
Penting untuk melihat contoh surat pemecahan tanah sebelum membuat.
Pasalnya, surat ini diperlukan sebagai syarat untuk mengajukan pemisahan bidang tanah.
Pemecahan atau pemisahan sertifikat tanah dapat dilakukan di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Hal ini dilakukan agar masing-masing pemegang hak memiliki sertifikat tanah sesuai dengan porsinya.
Baik proses pembagian waris atau jual beli, kehadiran surat pemecahan tanah terbilang penting.
Karena itu, agar tidak salah, perhatikan contoh surat pemecahan tanah yang benar berikut ini.
Contoh Surat Permohonan Pemecahan Sertifikat Tanah
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
- Nama : ………………………………………………..
- Umur : ………………………………………………..
- Pekerjaan : ………………………………………………..
- Nomor KTP : ………………………………………………..
- Alamat : ………………………………………………..
Dengan ini, dengan itikad baik saya menyatakan:
- Bahwa saya telah menguasai sebidang tanah dengan Sertipikat Hak Milik No. ………… yang terletak di:
- Jalan : …………………………………………
- RT/RW : …………………………………………
- Desa/Kelurahan : …………………………………………
- Kabupaten/Kotamadya : …………………………………………
- No. SPRT PBB : …………………………………………
- Dengan batas-batas tanah:
- Sebelah Utara : …………………………………………
- Sebelah Timur : …………………………………………
- Sebelah Selatan : …………………………………………
- Sebelah Barat : …………………………………………
- Bahwa kami mengajukan permohonan pemecahan/pemisahan Sertipikat Hak Milik No. …….. menjadi …….. bidang.
- Bahwa kami bukan pengembang/developer.
- Bahwa kami mengajukan pemecahan/pemisahan/penggabungan atas nama saya sendiri dengan alasan …………………………………………
- Bahwa terhadap bidang tanah ini tidak akan kami pecah dalam bentuk menjadi kavling-kavling.
- Bahwa tanah yang dimohon tidak dalam keadaan sengketa, tidak sedang berproses di lembaga Peradilan, dikuasai secara fisik bukan merupakan asset instansi Pemerintah, balk pusat maupun daerah, tidak terjadi tumpang tindah dengan Sertipikat fain, tidak dalam sita jaminan tidak ada pihak lain yang menguasainya, batas-batas yang ditunjukan, surat-surat yang dilampirkan dan keterangan-keterangan yang diberikan adalah benar adanya.
- Bahwa pembuatan Surat Pernyataan ini disaksikan oleh:
- Nama : …………………………………………
- Pekerjaan : …………………………………………
- Nomor KTP : …………………………………………
-
- Nama : …………………………………………
- Pekerjaan : …………………………………………
- Nomor KTP : …………………………………………
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya dan apabila di kemudian hari terdapat hal-hal yang bertentangan dengan pernyataan ini, maka saya bersedia untuk menerima segala akibat hukum atau pelbagai tuntutan dan sertipikat saya secara sukarela dapat dibatalkan atau dikembalikan kepada kondisi semula tanpa melibatkan pihak lain dalam proses hukum.
Bogor, ……………………………..
Yang Membuat Pernyataan,
(……………………………………….)
Meterai Rp6.000
***
Unduh Contoh Surat Pemecahan Tanah (Word/DOC)
Unduh Contoh Surat Pemecahan Tanah (PDF).
Syarat Mengajukan Pemecahan Sertifikat Tanah di BPN

Selain membuat surat permohonan, ada pula sejumlah syarat lain yang harus dipenuhi saat kamu ingin melakukan pemecahan sertifikat tanah di BPN.
Sebagai referensi, berikut sejumlah syarat tersebut:
Syarat Pemecahan Sertifikat Tanah Umum
- Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai
- Surat Kuasa apabila dikuasakan
- Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa bila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
- Sertifikat asli
- Izin Perubahan Penggunaan Tanah apabila terjadi perubahan penggunaan tanah
- Melampirkan bukti SSP/PPh sesuai dengan ketentuan
- Tapak kavling dari Kantor Pertanahan
- Rencana tapak/site plan dari Pemerintah Kabupaten/Kota setempat
Syarat Pecah Sertifikat Tanah Warisan
- Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya diatas materai cukup
- Surat kuasa apabila dikuasakan
- Fotokopi identitas pemohon/para ahli waris (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
- Sertifikat Asli
- Surat Keterangan Waris sesuai peraturan perundang-undangan
- Akta Wasiat Notariil
- Fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, penyerahan bukti SSB (BPHTB) dan bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak)
- Penyerahan bukti SSB (BPHTB), bukti SSP/PPH untuk perolehan tanah lebih dari Rp60 juta, dan bukti bayar uang pemasukan saat pendaftaran hak.
Nah, jika semua syarat sudah terpenuhi, berikut langkah-langkah mengajukan pemecahan sertifikat tanah.
Langkah-Langkah Pemecahan Sertifikat Tanah di BPN
- Datang ke kantor BPN setempat dan ajukan permohonan pemecahan sertifikat.
- Petugas BPN melakukan pemeriksaan berkas dan verifikasi dokumen.
- Pengukuran tanah oleh petugas BPN sesuai dengan jumlah bidang baru yang diajukan.
- Penerbitan gambar ukur dan peta bidang tanah setelah proses pengukuran selesai.
- Pembayaran biaya pemecahan sertifikat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Penerbitan sertifikat baru atas bidang tanah yang telah dipecah.
Proses ini biasanya memakan waktu 2–6 bulan, tergantung pada kebijakan BPN setempat.
Demikianlah contoh surat pemecahan tanah beserta syarat dan langkahnya yang menarik diketahui.
Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya.
Selamat mencoba!