm (150 m ÷ 500 = 0,3 m atau 30 cm).

Skala ini sangat efisien untuk presentasi proyek properti skala besar karena dapat menampilkan gambaran umum pada kertas kecil.

Namun, skala ini tidak cocok untuk denah rumah individu karena tingkat detailnya sangat terbatas sehingga lebih berfokus pada tata letak keseluruhan daripada struktur spesifik.

5. Skala 1:1000

Skala 1:1000 berarti 1 cm pada denah mewakili 10 meter di dunia nyata, digunakan untuk perencanaan kawasan perumahan atau kota kecil.

Skala ini biasanya diterapkan pada peta situasi yang menunjukkan posisi rumah relatif terhadap lingkungan, seperti jalan utama, sekolah, atau fasilitas umum.

Contohnya, untuk kawasan seluas 500 m x 500 m, panjang 500 m pada denah akan digambar sebagai 50 cm (500 m ÷ 1000 = 0,5 m atau 50 cm).

Kelebihan skala ini adalah kemampuannya menggambarkan area sangat luas dengan efisien, ideal untuk perencanaan awal proyek besar.

Kekurangannya adalah kurangnya detail tentang struktur rumah sehingga tidak cocok untuk desain interior atau denah rumah individu.

Cara Menghitung Skala Denah Rumah yang Benar

rumus skala denah rumah

1. Rumus Skala Denah

Pada prinsipnya, skala denah rumah sangat sederhana, yaitu sebagai berikut:

Skala = jarak pada peta : jarak sebenarnya.

Namun, ada rumus lain juga yang harus Anda ketahui saat membuat skala denah.

Rumus ini berguna untuk memastikan kesesuaian jarak antara denah dan aslinya sama.

2. Menghitung Jarak Sebenarnya

Saat pembangunan dimulai, tentu kita berorientasi pada denah yang dibuat.

Nah, untuk mengetahui ukuran yang tepat saat membangun rumah juga sangat mudah.

Berikut adalah rumusnya:

Ukuran asli = ukuran pada denah x skala belakang

Contoh 1:

Jika dalam skala denah rumah 1:100, panjang teras rumah adalah 4 cm, berapakah panjang teras yang harus dibangun di lahan aslinya?

Jawab:

Ukuran asli = 4 x 100
= 400 cm.

Jadi, panjang teras rumah yang asli adalah 400 cm atau 4 m.

Contoh 2:

Dalam sebuah skala rumah 1:50, panjang dan lebar sebuah bidang tanah adalah 18 cm x 12 cm.

Berapakah ukuran rumah sebenarnya?

Jawab:

Panjang asli rumah = 18 x 50
= 900 cm atau 9 m

Lebar asli rumah = 12 x 50
= 600 cm atau 6 m

Jadi, berdasarkan penghitungan tersebut, ukuran asli rumah tersebut adalah 9 m x 6 m atau seluas 72 m².

3. Menghitung Ukuran pada Gambar

Rumus satu ini digunakan jika kita telah memiliki bayangan ukuran objek aslinya.

Kemudian, ketika diproyeksikan pada denah, tentu ukurannya harus proporsional.

Nah, berikut adalah rumusnya:

Ukuran pada gambar = ukuran objek sebenar x skala depan : skala belakang

Contoh 1:

Jika ingin membuat carport dengan ukuran 6 m x 6 m, berapakah ukurannya pada gambar yang akan kita buat dalam denah berskala 1:50?

Jawab:

6 m = 600 cm

Ukuran pada gambar = 600 x 1 : 50
= 12 cm

Jadi, dalam denah rumah yang akan dibuat, kita harus menggambar carport dengan ukuran 12 cm x 12 cm.

Contoh 2:

Dalam sebuah lahan seluas 100 m², akan dibangun rumah seluas 80 m² atau 10 m x 8 m.

Lalu, berapakah ukuran bangunan rumah tersebut dalam denah berskala 1:50?

Jawab:

10 m = 1000 cm
8 m = 800 cm

Panjang bangunan rumah = 1000 x 1 : 50
= 20 cm

Lebar bangunan rumah = 800 x 1 : 50
= 16 cm

Jadi, dalam denah tersebut, kita harus menggambar bangunan dengan ukuran panjang 20 cm dan lebarnya 16 cm.

Pertanyaan Umum Tentang Skala Denah Rumah

Bagaimana cara menghitung skala denah?

Secara umum, rumus skala adalah Skala = Jarak pada gambar / Jarak sebenarnya.

Misalnya, pada sebuah denah rumah, kamar tidur digambar dengan panjang 5 cm dan lebar 3 cm. Jika panjang kamar tidur sebenarnya adalah 5 meter dan lebarnya 3 meter, maka skalanya adalah:

  • Skala = Jarak pada Gambar / Jarak Sebenarnya
  • Skala = 5 cm / 500 cm (karena 5 meter = 500 cm)
  • Skala = 1/100

Jika skala 1/100, berapakah ukuran sebenarnya?

Skala 1:100 artinya setiap 1 cm pada gambar mewakili 100 cm (atau 1 meter) pada ukuran sebenarnya.

Skala 1:20 itu berapa?

Skala 1:20 artinya setiap 1 cm pada gambar mewakili 20 cm pada objek aslinya.

***

Itulah cara menghitung skala denah rumah yang tepat, Property People.

Kunjungi www.99.co/id untuk mendapatkan hunian impian!

(gambar: freepik)

 

Berkarier di dunia kepenulisan sejak 2018 sebagai penulis lepas. Kini menjadi penulis di 99 Group dengan fokus seputar gaya hidup, properti, hingga teknologi. Gemar menulis puisi, memanah, dan mendaki gunung.