SHM adalah Bukti Kepemilikan Paling Kuat. Begini Cara Mudah Mendapatkannya

18 Mar 2020 - Martha

SHM adalah Bukti Kepemilikan Paling Kuat. Begini Cara Mudah Mendapatkannya

foto: tribunnews.com

SHM adalah singkatan dari Sertifikat Hak Milik yang merupakan bukti kepemilikan penuh hak atas lahan / tanah oleh pemegangnya.

Dengan kata lain SHM adalah sertifikat dengan yang paling kuat, sehingga tidak akan ada pihak lain yang bisa mengeklaim bahwa tanah atau properti tersebut adalah miliknya. 

Jadi bila terjadi masalah terkait dengan tanah atau properti, maka orang yang namanya tertera dalam SHM adalah pihak yang dianggap sah berdasarkan hukum.

Pentingnya mengantongi SHM ini karena jika nanti Anda akan menjualnya, maka ini akan memengaruhi harga. Ya, bisa dibilang nilai jual tanah SHM adalah yang paling tinggi dibanding yang tanpa SHM.

Selain memiliki kekuatan penuh dan bisa dibanderol dengan harga jual tertinggi, keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan dari mengantongi surat tanah SHM adalah properti tersebut bisa dijadikan jaminan untuk pinjaman ke bank. 

SHM juga tidak memiliki batas waktu sehingga bisa diwariskan turun temurun maupun dihibahkan.

Namun jangan salah, hak kepemilikan atas tanah bisa saja hilang dalam kondisi-kondisi tertentu seperti tanah itu sendiri musnah atau tanah jatuh pada negara karena penyerahan sukarela oleh pemilik. 

Atau bisa pula karena pewarisan tanpa wasiat pada yang bukan WNI, karena syarat utama dari pemegang sertifikat SHM adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

Cara Mengurus SHM

Nah, bagi Anda yang ingin mendapatkan sertifikat ini, berikut cara mengurus SHM:

Menyiapkan dokumen 

shm adalah

foto: pixabay.com

Beberapa dokumen atau persyaratan administrasi yang perlu disiapkan contohnya:

  • Sertifikat Hak Guna Bangunan / SHGB (asli)
  • Identitas diri / KTP dan Kartu Keluarga (KK)
  • Surat Izin Mendirikan Bangunan / IMB (copy)
  • SPPT PBB
  • Surat pernyataan yang mengonfirmasi bahwa Anda adalah pemilik lahan

Sementara kalau ingin mengurus SHM untuk tanah warisan, dimana selain data diri seperti KTP Anda juga perlu menyertakan:

Mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN)

shm adalah

foto: republika.co.id

Kantor BPN yang didatangi tentunya harus sesuai dengan lokasi properti berada.

Di sini nantinya Anda bisa membeli formulir pendaftaran dan membuat janji dengan petugas untuk mengukur tanah.

Menunggu penerbitan SHM

Usai mengukur tanah, Anda akan menerima Surat Ukur Tanah untuk dilampirkan dalam dokumen kelengkapan yang disiapkan sebelumnya.

Di tahap ini, Anda tinggal menunggu pihak BPN mengeluarkan keputusan. Biasanya SHM diterbitkan setidaknya dalam kurun waktu 6 bulan. Mengenai biaya, biasanya Anda akan dikenakan Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB).

Di antara beberapa dokumen yang disiapkan di atas, mungkin Anda ada yang belum familiar dengan beberapa di antaranya, seperti SHGB, AJB dan sebagainya. 

shm adalah

foto: ayobandung.com

Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda...

Dalam jual beli, perlu diketahui bahwa SHM ada pula sertifikat HGB dimana pada dasarnya beda HGB dan SHM adalah  dalam hal kepemilikan lahan. 

Pemegang SHGB hanya boleh memanfaatkan lahan tersebut untuk mendirikan bangunan atau keperluan lain, namun pemilliknya adalah negara.

Itulah kenapa sebelumnya disebutkan bahwa status tanah SHM adalah yang paling kuat, karena pemegangnya memiliki hak sepenuhnya terhadap lahan dan bangunan di atasnya.

Selain itu, bedanya HGB dan SHM adalah pada batas waktu. Dimana SHM tidak memiliki batasan waktu, sementara HGB memiliki batasan yang berkisar 20 - 30 tahun, dan setelahnya Anda harus mengurus perpanjangan. 

Perbedaan lainnya adalah SHGB bisa dimiliki pula oleh warga asing.

