Pertama Kali Beli Rumah? Ini Ciri-ciri Developer Nakal yang Harus Dihindari

12 Apr 2019 - Ananda Bayu Pangestu

Pertama Kali Beli Rumah? Ini Ciri-ciri Developer Nakal yang Harus Dihindari

foto: Pixabay

Kalau sudah bicara tentang membeli rumah, pastinya banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan. 

Selain harus mencari rumah dengan kriteria yang kita inginkan, kita harus pintar-pintar memilih pengembang atau developer. 

Supaya kita tidak bertemu dengan developer yang tidak bertanggung jawab, alangkah baiknya jika kita tahu ciri-ciri developer nakal yang harus dihindari. 

Pengembang atau developer seharusnya menjadi patokan dalam memiliki bangunan yang aman, baik dan terjamin status hukumnya.

Namun, ternyata ada juga yang sampai nekat menjadi developer nakal yang suka mencari keuntungan dengan membelokkan fakta di atas tinta. 

Hal ini penting sekali untuk diketahui oleh para calon pembeli rumah, baik yang membeli secara cash ataupun lewat KPR

Apalagi, jika Anda tergolong awam atau ini adalah pertama kalinya Anda akan membeli sebuah rumah. 

Baca juga: 

5 Tips Beli Rumah Pertama sebelum Umur 30 Tahun

Ciri-ciri Developer Nakal yang Harus Dihindari

  • Developer tidak terkenal atau track record-nya tidak baik

ciri-ciri developer nakal

foto: Google Images

Sebelum membeli rumah, Anda juga harus meneliti betul siapa pengembang atau developer yang menjual rumah tersebut. 

Anda harus tanyakan kepada pengembang, proyek apa saja yang pernah mereka bangun. 

Kemudian, cari tahu mengenai perkembangan proyek yang pernah dibangun itu, apakah berjalan lancar atau terkendala. 

Jika memang ada masalah, sebaiknya Anda berpikir dua kali untuk membeli rumah dari pengembang tersebut. 

Karena ini adalah salah satu ciri-ciri developer nakal yang harus Anda hindari. 

Lebih baik jika Anda membeli rumah dari developer yang sudah dikenal saja demi keamanan. 

Baca juga:

4 Hal yang Wajib Diketahui dari Summarecon Agung, Developer Terkemuka Indonesia

Atau setidaknya, meski tidak terkenal, Anda harus pastikan ini bukan developer abal-abal. 

Developer abal-abal biasanya hanya menggunakan nama PT dan nama perusahaannya tidak bisa ditemukan di internet. 

Rekening yang digunakan untuk menerima uang pun biasanya atas nama pribadi dan bukan atas nama PT atau perusahaan. 

Jika Anda menemukan developer yang seperti ini, baiknya urungkan niat saja dan cari yang tidak punya ciri-ciri developer nakal.

  • Rumah yang dijual masih indent

ciri-ciri developer nakal

foto: Google Images

Membeli rumah yang statusnya masih indent memang perlu kehati-hatian ekstra.

Jika Anda harus hati-hati dalam membeli rumah yang sudah ada wujudnya, apalagi ketika membeli rumah yang belum ada? 

Indent dalam membeli properti, berarti pembeli tidak bisa melihat langsung rumah yang dibelinya. 

Dalam arti lain, pembeli perlu memesan serta membayar lebih dahulu meski barang properti tersebut belum dibangun. 

Karena itu, ciri-ciri developer nakal yang satu ini mudah sekali untuk dideteksi. 

Tentu saja, lebih mudah untuk mereka melakukan penipuan ketika rumah yang hendak dijual belum berwujud dan hanya punya keterangan mengenai lokasi. 

Bukan berarti Anda tidak boleh membeli rumah yang statusnya masih indent ya

Tapi, Anda harus pastikan benar developer yang menjual rumah indent ini developer yang kredibel dan tidak memiliki ciri-ciri developer nakal.

  • Waktu serah terima rumah lama

ciri-ciri developer nakal

foto: Pixabay

Ciri-ciri developer nakal selanjutnya adalah lamanya proses serah terima rumah. 

Biasanya, developer beralasan lambannya serah terima dikarenakan mereka sedang pecah sertifikat

Sebelum Anda melakukan pembayaran apapun, baiknya cari tahu dulu mengenai siapa saja yang sudah membeli rumah di sana. 

Anda bisa tahu, apakah mereka menerima rumah yang dibeli dalam jangka waktu yang dijanjikan atau tidak. 

Ciri-ciri developer nakal yang sangat mudah terlihat lagi adalah developer tidak mau memasukkan pasal jangka waktu penyelesaian rumah ke dalam perjanjian jual beli. 

Jika memang jangka waktu serah terimanya lama, Anda lebih baik rajin mengunjungi rumah yang sedang dibangun. 

Jika ada ketidaksesuaian, Anda harus cepat-cepat komplain sebelum serah terima rumah terjadi. 

Karena jika sudah serah terima, rumah akan sepenuhnya jadi milik Anda meski kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.

  • Perjanjian jual beli dari developer tidak jelas

ciri-ciri developer nakal

foto: Pixabay

Jika Anda hendak membeli rumah, tentu perjanjian jual beli adalah hal yang sangat penting. 

Tanpa ada kesepakatan antara kedua belah pihak, Anda dan si developer, tentu tidak akan bisa terjadi jual beli. 

Itulah sebabnya, Anda harus memperhatikan kejelasan perjanjian jual beli yang diberi oleh developer

Pastikan, di dalam perjanjian jual beli itu, terdapat pasal-pasal yang melindungi hak Anda sebagai konsumen.

Baca juga:

Jangan Keliru! Begini Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah yang Benar 

Hak-hak ini termasuk jangka waktu penyelesaian rumah dan kewajiban-kewajiban developer.

Jika developer tidak membolehkan Anda terlibat dalam pembentukan perjanjian atau ikut mengedit perjanjian, Anda patut curiga. 

Ini adalah ciri-ciri developer nakal yang sangat sering ditemui.

  • DP atau uang muka diminta sebelum ada perjanjian jual beli

ciri-ciri developer nakal

foto: Pixabay

Ciri-ciri developer nakal yang terakhir adalah mereka meminta DP atau uang muka dibayar secepat mungkin. 

Inilah mengapa Anda tidak boleh melakukan pembayaran apapun sebelum ada kesepakatan dalam perjanjian jual beli. 

Sebelum membayar uang muka, pastikan perjanjian jual beli dengan si developer ini melindungi hak-hak Anda. 

Karena jika tidak, uang muka yang dibayarkan kemungkinan besar tidak akan kembali jika terjadi masalah, atau Anda akhirnya tidak jadi melakukan pembelian rumah. 

Nah, itu dia 5 ciri-ciri developer nakal yang harus Anda hindari ketika hendak membeli rumah. Jangan sampai tertipu, ya!

Author:

Ananda Bayu Pangestu