Mau Ambil Cicilan Rumah? Pahami Hal Penting Berikut Ini Dulu!

6 min read

Membayar cicilan rumah adalah kewajiban yang mesti dilakoni seandainya Anda membeli properti secara kredit, baik melalui KPR atau cicil langsung ke developer.

Dengan adanya cicilan rumah, Anda harus membayar angsuran plus bunganya dalam jumlah tertentu kepada bank atau developer.

Namun, karena mencicil rumah adalah sebuah komitmen jangka panjang, banyak yang ragu untuk mengambilnya.

Kebanyakan, keraguan itu muncul karena takut mengalami penunggakan, tidak bisa membayar, dan akhirnya mengalami gagal bayar.

Jika sudah gagal bayar, tentu rumah yang sedang dalam proses KPR, bisa saja disita.

Nah, bagi Anda yang hendak mengambil cicilan rumah, kami menganjurkan Anda untuk memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.

Pahami Soal KPR Konvensional, KPR Syariah, dan Cicil ke Developer

KPR rumah

Hal pertama yang mesti diperhatikan adalah, Anda harus mengetahui kelebihan dan kekurangan antara KPR konvensional, KPR syariah, dan cicil ke developer.

Ketiga skema pembayaran itu berkaitan dengan cicilan rumah yang mesti dibayarkan dalam periode waktu tertentu.

Berikut pengertian dari masing-masing skema pembayaran tersebut:

  • KPR konvensional: Fasilitas pembiayaan rumah yang dikeluarkan bank, di mana nasabah akan membayarkan sejumlah cicilan plus bunganya kepada pihak bank tersebut.
  • KPR syariah: Fasilitas pembiayaan rumah berdasarkan hukum syariat Islam dengan tujuan menghindari riba agar proses pembelian properti lebih berkah.
  • Cicil developer: Nasabah langsung mencicil rumahnya kepada developer, secara bertahap. Biasanya dilakukan dengan akad syariah.

Masing-masing skema pembayaran itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Misalnya, untuk KPR konvensional dan syariah, Anda wajib berkomitmen terhadap bank dan membayar bunga atau margin, yang bisa dibilang sebagai “bayar jasa” untuk bank.

Namun, skema KPR bisa memberikan Anda keleluasaan dalam menentukan tenor yang bisa memberikan perbedaan jumlah angsuran yang mesti dibayarkan per bulannya.

Sementara itu, skema pembayaran cicil ke developer bisa saja lebih murah ketimbang KPR ke bank.

Namun, Anda harus lebih teliti lagi memilih developer yang benar-benar tepercaya dan bertanggung jawab.

Silakan pilih skema pembayaran yang tepat agar Anda bisa berkomitmen membayar cicilan rumah tanpa menunggak.

Ketahui Rekam Jejak Developer dan Kualitas Proyeknya

Rekam jejak developer

Menurut laman sikapiuangmu.ojk.go.id, ada beberapa pengaturan seputar perilaku bisnis developer, di antaranya:

  • Ingkar Janji

Perilaku bisnis ini termasuk wanprestasi. Ada beberapa developer yang hasil jadi rumahnya tidak sesuai dengan materi promosi dan janji di awal.

Lalu, ada juga developer yang melakukan ketidaksesuaian dalam pemberian sertifikat. Misalnya, di awal menjanjikan SHM, tapi pada akhirnya malah memberikan HGB.

  • Harga Tak Sesuai

Harga tak sesuai yang dimaksud di sini adalah penggelembungan harga dari tawaran awal.

Alasannya bisa bermacam-macam. Biasanya, developer “nakal” beralasan harga yang naik itu karena unitnya masuk ke dalam tahap yang baru, karena unit di tahap sebelumnya sudah ludes.

Atas dasar itu, Anda harus lebih meneliti soal rekam jejak developer-nya secara lebih teliti.

Jangan sampai hanya karena developer-nya “nakal”, proses cicilan rumah Anda jadi terganggu.

Beberapa contoh developer yang sudah tepercaya mengambangkan proyek properti berkualitas adalah PT. Bumi Alam Damai dengan proyek Puri Angsana Loka Sawangan dan Sinar Mas Land dengan proyek Terravia.

Simulasikan KPR Terlebih Dahulu

Ini adalah langkah penting yang wajib dilakukan agar Anda mendapatkan gambaran jelas berapa jumlah angsuran dan bunga yang mesti dibayarkan per bulannya.

Anda dapat memanfaatkan fitur simulasi KPR di 99.co melalui Simulasi KPR 99 Indonesia.

Dalam fitur simulasi tersebut, Anda akan mendapatkan angka perkiraan berapa cicilan fixed dan cicilan floating yang mesti dibayarkan untuk beberapa bank, seperti KPR BRI, KPR OCBC, KPR BCA, dan KPR BTN.

