Bikin Adem, Inilah 8 Jenis Atap Rumah yang Tidak Panas

Last update: 4 Mei 2025 6 min read
Author:

Memilih jenis atap rumah yang tidak panas terbilang penting, apalagi untuk masyarakat yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.

Atap sendiri adalah bagian rumah yang mempunyai fungsi krusial.

Fungsi utama dari atap adalah menghalau terik sinar matahari dan air hujan, agar tidak masuk ke area dalam rumah.

Di pasaran, terdapat berbagai jenis atap dengan spesifikasi berbeda, salah satunya adalah jenis atap rumah tidak panas.

Meski begitu, jenis atap rumah tidak panas juga terbagi lagi ke dalam beberapa tipe.

Agar tidak salah pilih, berikut tipe-tipe atau jenis atap rumah yang mampu meredam panas saat cuaca terik.

Jenis-Jenis Atap Rumah yang Tidak Panas

Secara umum, ada delapan jenis atap rumah tidak panas yang bisa kamu temukan di pasaran. 

Harga dari masing-masing atap ini berbeda-beda, tergantung dari material yang digunakan.

Namun, bukan berarti harga mahal menjamin kualitas dari atap tersebut.

Ada baiknya jika kamu memilih atap secara tepat, sesuai fungsi, kegunaan, serta bentuk atap rumah.

1. Atap Tanah Liat

atap tanah liat

Jenis atap yang tidak panas pertama adalah atap tanah liat.

Jenis atap ini sangat populer dan banyak dipakai oleh masyarakat luas.

Selain itu, harga atap tanah liat juga tergolong murah, sehingga cocok dipilih oleh berbagai kalangan.

Kelebihan Kekurangan
  • Ramah lingkungan dan terbuat dari bahan alami.
  • Tahan lama, bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun jika dirawat dengan baik.
  • Mampu menahan panas sehingga rumah terasa lebih sejuk.
  • Tidak mudah terbakar.
  • Proses pemasangan lebih sulit dan memerlukan keahlian khusus.
  • Rentan terhadap keretakan jika terkena tekanan atau benturan keras.
  • Berat, sehingga memerlukan struktur rangka yang kuat.

Baca juga:

Cara Menghadirkan Sirkulasi Udara yang Baik agar Rumah Adem Tanpa AC

2. Atap Berbahan Metal

atap metal

Bukan cuma tidak panas, jenis atap metal juga tergolong sebagai atap yang kedap suara atau tidak berisik.

Serupa atap dari tanah liat, atap metal kerap diaplikasikan di pemukiman warga, termasuk pada desain rumah modern.

Walau terbuat dari metal, jenis atap yang tidak panas ini diklaim antikarat sehingga tahan terhadap terpaan cuaca.

Kelebihan lainnya, atap metal dijual per lembar dengan ukuran yang besar.

Dengan begitu, kebutuhan atap metal untuk satu rumah lebih sedikit ketimbang tanah liat.

Kelebihan Kekurangan
  • Ringan sehingga memudahkan pemasangan dan tidak membebani struktur rumah.
  • Tahan terhadap cuaca ekstrem dan anti karat jika dilapisi bahan pelindung.
  • Tahan lama dan memiliki perawatan yang relatif mudah.
  • Bisa dilapisi bahan reflektif untuk mengurangi panas.
  • Dapat menghasilkan suara bising saat hujan deras.
  • Kurang tahan terhadap benturan kuat, yang dapat menyebabkan penyok.
  • Harga relatif mahal dibandingkan dengan jenis atap lain.

3. Atap Berbahan Keramik

atap keramik

Ingin jenis atap yang tidak panas dengan tampilan mengkilap? Jika iya, atap berbahan keramik mesti dipertimbangkan.

Di balik tampilannya yang agak beda, atap yang tidak panas ini terkenal mempunyai daya tahan bagus sehingga lebih awet.

Selain itu, bahan keramik pun terkenal ramah lingkungan sehingga aman digunakan untuk hunian.

Kelebihan Kekurangan
  • Tampilan elegan dan estetis, cocok untuk rumah berdesain klasik atau modern.
  • Tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak mudah pudar.
  • Tidak menyerap panas, sehingga membuat rumah lebih sejuk.
  • Tahan terhadap serangan hama, seperti rayap.
  • Berat sehingga membutuhkan rangka atap yang kokoh.
  • Harga relatif mahal.
  • Pemasangan membutuhkan ketelitian dan keahlian.

4. Atap Sirap atau Kayu Ulin

atap sirap kayu ulin

Atap sirap atau atap berbahan kayu ulin adalah jenis atap yang berasal dari Kalimantan. 

Material atap ini terbilang eco-friendly, sering digunakan pada rumah tradisional, pendopo, gazebo, dan lain-lain.

Meski memiliki kekurangan dari segi perawatan, harga dan daya tahan, tetapi atap sirap termasuk jenis atap rumah yang tidak panas.

Dari segi estetika pun jenis atap sirap tergolong unik, cocok diterapkan pada hunian bergaya kontemporer.

