Info Bunga KPR dan Cara Mendapatkan Kredit Rumah Murah 2020

16 Jan 2020 - Yuhan Al Khairi

Info Bunga KPR dan Cara Mendapatkan Kredit Rumah Murah 2020

Saat kita hendak mengajukan KPR, mengetahui besaran bunga KPR yang akan kita ambil sangatlah penting. 

Tentunya ini untuk menjadi dasar perhitungan kita dalam mengambil kredit rumah.

Karena sebagaimana kita ketahui, membeli rumah adalah salah satu keputusan besar yang harus diperhitungkan dengan baik. Terutama jika ingin beli rumah pertama.

Di Indonesia sendiri mempunyai banyak sekali bank yang menawarkan produk KPR mereka. Tentunya setiap bank mempunyai suku bunga KPR yang berbeda-beda. 

Nah, untuk itu penting mengetahui besaran suku bunga yang ada di setiap bank di Indonesia. Untuk lebih jelasnya penjelasannya di bawah ini:

Suku Bunga KPR di Bank Indonesia 2020

bunga kprJika suatu hari Anda melihat iklan rumah dijual dan tertarik untuk membeli rumah tersebut dengan cara mencicil,  Anda bisa memanfaatkan KPR.

 

Dalam penghitungan biaya pembayaran rumah, penting untuk mengetahui besaran bunga yang akan dikenakan bank kepada kita. 

 

Untuk di 2020, OJK sering merilis suku bunga dasar perbankan di berbagai bidang, termasuk di KPR. 

Untuk update terbaru suku bunga dasar kredit di semua bank adalah sebagai berikut:


 

PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk

9,90

PT BANK MANDIRI (PERSERO), Tbk

10,00

PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO), Tbk

10,15

PT BANK DANAMON INDONESIA, Tbk

10,00

PT BANK PERMATA, Tbk

10,00

PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk

8,75

PT BANK MAYBANK INDONESIA, Tbk

9,25

PT BANK PANIN INDONESIA, Tbk

10,00

PT BANK CIMB NIAGA, Tbk

9,50

PT BANK UOB INDONESIA

10,00

PT BANK OCBC NISP, Tbk

9,75

PT BANK CHINA CONSTRUCTION BANK INDONESIA Tbk

7,97

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk

10,90

PT BANK DBS INDONESIA

9,15

STANDARD CHARTERED BANK

7,80

PT BANK CAPITAL INDONESIA, Tbk

13,24

PT BANK BUMI ARTA, Tbk

9,69

PT BANK HSBC INDONESIA

10,00

PT BANK J TRUST INDONESIA, Tbk

11,55

PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL, Tbk

11,90

PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk

9,47

PT BPD DKI

10,00

PT BPD DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

6,41

PT BPD JAWA TENGAH

11,44

PT BPD JAWA TIMUR, Tbk

6,92

PT BPD JAMBI

8,92

PT BPD SUMATERA UTARA

10,09

PT BPD SUMATERA BARAT

10,75

PT BPD RIAU KEPRI

5,90

PT BPD SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG

10,12

PT BPD LAMPUNG

10,42

PT BPD KALIMANTAN SELATAN

9,84

PT BPD KALIMANTAN BARAT

8,41

PT BPD KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA

8,97

PT BPD KALIMANTAN TENGAH

10,25

PT BPD SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT

7,86

PT BPD SULAWESI UTARA DAN GORONTALO

9,25

PT BPD BALI

8,23

PT BPD NUSA TENGGARA TIMUR

10,00

PT BPD MALUKU DAN MALUKU UTARA

9,16

PT BPD PAPUA

8,00

PT BPD BENGKULU

7,94

PT BPD SULAWESI TENGAH

6,41

PT BPD SULAWESI TENGGARA

9,00

PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN

8,29

PT BANK OF INDIA INDONESIA, Tbk

12,56

PT BANK MESTIKA DHARMA, Tbk

10,08

PT BANK SHINHAN INDONESIA

7,75

PT BANK MASPION INDONESIA, Tbk

10,05

PT BANK GANESHA

12,00

PT BANK ICBC INDONESIA

7,72

PT BANK QNB INDONESIA, Tbk

10,50

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk

10,50

PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA 1906, Tbk

10,75

PT BANK MEGA, Tbk

11,50

PT BANK BUKOPIN, Tbk

10,11

PT BANK BISNIS INTERNASIONAL

10,24

PT BANK JASA JAKARTA

8,35

PT BANK KEB HANA INDONESIA

8,25

PT BANK MNC INTERNASIONAL, Tbk

12,88

PT BANK YUDHA BHAKTI, Tbk

14,96

PT BANK RAKYAT INDONESIA AGRONIAGA, Tbk

10,35

PT BANK DIGITAL BCA

4,66

PT BANK NATIONALNOBU, Tbk

9,25

PT BANK INA PERDANA, Tbk

10,62

PT PRIMA MASTER BANK

12,38

PT BANK SAHABAT SAMPOERNA

16,50

PT BANK DINAR INDONESIA, Tbk

11,00

PT BANK AMAR INDONESIA

13,00

PT BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI

9,78

PT BANK JAGO, Tbk

14,78

PT BANK MULTIARTA SENTOSA

8,85

PT BANK MAYORA

9,36

PT BANK INDEX SELINDO

10,60

PT BANK FAMA INTERNASIONAL

8,81

PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk

11,44

PT BANK HARDA INTERNASIONAL

11,43

PT BANK IBK INDONESIA, Tbk

10,93

PT BANK CTBC INDONESIA

10,75

PT BANK COMMONWEALTH

10,75

 

Wacana Penghapusan SSB dan Kredit Rumah Murah FLPP 

bunga kpr

Kita tak bisa memungkiri bahwa Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) adalah metode yang paling diminati masyarakat.

KPR sendiri dianggap sebagai cara yang paling gampang dan murah untuk mendapatkan sebuah rumah di tengah mahalnya harga rumah tapak di kota-kota besar di Indonesia.

Meski dinilai cukup menguntungkan, agaknya pemerintah punya rencana lain. 

Sebab, di tahun 2020 ini santer tersiar kabar bahwa mereka akan menghapus skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) untuk KPR.

Oleh karenanya, banyak orang yang menganggap jika SSB dihapuskan, maka biaya bunga yang dikenakan bank kepada masyarakat akan lebih tinggi, sehingga sulit mendapatkan hunian murah.

Lantas, bagaimana jika hal tersebut benar terjadi? 

Masih bisakah kita mendapatkan rumah yang layak dengan harga murah? 

Untuk mengetahuinya, simak penjabaran di bawah ini.

Alasan Penghapusan Subsidi Selisih Bunga KPR

Subsidi Selisih Bunga KPR atau KPR SSB adalah kredit kepemilikan rumah yang diterbitkan oleh bank penyedia layanan KPR, yang mendapatkan pengurangan suku bunga melalui program SSB dari pemerintah.

Sehingga, dengan adanya program ini masyarakat berpenghasilan (MBR) yang ingin membeli rumah dengan skema KPR dapat menerima suku bunga bank dengan nilai yang lebih murah.

Sebenarnya, secara kinerja SSB dianggap cukup baik, sebab sepanjang tahun 2015-2018 SSB jadi skema pembiayaan kepemilikan rumah dengan realisasi serapan terbesar, yakni mencapai 558.848 unit rumah.

Namun, karena program pembiayaan tersebut terlalu membebani APBN, maka pemerintah berencana untuk menghapusnya di tahun ini. 

Meski begitu, rencana penghapusan SSB ini masih belum berjalan.

Selain itu, untuk Anda yang telah menerima subsidi bunga sebelumnya, program tersebut masih akan berlaku hingga masa cicilan Anda berakhir, sehingga tak perlu risau dengan wacana penghapusan ini.

Ditambah lagi, selain SSB sebenarnya kita masih bisa memanfaatkan skema subsidi perumahan lain untuk mendapatkan bunga murah, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)

bunga kpr

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP adalah pembiayaan perumahan kepada MBR yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Meski keuntungan yang diperoleh dari FLPP dan SSB sama saja, namun secara pengelolaan keduanya berbeda. 

Seperti yang disebutkan di atas, pembiayaan perumahan SSB dikelola oleh bank penyedia KPR.

Oleh sebab itu, walaupun penghapusan SSB benar terlaksana, Anda tidak perlu khawatir sebab ada skema pembiayaan perumahan lain yang menawarkan suku bunga KPR rumah rendah, seperti FLPP.

