Jenis-Jenis Green Roof dan Manfaatnya pada Bangunan

Last update: 4 Mei 2025 4 min read
Author:

Green roof merupakan salah satu komponen dalam penerapan arsitektur hijau, untuk membuat bangunan hemat energi dan ramah lingkungan.

Sementara menurut Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, green roof adalah sebagian atau seluruh permukaan atap suatu bangunan yang ditutupi oleh vegetasi dan media tumbuh, yang ditanam di seluruh lapisan atau membran yang tahan air. 

Atap hijau ini cocok diaplikasikan pada semua jenis bangunan mulai dari rumah tapak, apartemen, gedung perkantoran, dan lain sebagainya. 

Bangunan dengan atap hijau biasanya memiliki konstruksi yang saling terintegrasi untuk menciptakan sistem drainase yang baik. 

Karena itu, Anda yang tertarik untuk mengaplikasikan atap hijau pada bangunan rumah, tidak perlu khawatir dengan potensi merembesnya air ke area dalam rumah. 

Pasalnya, air yang diserap oleh tanah tersebut dialirkan ke selokan atau saluran pembuangan.

Baca juga: 16 Kriteria Rumah Sehat Menurut Kemenkes yang Harus Dipenuhi

Jenis-Jenis Green Roof

Penerapan atap hijau pada bangunan dapat diaplikasikan dengan sejumlah cara, mengingat desain green roof sendiri terbagi dalam berbagai jenis. 

Berikut ulasan terkait jenis-jenis atap hijau beserta contoh desainnya. 

1. Intensive Green Roof

intensive green roof

Foto: Zinco-greenroof.co.uk

Intensive green roof adalah jenis atap hijau yang bisa kamu terapkan apabila hendak membuat kebun atau taman konvensional di area atap. 

Penerapan atap hijau ekstensif memungkinkanmu untuk menanam sejumlah tumbuhan berukuran 7–24 inci, seperti rumput, tanaman hias, pohon, hingga semak-semak. 

Meski begitu, pengaplikasian jenis atap hijau ini membutuhkan lebih banyak dukungan struktural, dengan biaya pembuatan yang relatif tinggi. 

Begitupun dengan perawatannya, yang akan lebih menguras waktu dan tenaga karena vegetasi tumbuhan yang ditanam di sana membutuhkan perawatan secara intensif.

2. Extensive Green Roof

extensive green roof

Foto: Zinco-greenroof.co.uk

Apabila hendak mengaplikasikan atap hijau di rumah, maka jenis atap hijau ekstensif bisa menjadi pilihan yang ideal. 

Jenis atap hijau ini bisa diaplikasikan pada atap miring.

Jenis tumbuhan yang biasa ditanam pada extensive green roof berukuran sekitar 2–4 inci.

Berbeda dengan intensive green roof, pembuatan green ekstensif tidak menelan biaya besar.

Dari segi perawatan pun tidak terlalu memakan banyak waktu dan tenaga, sebab kebanyakan vegetasi tumbuhannya adalah tanaman yang tidak membutuhkan perawatan berkala.

3. Semi Intensive Green Roof

semi intensive green roof

Foto: Urbangreenbluegrids.com

Sekilas, semi intensive green roof serupa dengan atap hijau intensif. 

Kedua jenis atap hijau memang sama-sama memungkinkan pemilik bangunna untuk dapat membuat kebun atau taman konvensional di area atap. 

Meski begitu, jenis atap hijau ini sejatinya menggabungkan konsep antara intensive dan extensive green roof. 

Hanya saja, dalam pengaplikasiannya kamu sebaiknya menanam sejumlah vegetasi tumbuhan berukuran 7–15 inci. 

Baca juga: Ciri Rumah Tidak Sehat yang Wajib Dihindari

Manfaat Green Roof

manfaat green roof

Foto: Nationaltoday.com

Ada banyak manfaat dari atap hijau pada bangunan, mulai dari mengurangi dampak pemanasan global hingga menambah estetika bangunan.

Agar semakin paham, berikut beberapa di antaranya:

1. Mereduksi Dampak Polusi Udara

Green roof ideal diaplikasikan pada rumah atau bangunan di kawasan perkotaan dan industri, yang rentan terkena dampak polusi udara. 

Seperti diketahui, tumbuhan memiliki kemampuan untuk menangkal polutan dan memproduksi oksigen lewat proses fotosintesis. 

Maka itu, penerapan atap hijau pada rumah atau bangunan dipercaya mampu mengurangi dampak dari polusi udara.  

Selain itu, pengaplikasian atap hijau juga menjadi salah satu upaya penghijauan untuk meminimalisasi dampak akibat pemanasan global.

2. Menstabilkan Suhu di Dalam Rumah

Atap hijau juga bisa menjadi salah satu solusi untuk menstabilkan suhu di dalam rumah. 

Pasalnya, vegetasi tumbuhan yang ditanam di atas atap bisa menjadi isolator alami, yang mampu menekan perpindahan panas dari sinar matahari melalui atap. 

Maka itu, atap hijau sejatinya cocok diterapkan pada bangunan atau rumah di kawasan tropis seperti Indonesia, yang pada siang hari umumnya memiliki suhu lebih tinggi. 

3. Memaksimalkan Penyerapan Air Hujan

Manfaat lain atap hijau adalah memaksimalkan penyerapan air hujan. 

Mengingat, air hujan tidak akan dialirkan langsung ke selokan seperti pada sistem drainase atap biasanya.  

Pada atap hijau, air hujan akan terlebih dahulu diserap oleh tumbuhan yang ada di atap, sisanya baru dialirkan ke selokan. 

Hal ini tentu bisa menjadi cara yang cukup efektif untuk mengantisipasi banjir akibat minimnya daerah resapan di kawasan perkotaan.

Baca juga: 5 Manfaat Penerapan Konsep Arsitektur Hijau bagi Lingkungan

4. Menambah Estetika Bangunan 

Manfaat atau fungsi lain atap hijau adalah menambah estetika bangunan.

Bangunan atau rumah beratap hijau akan terlihat asri karena tumbuhan di area atapnya. 

Demikian pengertian, jenis-jenis, dan manfaat green roof yang menarik untuk diketahui.

Sedang mencari tanah dijual atau rumah dijual di berbagai daerah di Indonesia, ada banyak pilihannya di 99.co Indonesia

Selain itu, bagi Anda yang hendak menjual rumah juga dapat memasang iklan di 99.co Indonesia dengan mengakses laman berikut ini.

Semoga bermanfaat!

 

Septian Nugraha adalah jurnalis dan content writer berpengalaman. Lama berkarier sebagai jurnalis olahraga, khususnya dalam bidang sepak bola untuk sejumlah media massa besar di Indonesia. Di antaranya adalah Harian Olahraga TopSkor (skor.id), panditfootball.com, CNN Indonesia, dan kompas.com. Per Februari 2022, Septian memutuskan bergabung bersama 99 Group Indonesia, untuk berkarier sebagai property content writer.