
Memilih jenis atap rumah yang tidak panas terbilang penting, apalagi untuk masyarakat yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.
Atap sendiri adalah bagian rumah yang mempunyai fungsi krusial.
Fungsi utama dari atap adalah menghalau terik sinar matahari dan air hujan, agar tidak masuk ke area dalam rumah.
Di pasaran, terdapat berbagai jenis atap dengan spesifikasi berbeda, salah satunya adalah jenis atap rumah tidak panas.
Meski begitu, jenis atap rumah tidak panas juga terbagi lagi ke dalam beberapa tipe.
Agar tidak salah pilih, berikut tipe-tipe atau jenis atap rumah yang mampu meredam panas saat cuaca terik.
Jenis-Jenis Atap Rumah yang Tidak Panas
Secara umum, ada delapan jenis atap rumah tidak panas yang bisa kamu temukan di pasaran.
Harga dari masing-masing atap ini berbeda-beda, tergantung dari material yang digunakan.
Namun, bukan berarti harga mahal menjamin kualitas dari atap tersebut.
Ada baiknya jika kamu memilih atap secara tepat, sesuai fungsi, kegunaan, serta bentuk atap rumah.
1. Atap Tanah Liat
Jenis atap yang tidak panas pertama adalah atap tanah liat.
Jenis atap ini sangat populer dan banyak dipakai oleh masyarakat luas.
Selain itu, harga atap tanah liat juga tergolong murah, sehingga cocok dipilih oleh berbagai kalangan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Baca juga:
Cara Menghadirkan Sirkulasi Udara yang Baik agar Rumah Adem Tanpa AC
2. Atap Berbahan Metal
Bukan cuma tidak panas, jenis atap metal juga tergolong sebagai atap yang kedap suara atau tidak berisik.
Serupa atap dari tanah liat, atap metal kerap diaplikasikan di pemukiman warga, termasuk pada desain rumah modern.
Walau terbuat dari metal, jenis atap yang tidak panas ini diklaim antikarat sehingga tahan terhadap terpaan cuaca.
Kelebihan lainnya, atap metal dijual per lembar dengan ukuran yang besar.
Dengan begitu, kebutuhan atap metal untuk satu rumah lebih sedikit ketimbang tanah liat.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
3. Atap Berbahan Keramik
Ingin jenis atap yang tidak panas dengan tampilan mengkilap? Jika iya, atap berbahan keramik mesti dipertimbangkan.
Di balik tampilannya yang agak beda, atap yang tidak panas ini terkenal mempunyai daya tahan bagus sehingga lebih awet.
Selain itu, bahan keramik pun terkenal ramah lingkungan sehingga aman digunakan untuk hunian.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
4. Atap Sirap atau Kayu Ulin
Atap sirap atau atap berbahan kayu ulin adalah jenis atap yang berasal dari Kalimantan.
Material atap ini terbilang eco-friendly, sering digunakan pada rumah tradisional, pendopo, gazebo, dan lain-lain.
Meski memiliki kekurangan dari segi perawatan, harga dan daya tahan, tetapi atap sirap termasuk jenis atap rumah yang tidak panas.
Dari segi estetika pun jenis atap sirap tergolong unik, cocok diterapkan pada hunian bergaya kontemporer.
Meski cukup berbeda, jenis atap rumah yang tidak panas tersebut relatif mudah dicari, termasuk lewat marketplace.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
5. Atap Berbahan Beton
Selain mampu meredam panas, jenis atap jenis beton juga dikenal sebagai material yang sangat kuat.
Banyak sumber menyebut kalau atap ini tidak mudah terbakar dan antilapuk.
Namun, dengan kualitas yang dibawanya, harga atap beton terbilang cukup mahal.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Baca juga: 7 Jenis Atap Rumah Multiroof dan Keunggulannya
6. Atap Berbahan uPVC
Jangan salah, material atap uPVC nyata berbeda dengan PVC.
Meski sama-sama berbahan dasar plastik, tetapi atap uPVC diklaim lebih tahan lama, kuat segala cuaca, serta tidak mudah terbakar.
Selain kelebihan tersebut, material atap uPVC juga ampuh mencegah rembesan udara panas.
Maka itu, atap uPVC masuk dalam daftar atap yang tidak panas dan berisik.
Soal harga, atap uPVC cukup bersaing dan tidak terlalu mahal.
Jika kamu ingin tipe genting yang praktis, murah dan tidak panas, uPVC wajib dipertimbangkan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
7. Atap Berbahan Aspal
Atap aspal dikenal juga sebagai bitumen.
Atap ini tergolong sedang naik daun karena tidak panas dan mempunyai daya tahan prima.
Selain itu, ketimbang jenis atap lain, bitumen dianggap mampu meredam suara dengan baik.
Karena itu, bila kamu tinggal di pinggir jalan, bitumen cocok dijadikan sebagai pilihan utama.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Baca juga:
Cara Menghitung Kebutuhan Material dan Biaya Renovasi Atap Rumah
8. Atap Polyurethane
Foto: epsmachinechina.com
Polyurethane dibuat dari bahan atap yang tidak panas, sehingga mampu memberi insulasi yang lebih baik.
Ketahanan dalam meredam suara pun cukup prima, sehingga acap kali dipakai oleh mereka yang ingin huniannya tidak berisik.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
***
Itulah beberapa jenis atap rumah tidak panas yang bikin adem.
Semoga bermanfaat, Property people.
Jika sedang mencari rumah impian, cek laman www.99.co/id sekarang juga!
**sumber: freepik
