Cicilan Rumah Ringan dan Update Rumah Subsidi Terbaru 2021

3 Apr 2020 - Yuhan Al Khairi

Cicilan Rumah Ringan dan Update Rumah Subsidi Terbaru 2021

Skema pembelian rumah lewat KPR memang tengah digandrungi masyarakat. 

Namun, isu kenaikan harga hunian subsidi tahun 2020 silam membuat kita harus memutar otak mendapatkan cicilan rumah ringan.

Harga rumah subsidi memang berbeda-beda di setiap daerah, tetapi kenaikan harga rumah murah ini tentu akan memberatkan bagi sebagian orang, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Berdasarkan data tahun sebelumnya, kenaikan harga rumah subsidi dipatok antara Rp7-11 jutaan. 

Angka ini tentu cukup besar, mengingat harga hunian tersebut pada saat itu sudah mencapai Rp120 jutaan.

Lantas, bagaimana caranya menyiasati agar cicilan rumah ringan? 

Lalu, apakah harga rumah subsidi akan kembali meningkat di tahun 2021? 

Untuk mengetahuinya, simak ulasan lengkap berikut ini.

Informasi Harga Rumah Subsidi Terbaru Tahun 2021

Ada kabar baik untuk kamu yang ingin beli rumah subsidi. 

Melansir bisnis.com, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan harga rumah tersebut tidak akan naik di tahun 2021.

Penetapan kebijakan ini bukan tanpa alasan, menurut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto, setidaknya ada empat hal yang mendasari keputusan tersebut yakni:

  • Tidak Ada Kenaikan Harga Bahan Bangunan

Meningkatnya harga hunian subsidi di tahun 2020 salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga bahan konstruksi. 

Fenomena ini tidak ditemukan di tahun 2021 sehingga harganya tidak perlu di-mark up.

  • Inflasi Perdagangan yang Cukup Rendah

Selain harga bahan bangunan cukup murah, inflasi perdagangan besar sektor konstruksi dalam BPS pada akhir tahun 2020 (secara tahunan) hanya mencapai angka 0,97.

Melihat rendahnya angka tersebut, dapat diketahui jika daya beli masyarakat terhadap rumah ini dinilai berkurang. 

Sehingga jika harganya ditingkatkan, justru akan semakin mengurangi minat masyarakat.

cicilan rumah ringan

  • Stok Ketersediaan Rumah yang Masih Banyak

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengumpulan Pengembang (Sikumbang) 7 Januari 2021, ketersediaan pasokan rumah siap akad masih tersisa sebanyak 227.183 unit.

Sedang target penyaluran KPR subsidi dan BP2BT tahun 2021 sendiri sebesar 212.066 unit. 

Banyaknya unit yang tersedia membuat pemerintah optimis, sehingga tak perlu menaikkan harga sebagai dana tambahan.

  • Upah Minimum Provinsi yang Tidak Naik

Faktor terakhir yang membuat harga perumahan subsidi tidak naik adalah UMP (Upah Minimum Provinsi) yang tidak meningkat. 

Dikhawatirkan, jika harga rumah tersebut naik daya beli masyarakat akan berkurang.

Nah, sebelum mengetahui cara mendapatkan cicilan rumah ringan, ada baiknya jika kita membahas harga pasti dari hunian tersebut di tahun ini. 

Agar tidak salah, perhatikan tabel berikut.

Daftar Harga Rumah Subsidi Tahun di Berbagai Daerah

No.

Wilayah

Harga Rumah Subsidi Tahun 2019

Harga Rumah Subsidi Tahun 2020-2021

Kenaikan

1.

Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Sumatera (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai)

Rp140.000.0000

Rp150.5000.000

Rp10.500.000

2.

Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu)

Rp153.000.000

Rp164.500.000

Rp11.500.000

3.

Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anabas)

Rp146.000.000

Rp156.500.000

Rp10.500.000

4.

Maluku, Maluku Utara, Bali, dan Nusa Tenggara, Jabodetabek, Kepulauan Anambas

Rp158.000.000

Rp168.000.000

Rp10.000.000

Itu tadi skema kenaikan harga rumah subsidi berdasarkan peta lokasinya di Indonesia. 

Peraturan kenaikan ini tertulis pada Kepmen PUPR No. 535/KPTS/M/2019 dan dapat kamu baca selengkapnya di sana, ya.

Setelah mengetahui berapa dana yang harus kamu anggarkan untuk membeli sebuah rumah subsidi di tahun 2020, berikut cara menyiasati serta mendapatkan cicilan rumah ringan yang bisa dicoba.

cicilan rumah ringan

Cara Mendapatkan Cicilan Rumah Ringan

Secara umum, terdapat tiga cara yang bisa dilakukan dalam menyiasati agar cicilan rumah ringan. 

Agar tidak salah dalam menerapkan cara-cara tersebut, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

  • Memanfaatkan Program KPR Subsidi FLPP

Kamu tentu sudah familiar dengan skema pembayaran KPR, bukan? 

Namun, tahukah kamu ada skema pembayaran hunian lain yang disebut sebagai subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan)?

Mirip seperti KPR, FLPP merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk membantu MBR yang ingin mencari cicilan rumah ringan. 

Bedanya dengan KPR, FLPP memiliki bunga yang lebih rendah.

Kredit bunga yang ditawarkan pada skema pembayaran ini cukup murah dan tetap (fix) hingga jangka waktu cicilan selesai (tenor). 

Saat ini, ada 110 ribu unit rumah FLPP yang ditawarkan oleh pemerintah.

Bahkan, beberapa dari rumah murah tersebut berharga di bawah Rp200 juta-an. 

Selain itu, kamu juga akan mendapatkan sejumlah keuntungan lain apabila mengajukan program KPR subsidi FLPP, seperti:

  • Cicilan rumah ringan dengan suku bunga 5 persen fix per tahun
  • Jangka waktu cicilan panjang hingga 20 tahun
  • Down payment (DP) atau uang muka ringan
  • Bebas premi asuransi
  • Gratis biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Untuk mendapatkan fasilitas gratis PPN sendiri kamu harus memenuhi beberapa persyaratan, di mana persyaratan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 81/PMK/010/2019.

cicilan rumah ringan

  • Menggunakan Dana Segar Tambahan

Selain langkah pertama, cara lain yang bisa digunakan dalam menyiasati cicilan rumah ringan adalah menggunakan dana segar tambahan, misalnya seperti bonus atau tunjangan pekerjaan.

Bahkan, M. Andoko perencana keuangan OneShildt mengatakan, jika bonus dapat digunakan untuk mempercepat pelunasan sebagian utang KPR sehingga pokok utang akan berkurang.

Bagaimana cara mengurangi pokok utang angsuran dengan dana tambahan? 

Buat kamu yang belum tahu, setiap beberapa tahun sekali kita bisa meminta bank untuk memperbesar cicilan kredit rumah.

Dari cara ini jangka waktu angsuran rumah akan semakin turun dan semakin cepat selesai. 

Banyak orang menggunakan cara ini untuk mengurangi porsi bunga KPR setiap bulannya.

Hal tersebut dianggap cukup efektif, apalagi setiap pekerja memiliki potensi kenaikan gaji tiap tahun. 

Semakin besar gajimu, semakin banyak pula dana yang bisa digunakan melunasi KPR rumah tersebut.

  • Pilih atau Pindah Bank dengan Suku Bunga Rendah

Cara terakhir yang bisa dilakukan untuk mendapatkan cicilan rumah ringan adalah memilih bank atau penyedia layanan KPR yang menawarkan suku bunga angsuran rendah.

Jika sudah terlanjur memilih layanan KPR, jangan khawatir kamu masih bisa pindah ke bank lain dengan skema take over

Dengan cara ini, kamu bisa menghitung ulang komposisi kredit sesuai kemampuanmu.

Sebab, sering kali suku bunga bank yang tinggi membuat seseorang kesulitan untuk melunasi cicilannya. 

Selain itu, dengan cicilan rumah ringan kamu dapat mempercepat pelunasan kredit tersebut, bukan?

Meski begitu, jangan lupa memperhitungkan biaya penalti atas take over tersebut ya

Denda atau penalti sendiri besarannya berbeda-beda (tergantung kebijakan bank), umumnya 1 persen dari sisa pokok.

Mau lebih ampuh lagi? kamu bisa menggabungkan cara kedua dan cara ketiga untuk mendapatkan cicilan rumah ringan. 

Maksudnya, setelah melakukan take over, kamu bisa menambah alokasi dana untuk kredit.

Sekarang kamu sudah paham kan bagaimana caranya mendapatkan cicilan rumah ringan? 

Jangan lupa manfaatkan laman properti 99.co Indonesia ketika mencari rumah ya! Semoga bermanfaat...

 

Author:

Yuhan Al Khairi