Lantas, apa saja sih fasilitas yang diberikan oleh program yang satu ini? Berikut beberapa poin yang harus Anda ingat, seperti:

  • Uang muka pembiayaan rumah melalui FLPP hanya sebesar 1 persen;
  • Suku bunga melalui skema FLPP hanya 5 persen dan tetap, hingga tenor kredit berakhir;
  • Nilai suku bunga sudah termasuk premi asuransi jiwa serta asuransi kebakaran; serta
  • Anda berhak mendapatkan rumah subsidi KPR FLPP yang merupakan rumah umum dan di bangun oleh pengembang sesuai ketentuan pemerintah.

Itu tadi beberapa keunggulan yang bisa Anda nikmati jika mengajukan kredit pembiayaan rumah melalui program FLPP. 

Untuk syarat dan cara pengajuannya sendiri, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Syarat dan Cara Ajukan Kredit Rumah Murah FLPP 2020

Selayaknya skema pembiayaan perumahan dan suku bunga murah lainnya, pengajuan KPR melalui program FLPP juga memiliki syarat KPR yang harus dipenuhi oleh orang yang ingin mengajukan kredit tersebut, seperti:

  • Orang yang mengajukan kredit haruslah kelompok masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, dengan ukuran penghasilan tetap atau tidak tetap maksimal sebesar Rp4.000.000.
  • Membawa bukti surat keterangan tidak memiliki rumah dari kepala desa atau lurah tempat pemohon berdomisili dan pasangannya berdomisili.
  • Belum pernah menerima subsidi perumahan atau bunga KPR.
  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Menyerahkan fotokopi SPT Tahunan PPh pribadi atau surat pernyataan, bahwa penghasilan yang pemohon tidak melewati batas persyaratan mendapatkan FLPP.

bunga kpr

Setelah melengkapi berbagai syarat dalam pengajuan FLPP, berikut tata cara atau tahapan yang akan Anda lalui ketika mengajukan skema pembiayaan perumahan dan suku bunga KPR rendah tersebut, yakni:

  1. Kunjungi bank pelaksana FLPP yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Di tahun 2020 ini, sedikitnya ada 37 bank yang secara resmi menyalurkan program FLPP, di antaranya: 
  • Bank BTN, 
  • Bank BTN Syariah
  • Bank BNI
  • BRI Syariah
  • Bank Artha Graha
  • Bank BRI
  • Bank Mandiri
  • Bank BNI Syariah
  • Bank BJB
  • Bank Sumut
  • Bank Sumut Syariah
  • Bank Jambi
  • Bank Jambi Syariah
  • Bank Kalbar
  • Bank NTB Syariah
  • Bank BJB Syariah
  • Bank Sulselbar
  • Bank Sulselbar Syariah
  • Bank BRI Agro
  • Bank Sumsel Babel
  • Bank Sumsel Babel Syariah
  • Bank Jatim
    Bank Jatim Syariah
  • Bank Aceh Syariah
  • Bank Papua
    Bank Nagari
  • Bank Nagari Syariah
  • Bank NTT
    Bank Kalsel
  • Bank Kalsel Syariah
  • Bank KEB HANA
  • Bank Riau Kepri
  • Bank Riau Kepri Syariah
  • Bank Sulteng
  • Bank Jateng
  • Bank Jateng Syariah
  • Bank Kaltim Tara
  1. Selanjutnya, penuhi persyaratan dan lakukan survei ke lokasi perumahan yang Anda minati, lalu meminta informasi sedetail mungkin kepada pihak pengembang;
  2. Serahkan kelengkapan surat dan dokumen yang diperlukan kepada pengembang perumahan;
  3. Nantinya, setelah meneliti kelengkapan surat dan dokumen yang Anda ajukan, pihak pengembang kemudian akan menyerahkan dokumen tersebut kepada bank pelaksana FLPP untuk diproses lebih lanjut. Setelah itu, pihak bank akan menilai apakah pemohon layak untuk menerima pembiayaan rumah dan bunga murah melalui FLPP atau tidak; dan
  4. Apabila lolos verifikasi bank, selanjutnya Anda tinggal melakukan akad kredit FLPP dan mendapatkan rumah yang Anda impikan dengan suku bunga rendah.

Nah, itu tadi info bunga KPR dan cara mendapatkan kredit rumah murah di tahun 2020 melalui skema FLPP. 

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk kita semua.

Selamat mencoba!

Author:

Yuhan Al Khairi