Panduan Mengurus Perpanjangan HGB Terbaru dan Lengkap

Panduan Mengurus Perpanjangan HGB Terbaru dan Lengkap

- Citra Purnamasari
Panduan Mengurus Perpanjangan HGB Terbaru dan Lengkap

Foto: michalsons.com

Berbicara tentang kepemilikan properti seperti tanah, Anda tentu tidak asing dengan istilah Hak Guna Bangunan (HGB).

Sertifikat HGB fungsinya untuk menyatakan bahwa terdapat hak mendirikan bangunan di atas tanah yang bukan miliknya.

Tentunya, ini sangat berbeda dengan Sertifikat Hak Milik (SHM).

SHM menyatakan kepemilikan lahan tanpa batas waktu, serta memiliki kekuasaan penuh atas tanah tersebut.

Sedangkan masa berlaku sertifikat HGB mencapai 30 tahun, tetapi boleh diperpanjang lagi hingga 20 tahun.

Karena tergolong dokumen yang sangat penting, berikut syarat dan peraturan perpanjangan HGB terbaru yang wajib Anda ketahui.

Syarat dan Aturan Perpanjang Sertifikat HGB

Syarat dan Aturan Perpanjang Sertifikat HGB

Foto: legalscoops.com

Ada beberapa syarat peraturan yang harus dipenuhi saat mengajukan perpanjangan HGB.

Syarat-syarat itu meliputi kelengkapan administrasi dan kualifikasi. Lantas, apa saja yang dibutuhkan? Berikut uraiannya:

Syarat administrasi perpanjangan HGB

  • Mengisi formulir permohonan di loket pelayanan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN)
  • Membawa surat kuasa yang bertandatangan di atas materai jika melalui perwakilan
  • Menyerahkan fotokopi KTP dan KK
  • Menyerahkan fotokopi Akta Pendirian dan Pengesahan Badan Hukum yang sudah dicocokan dengan dokumen aslinya
  • Menyertakan sertifikat asli
  • Membawa fotokopi SPPT PBB tahun berjalan dan bukti Pembayaran Uang Pemasukan.

Syarat kualifikasi perpanjangan HGB

  • Tanah dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan keadaan, sifat, serta tujuan pemberian hak
  • Syarat-syarat dari pemberian hak dipenuhi dengan baik oleh pemegang hak
  • Pemegang hak harus dan masih memenuhi syarat sebagai pemegang hak
  • Tanah yang tercantum dalam HGB masih sesuai dengan rencana tata ruang
  • Tanah dipergunakan untuk kepentingan umum.

Baca juga:

Sebelum Beli Rumah, Pahami Dulu Perbedaan HGB dan SHM

Jangka Waktu Hak Guna Bangunan

Menurut Pasal 37 PP No.18 Tahun 2021, HGB di atas Tanah Negara dan Tanah Hak Pengelolaan memiliki jangka waktu sampai 30 tahun.

Tanah tersebut dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 20 tahun, serta diperbarui untuk jangka waktu maksimal 30 tahun.

Sementara itu, HGB di atas Tanah Hak Milik memiliki jangka waktu maksimal 30 tahun.

HGB dapat diperbarui dengan menggunakan akta pemberian Hak Guna Bangunan di atas hak milik.

Namun jika jangka waktu pemberian, pembaruan dan perpanjangan HGB berakhir, lahan tersebut kembali dikuasai langsung oleh negara.

Permohonan perpanjangan jangka waktu HGB bisa diajukan setelah tanah digunakan atau sebelum jangka waktu berakhir.

Biaya Perpanjangan HGB

Rumus perhitungan biaya perpanjangan HGB mengacu pada PP No.46 tahun 2002. Rinciannya sendiri sebagai berikut.

Jangka waktu perpanjangan HGB dibagi 30 dan dikali 1%.

Hasilnya dikalikan Nilai Perolehan Tanah (NPT) yang dikurangi NPT Tidak Kena Uang Pemasukan (NPTTKUP) dan dikalikan dengan 50%.

Nilai dari NPT dan NPTTKUP dapat dilihat pada SPT PBB tanah yang hendak diperpanjang sertifikat HGB-nya.

Supaya lebih jelas, berikut contoh perhitungannya:

  • Jangka waktu perpanjangan HGB = 20 tahun
  • Nilai NPT yang telah dikurangi NPTTKUP = Rp700 juta (luas tanah 400 m²)
  • Perhitungannya = 20/30 x 1% = 0,0067
  • Biaya Perpanjangan HGB = 0,0067 x 700.000.000 x 50% = Rp2.345.000

Hilangnya Hak Guna Bangunan

Hilangnya Hak Guna Bangunan

Hak guna akan sebuah bangunan rupanya bisa hilang atau terhapus karena sejumlah faktor, di antaranya:

  • Jangka waktu telah berakhir sesuai dengan kesepakatan
  • Tidak terpenuhinya ketentuan kewajiban bagi pemegang hak
  • Adanya cacat administrasi
  • Adanya putusan pengadilan dengan kekuatan hukum tetap
  • Haknya yang diubah menjadi hak atas tanah lain
  • Tanah dilepaskan untuk kepentingan umum
  • Tanah tersebut ditetapkan sebagai Tanah Terlantar
  • Tanah tersebut ditetapkan sebagai Tanah Musnah
  • Pemegang hak sudah tidak memenuhi syarat
  • Adanya pembatalan hak oleh Menteri ATR atau Kepala BPN sebelum jangka waktu berakhir
  • Dilepaskan secara sukarela oleh pemegang hak sebelum jangka waktu berakhir

Itulah hal penting yang perlu Anda perhatikan ketika hendak memperpanjang sertifikat HGB. 

Selain tanah, Anda juga bisa berinvestasi pada berbagai jenis properti lainnya, seperti rumah atau apartemen.

99.co Indonesia memiliki banyak pilihan properti berkualitas yang bisa Anda lirik, antara lain Uptown Estate dan Kota Taman Sunggal.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Author

Citra Purnamasari