Biasanya tanah dengan status HGB adalah yang dikembangkan oleh developer untuk membangun apartemen atau gedung perkantoran.

Sedangkan persamaan HGB dan SHM adalah sama-sama bisa dijadikan tanggungan dan bisa dialihkan. 

Menariknya lagi, status SHGB bisa ditingkatkan menjadi SHM. Dalam hal ini biasanya karena di atas lahan tersebut telah dibangun rumah (tempat tinggal).

Untuk mengurus perubahan status ini bisa dilakukan sendiri atau menggunakan jasa Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), namun tentu Anda perlu mengeluarkan biaya untuk membayar jasa profesional mereka.

shm adalah

Tapi bila ingin mengurusnya sendiri, Anda bisa menyiapkan berkas-berkas berupa:

  • SHGB (asli dan copy)
  • IMB atau surat keterangan dari kelurahan bahwa bangunan yang digunakan diperuntukkan sebagai rumah tinggal
  • Kartus identitas
  • SPPT PBB

Setelah itu barulah Anda membawa berkas ke kantor BPN. 

Di sini biasanya Anda akan dikenakan biaya yang besarannya tergantung Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), dimana nilainya berbeda-beda di setiap kawasan, dan juga tergantung dari luas tanah itu sendiri.

Anda bisa menanyakan ke petugas BPN setempat mengenai besaran biaya yang harus dibayarkan. 

Lalu ada pula AJB atau Akta Jual Beli. Khusus bagi yang ingin membeli rumah, maka perlu tahu bahwa AJB dan SHM adalah dokumen yang harus ada. 

Jika SHM adalah bukti bahwa properti adalah sah milik si penjual, maka AJB adalah bukti peralihan properti tersebut dari penjual kepada Anda sebagai pembeli. 

Namun tidak hanya untuk properti dengan SHM, AJB juga dibuat untuk properti yang memiliki SHGB bahkan untuk tanah girik.

Ya, bicara status tanah, selain SHM dan SGHB, mungkin Anda juga pernah mendengar tanah girik.

shm adalah

foto: pixabay.com

Tanah girik biasanya diperoleh dari hasil warisan sehingga biasanya surat yang dimiliki adalah sebatas penguasaan atas lahan saja, dan tidak ada kepastian hukum karena menurut Undang-Undang, jika ingin mengeklaim kepemilikan sebuah properti, harus bisa membuktikannya dengan sertifikat.

Tapi kalau ingin membeli tanah girik juga tidak ada salahnya karena keuntungan tanah ini biasanya memiliki nilai jual yang lebih murah, dan penjualnya lebih fleksibel alias lebih mudah diajak negosiasi.

Yang perlu diketahui adalah, dalam proses membeli tanah girik akan dilengkapi keterangan ahli waris termasuk Akta Jual Beli (AJB).

Dan karena tanah girik tidak memiliki kekuatan hukum seperti halnya tanah dengan SHM, maka Anda harus secara aktif mencari informasi agar tidak merugi di kemudian hari.

Berikut beberapa hal yang harus dipastikan:

  • Keaslian surat girik

Ini gunanya untuk pegangan Anda yang bisa digunakan pula dalam proses pengurusan SHM nantinya.

Kalau perlu datangi kantor BPN atau kelurahan untuk memastikan keaslian surat girik. Sekaligus cari informasi mengenai riwayat lahan yang akan dibeli. 

  • Bukti pembayaran PBB

Dalam menjual properti apapun, pihak penjual harus menyerahkan bukti pembayaran PBB setidaknya 3 tahun terakhir. Tak terkecuali saat akan menjual lahan girik. 

Bukti pembayaran ini bisa dijadikan pembeli sebagai acuan mengenai keaslian surat.

  • Lahan bebas sengketa dan tidak sedang diperjualbelikan

Ini menjadi kelemahan terbesar tanah yang tidak memiliki SHM.  Karena bisa saja tanah ini diklaim oleh lebih dari satu orang. 

Itulah gunanya bukti berupa surat dan keterangan dari pejabat setempat seperti yang dijelaskan di atas. 

Yang tidak kalah penting Anda harus tahu dan terlibat langsung dalam proses ini, khususnya dalam proses pengalihan dokumen. 

shm adalah

foto: pexels.com

Membeli tanah girik berarti Anda harus ekstra teliti dan hati-hati lagi, pastikan hal-hal di atas, agar tidak menimbulkan masalah yang berlarut-larut di kemudian hari.

Semoga bermanfaat!

 

Author:

Martha