
Meski sering ditemukan di bangunan rumah, banyak orang yang belum mengenal dinding parapet.
Padahal, fungsinya sendiri terbilang vital karena mampu memberi perlindungan tambahan.
Tidak cuma di rumah, ornamen ini juga jamak ditemukan pada gedung bertingkat dan jembatan.
Bahkan, kehadiran parapet bisa membuat sebuah bangunan terlihat lebih estetis dan menawan.
Lalu, apa itu dinding parapet? Ketahui pengertian, fungsi, dan jenis-jenisnya di sini.
Apa yang Dimaksud dengan Dinding Parapet?

Sumber gambar: Sumber gambar: Tuko News
Parapet adalah struktur dinding rendah yang dibangun pada tepi atas sebuah bangunan.
Awalnya, parapet dibuat untuk tujuan pertahanan pada bangunan kuno, seperti kastil dan benteng.
Namun, kini fungsinya sudah makin berkembang menjadi elemen estetika dan keamanan.
Material pembuat dinding parapet biasanya berupa beton, batu bata, logam, dan kaca.
Namun, ada pula yang dibuat dengan kombinasi berbagai material agar lebih kuat dan estetis.
Pemilihan material sendiri biasanya disesuaikan dengan karakteristik bangunan.
Seperti parapet jembatan dan gedung, tentu materialnya tidak sama dengan parapet rumah.
Baca juga: Bikin Adem, Inilah 8 Jenis Atap Rumah yang Tidak Panas
Fungsi Dinding Parapet
1. Pengaman

Sumber gambar: Buildingsonfire.com
Seperti telah disebutkan, parapet berfungsi sebagai penghalang di tepian atap, balkon, atau teras.
Ornamen ini dapat mencegah risikonya jatuhnya orang atau benda dari ketinggian.
Fungsi ini sangat penting pada bangunan bertingkat, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisasi.
Desain parapet yang tinggi dan kuat memberikan rasa aman bagi penghuni dan pekerja konstruksi.
2. Estetika dan Penutup Peralatan
Selain fungsi struktural, parapet juga berperan dalam meningkatkan estetika bangunan.
Parapet dapat dirancang dengan berbagai bentuk dan ornamen untuk menambah nilai visualnya.
Selain itu, kita dapat menyembunyikan unit HVAC, tangki air, serta panel surya di balik parapet.
Ornamen tersebut mampu menjaga tampilan atap agar tetap rapi dan terorganisasi.
3. Penghalang Angin dan Perlindungan Cuaca
Parapet berfungsi sebagai penghalang angin, mengurangi tekanan langsung pada permukaan atap.
Selain itu, ornamen ini juga dapat mengurangi potensi kerusakan akibat angin kencang.
Parapet membantu melindungi atap dan dinding dari paparan langsung sinar matahari dan hujan.
Kehadirannya mampu memperpanjang umur material atap dan mengurangi kebutuhan perawatan.
4. Penghalang Api dan Penyebaran Api
Terakhir, baik di rumah maupun gedung bertingkat, dinding parapet berfungsi sebagai penghalang api.
Ia dapat mencegah penyebaran api dari satu bangunan ke bangunan lain, terutama di area padat penduduk.
Selain itu, penggunaannya dapat memberikan waktu lebih bagi penghuni untuk evakuasi dan meminimalkan kerusakan properti.
Parapet ini biasanya dibuat dengan material, seperti beton bertulang dan batu bata tahan api.
Baca juga: 7 Model Atap Rumah Minimalis Modern, Bikin Hunian Lebih Menawan!
Jenis-Jenis Dinding Parapet

Sumber gambar: Idei.club
Jenis parapet dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan ornamen yang diterapkan.
Setiap jenis memiliki karakteristik unik yang disesuaikan dengan kebutuhan maupun estetika bangunan.
1. Plain (sederhana)
Ini merupakan bentuk parapet paling dasar, yakni berupa dinding vertikal lurus tanpa ornamen tambahan.
Biasanya, parapet ini dilengkapi dengan koping di bagian atas untuk melindungi dari rembesan air.
Karena tampilannya sederhana, plain parapet cocok untuk bangunan bergaya minimalis atau modern.
2. Panelled (berpanel)
Parapet ini dihias oleh panel-panel kotak atau persegi panjang yang memberi kesan dinamis dan elegan.
Panel ini sering kali dipasang secara simetris untuk menciptakan visual yang rapi pada bangunan.
Panelled parapet banyak digunakan pada gedung-gedung tinggi untuk meningkatkan daya tarik fasad.
3. Perforated (berlubang)
Memiliki bukaan atau lubang berbentuk pola tertentu, seperti lingkaran, geometris, atau tanaman rambat.
Selain terlihat cantik, lubang-lubang ini juga berfungsi meningkatkan ventilasi alami di area atap atau balkon.
Perforated parapet sering diaplikasikan pada bangunan di wilayah panas karena memiliki sirkulasi udara yang baik.
4. Embattled (benteng bergigi)
Terinspirasi dari desain pertahanan abad pertengahan, parapet ini memiliki bentuk bergigi dengan pola tonjolan dan lekukan.
Meski dahulu digunakan untuk celah tembak prajurit, kini desain ini lebih bersifat dekoratif.
Karena itu, embattled parapet sering ditemukan pada museum, kastil, atau bangunan bergaya neo-gotik.
5. Sloped (miring) dan Stepped (bertingkat)
Parapet jenis ini disesuaikan dengan bentuk atap yang miring atau bertingkat.
Sloped parapet sendiri membantu mengarahkan aliran air hujan.
Sedangkan stepped parapet menyesuaikan tinggi parapet secara bertahap untuk mengikuti kontur atap.
Keduanya mampu memberikan keseimbangan visual dan fungsionalitas dalam desain bangunan.
6. Flat (datar) dan Arched (lengkung)
Flat parapet cocok untuk atap datar karena mampu memberi kesan sederhana dan modern.
Sementara itu, arched parapet menawarkan tampilan melengkung yang lembut dan elegan.
Parapet ini sering digunakan pada bangunan bergaya klasik atau kolonial.
Lalu, kedua jenis tersebut dapat dipadukan dengan detail dekoratif untuk memperkaya desainnya.
Demikianlah ulasan lengkap mengenai dinding parapet yang menarik diketahui.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
*Cover image: Roofing Supplies UK