Meski cukup berbeda, jenis atap rumah yang tidak panas tersebut relatif mudah dicari, termasuk lewat marketplace.

Kelebihan Kekurangan
  • Terbuat dari kayu alami seperti kayu ulin, sehingga ramah lingkungan.
  • Tampilan alami yang estetis dan cocok untuk rumah berdesain tradisional.
  • Memiliki kemampuan isolasi termal yang baik, sehingga rumah terasa sejuk.
  • Rentan terhadap kerusakan jika tidak dirawat dengan baik, terutama karena jamur atau serangga.
  • Memerlukan perawatan rutin untuk menjaga ketahanan.
  • Biaya tinggi untuk pemasangan dan perawatan.

5. Atap Berbahan Beton

atap beton

Selain mampu meredam panas, jenis atap jenis beton juga dikenal sebagai material yang sangat kuat.

Banyak sumber menyebut kalau atap ini tidak mudah terbakar dan antilapuk.

Namun, dengan kualitas yang dibawanya, harga atap beton terbilang cukup mahal.

Kelebihan Kekurangan
  • Sangat kuat dan tahan lama.
  • Tidak mudah terbakar, cocok untuk daerah rawan kebakaran.
  • Tahan terhadap cuaca ekstrem dan angin kencang.
  • Memberikan insulasi termal yang baik.
  • Berat sehingga memerlukan struktur pendukung yang sangat kuat.
  • Biaya pemasangan dan perawatan lebih tinggi.
  • Kurang fleksibel untuk desain rumah tertentu.

Baca juga: 7 Jenis Atap Rumah Multiroof dan Keunggulannya

6. Atap Berbahan uPVC

atap upvc

Jangan salah, material atap uPVC nyata berbeda dengan PVC. 

Meski sama-sama berbahan dasar plastik, tetapi atap uPVC diklaim lebih tahan lama, kuat segala cuaca, serta tidak mudah terbakar.

Selain kelebihan tersebut, material atap uPVC juga ampuh mencegah rembesan udara panas. 

Maka itu, atap uPVC masuk dalam daftar atap yang tidak panas dan berisik.

Soal harga, atap uPVC cukup bersaing dan tidak terlalu mahal.

Jika kamu ingin tipe genting yang praktis, murah dan tidak panas, uPVC wajib dipertimbangkan.

Kelebihan Kekurangan
  • Ringan dan mudah dipasang.
  • Tahan terhadap karat, jamur, dan rayap.
  • Mampu meredam panas dan suara dengan baik.
  • Tahan terhadap bahan kimia dan cuaca ekstrem.
  • Kurang tahan terhadap benturan yang sangat keras.
  • Tidak memiliki tampilan estetis alami seperti kayu atau tanah liat.
  • Umur pakai lebih pendek dibandingkan material berat seperti beton.

7. Atap Berbahan Aspal

atap berbahan aspal

Atap aspal dikenal juga sebagai bitumen.

Atap ini tergolong sedang naik daun karena tidak panas dan mempunyai daya tahan prima.

Selain itu, ketimbang jenis atap lain, bitumen dianggap mampu meredam suara dengan baik.

Karena itu, bila kamu tinggal di pinggir jalan, bitumen cocok dijadikan sebagai pilihan utama.

Kelebihan Kekurangan
  • Tahan terhadap cuaca ekstrem dan tahan lama.
  • Mudah dipasang dengan fleksibilitas tinggi untuk berbagai bentuk atap.
  • Tersedia dalam berbagai warna dan desain.
  • Tidak terlalu ramah lingkungan karena berbahan dasar aspal.
  • Berat, sehingga memerlukan rangka yang kuat.
  • Memerlukan perawatan khusus untuk mencegah kerusakan.

Baca juga:

Cara Menghitung Kebutuhan Material dan Biaya Renovasi Atap Rumah

8. Atap Polyurethane

atap polyurethane

Foto: epsmachinechina.com

Polyurethane dibuat dari bahan atap yang tidak panas, sehingga mampu memberi insulasi yang lebih baik.

Ketahanan dalam meredam suara pun cukup prima, sehingga acap kali dipakai oleh mereka yang ingin huniannya tidak berisik.

Kelebihan Kekurangan
  • Ringan dan mudah dipasang.
  • Memiliki daya isolasi termal yang sangat baik, sehingga rumah tetap sejuk.
  • Tahan terhadap air dan jamur, cocok untuk iklim tropis.
  • Umur pakai yang cukup panjang.
  • Biaya awal relatif mahal.
  • Tidak memiliki tampilan estetis seperti material alami.
  • Bisa mengalami perubahan warna atau kualitas jika terkena sinar UV secara langsung tanpa pelindung.

***

Itulah beberapa jenis atap rumah tidak panas yang bikin adem.

Semoga bermanfaat, Property people.

Jika sedang mencari rumah impian, cek laman www.99.co/id sekarang juga!

**sumber: freepik

 

Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, Insan menjadi penulis lepas yang fokus dengan topik gaya hidup dan sepak bola. Kini, menulis di 99 Group dengan membahas seputar properti, termasuk desain rumah dan info KPR.