Panduan Membuat Surat Pernyataan Tanah tidak Sengketa yan...

Panduan Membuat Surat Pernyataan Tanah tidak Sengketa yang Benar

- Yuhan Al Khairi
Panduan Membuat Surat Pernyataan Tanah tidak Sengketa yang Benar

Urusan jual-beli tanah tentu tak semudah membalik telapak tangan. Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan transaksi tersebut, salah satunya menyiapkan surat pernyataan tanah tidak sengketa.

Surat atau dokumen yang satu ini sangatlah penting. Dengan surat tersebut, calon pembeli tanah dapat mengetahui apakah tanah yang ia beli benar-benar dimiliki oleh penjual tanah atau tidak.

Selain itu, dengan adanya surat pernyataan tanah tidak sengketa transaksi jual-beli menjadi lebih lancar, sebab legalitas dari transaksi tersebut terjamin keamanannya.

Meski begitu, tidak semua orang mengetahui cara membuat surat pernyataan tersebut. 

Sehingga, sering kali ditemui dokumen yang isinya tidak lengkap atau tidak memenuhi syarat pembuatan surat pernyataan.

Agar proses jual-beli tanah berjalan aman dan lancar, simak panduan lengkap membuat surat pernyataan tanah tidak sengketa secara benar di bawah ini.

Contoh Surat Pernyataan Tanah tidak Sengketa

surat pernyataan tanah tidak sengketa

Jangan bingung, membuat surat pernyataan tanah tidak sengketa sebenarnya cukup mudah kok

Secara umum, surat tersebut berisikan informasi pemilik tanah, calon pembeli dan tanah yang diperjualbelikan.

Untuk informasi data tanah, kamu bisa memasukkan batas-batas lahan atau hanya memasukkan informasi alamatnya saja. 

Keduanya dianggap sah kok, pilihlah format yang menurutmu paling mudah, ya!

Supaya lebih jelas terkait pembuatan surat pernyataan tanah tidak sengketa, simak contoh berikut ini:

***

SURAT PERNYATAAN

TANAH TIDAK SENGKETA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : ____________

Tempat/Tanggal Lahir : ____________

Alamat : ____________

No. KTP : ____________

Dalam hal ini bertindak dan selanjutnya disebut sebagai ‘Pemilik,’ memiliki sebidang lahan dengan SERTIFIKAT HAK MILIK (SHM) No. ____/____________ tanggal ___,_______ atas nama ____________, yang terletak di Kabupaten ____________, Kecamatan ____________, Kelurahan/Desa ____________, Jalan ____________ No. ___ RT ___ RW ___, dengan batas-batas tanah meliputi:

Sebelah Utara : ____________

Sebelah Timur : ____________

Sebelah Selatan : ____________

Sebelah Barat : ____________

Bahwa, dalam rangka penjualan bidang tanah tersebut di atas kepada:

Nama : ____________

Tempat/Tanggal Lahir : ____________

Alamat : ____________

No. KTP : ____________

Selanjutnya disebut sebagai ‘Calon Pembeli.”

Pemilik dengan ini menyatakan dan menjamin bahwa bidang tanah tersebut di atas:

1. Tidak sedang terlibat dalam suatu sengketa hukum apapun dengan pihak manapun;

2. Tidak sedang terikat sebagai jaminan atas suatu hutang apapun kepada pihak manapaun;

3. Tidak sedang berada dalam penyitaan pihak manapun karena sebab apapun; serta

4. Tidak sedang dialihkan kepada pihak manapun dengan cara apapun.

Apabila pernyataan dan jaminan yang telah disebutkan di atas terbukti tidak benar, maka Pemilik bersedia mempertanggungjawabkan perkara tersebut secara hukum dan membebaskan Calon Pembeli dari tuntutan hukum apapun dari pihak mampun juga.

Demikian surat pernyataan ini Pemilik buat dengan sebenar-benarnya dan tanpa paksaan.

Bandung, ___ ____________ _____

Yang menyatakan

(Bermaterai  (berlaku))

__________________

***

Itu tadi contoh surat pernyataan tanah tidak sengketa yang bisa kamu contoh. 

Apabila ingin lebih aman, kamu juga bisa memasukkan saksi-saksi lain pada di dalam surat tersebut, seperti Ketua RT dan Ketua RW.

Setelah selesai membuat surat pernyataan tersebut, kini waktunya kamu mendatangi kantor kelurahan setempat untuk meminta surat keterangan tanah tidak sengketa.

Baca juga:

Mau Beli Tanah? Ketahui Pentingnya Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Ini!

Cara Buat Surat Keterangan Tanah tidak Sengketa dari Kelurahan

Surat pernyataan tanah tidak sengketa dan surat keterangan tanah tidak sengketa adalah hal yang berbeda. 

Surat pernyataan dibuat oleh pemilik tanah, sedang surat keterangan dibuat oleh kelurahan.

Surat pernyataan itu sendiri merupakan syarat dokumentasi pengajuan surat keterangan dari kelurahan. 

Jika surat pernyataan sudah selesai dibuat, berikut beberapa syarat dan mekanisme yang bisa ditempuh.

Syarat dokumentasi:

  • Membawa fotokopi KTP;

  • Membawa fotokopi KK;

  • Membawa surat pernyataan tanah tidak sengketa; dan

  • Membawa surat pernyataan RT/RW setempat.

Prosedur pembuatan surat keterangan tanah tidak sengketa:

  • Pemohon secara langsung ke kelurahan atau diwakilkan oleh pihak yang diberi wewenang

  • Pemohon menyerahkan berkas untuk dicek dan diverifikasi kelengkapan oleh petugas kelurahan

  • Setelah persyaratan lengkap, dibuatkan surat pengantar dan dicetak

  • Draft surat pengantar dicek dan diparaf oleh pejabat kelurahan

  • Surat pengantar ditandatangani oleh lurah

  • Surat pengantar diberi nomor dan cap kelurahan

  • Surat pengantar diserahkan kepada pemohon

Bagaimana, cukup jelaskan apa-apa saja syarat dan prosedur pembuatan surat keterangan tanah tidak sengketa? 

Semoga ulasan di atas dapat membantu ketika melakukan transaksi jual-beli tanah, ya.

Selamat mencoba!

Baca juga:

Begini Syarat, Hukum, dan Contoh Surat Hibah Tanah Terbaru 2020

Author

Yuhan Al Khairi