Cara menggunakan fiturnya pun cukup mudah. Anda tinggal memasukkan harga properti, uang muka, dan jangka waktu pada kolom isian yang tersedia. Setelah itu, klik tombol “hitung”.

Terapkan Strategi Jitu dalam Pelunasan Cicilan Rumah

Usahakan DP yang Besar

cicilan rumah

Uang muka atau down payment (DP) adalah komponen awal yang harus dipenuhi jika akan mengambil KPR.  

Jika Anda sanggup, coba alokasikan DP yang cukup besar untuk memperkecil cicilan rumah.

Bank mensyaratkan DP minimal sekitar 10 hingga 15 persen dari nilai rumah, tapi jika Anda sanggup, coba alokasikan hingga 30-40 persen dari total nilai rumah.  

Besar memang, tapi itu adalah salah satu cara untuk memperkecil cicilan rumah. 

Anda bisa menabung terlebih dahulu selama beberapa tahun sebelum membeli rumah. 

Atau jika Anda masih lajang, bisa menabung sebelum menikah. Tabungan tersebut nantinya digunakan saat membeli rumah setelah menikah nanti.

Gunakan Penghasilan Lebih untuk Melunasi KPR

cicilan rumah

Jika Anda mendapatkan penghasilan lebih, bisa dialokasikan untuk melunasi KPR. 

Misalnya Anda mendapatkan bonus dari pekerjaan, penghasilan lebih tersebut bisa dibayarkan ke pihak bank untuk cicilan. 

Atau mungkin jika Anda mendapatkan kenaikan gaji, Anda juga bisa mengajukan untuk menaikan cicilan bulanannya.

Karena penghasilan per bulan naik, jadi ada ruang dari persentase penghasilan yang masih bisa dialokasikan untuk cicilan KPR. 

Menaikan cicilan per bulan juga akan mempercepat KPR Anda segera lunas. 

Jadi ketika Anda mengajukan tenor 15 tahun, mungkin saja bisa selesai 12 atau 13 tahun. 

Tapi sebagai catatan, ada beberapa bank juga yang memberikan sanksi jika Anda mempercepat masa tenor KPR. Jadi pastikan dulu ke bank tempat Anda akan mengajukan KPR ya

Penting juga untuk menemukan KPR yang tepat dan tidak memberatkan Anda. 

Jika Anda belum mengajukan KPR dan masih bingung menentukan KPR yang sesuai, cobalah untuk mencari tahu lebih banyak dan cobalah untuk menggunakan simulasi KPR.

Membatasi Cicilan Bulanan Lain

Untuk mempermudah cicilan rumah, Anda juga harus berani berkorban, terutama dalam persoalan cicilan di barang yang tidak penting. 

Jika keuangan Anda masih terbatas, usahakan tidak banyak cicilan lainnya.

Usahakan rasio utang dari pendapatan sekitar 30 persen saja. Jika bisa, usahakan 30 persen tersebut hanya KPR atau barang esensial lain, seperti kendaraan. 

Di luar itu usahakan untuk melakukan pembelian secara cash. Jika rasio utang sudah melebihi 30 persen maka akan berpengaruh ke cash flow Anda secara keseluruhan, tidak hanya KPR. 

Jangka Waktu Panjang

cicilan rumah

Satu lagi strategi cicilan rumah yang bisa Anda lakukan, terutama saat awal-awal mengajukan KPR. 

Yakni memilih jangka waktu cicilan yang panjang. Biasanya semakin panjang cicilan tersebut akan berpengaruh kepada cicilan per bulannya. 

Tapi sekali lagi, ini juga harus disesuaikan dengan kemampuan. 

Jika Anda mampu membayar cicilan rumah dengan masa tenor lebih pendek, kenapa tidak?! 

Dengan berjalannya waktu, pendapatan Anda akan terus naik setiap tahunnya dan cicilan akan terasa lebih ringan kemudian. 

Tapi Anda tetap harus memilih dengan cermat, mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan. Sehingga cicilan rumah masih bisa diatur dan lunas dengan cepat juga. 

Itulah beberapa strategi yang bisa Anda lakukan saat merencanakan cicilan rumah.  

Pastikan beban cicilan KPR tidak memberatkan Anda. Ingat, idealnya cicilan hanya mengambil sekitar 30 persen dari penghasilan. 

Jika cicilan rumah ternyata lebih dari itu, ada baiknya Anda mempertimbangkan kembali rumah yang akan dibeli dan KPR yang akan dipilih.  

Sekali lagi, jangan lupa juga untuk melakukan simulasi KPR untuk mempermudah Anda dalam menentukan cicilan yang tepat. Ternyata memiliki rumah sendiri bukanlah hal yang sulit ya.

Ingin menjual atau menyewakan rumah? Pasang iklan rumah cepat dan mudah di 99.co Indonesia.

 

Reader Interactions

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *