Ini Alasannya Kenapa Mengurus Letter C di Desa Sangat Sulit, Apa Penyebabnya?

Last update: 19 Mei 2025 4 min read
Author:

Kenapa mengurus letter C di desa sangat sulit sering jadi pertanyaan sebagian orang. Benarkah demikian?

Letter C adalah dokumen tradisional yang digunakan sebagai acuan atau dasar bukti kepemilikan tanah, khususnya di wilayah desa.

Dokumen ini mencatat hak atas tanah yang dikuasai secara turun-temurun oleh pemiliknya.

Menurut buku Panduan Praktis Konversi Tanah Letter C Menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) oleh Kharisma Setya dan Indrawati, letter C sering kali dikeluarkan oleh kepala desa atau lurah.

Fungsi letter C adalah sebagai catatan perpajakan serta identitas tanah yang dimiliki.

Namun, letter C belum memiliki status hukum yang jelas sehingga dapat berisiko dalam hal kepemilikan tanah.

Konversi letter C menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) merupakan solusi yang tepat untuk mencegah adanya sengketa tanah dan menjamin kepastian hukum terhadap tanah tersebut.

Hanya saja, pengalaman sebagaian orang menilai bahwa mengurus surat letter C sangat sulit.

Untuk mengurusnya, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Cek selengkapnya di bawah ini!

Cara Mengurus Letter C

kenapa mengurus letter c di desa sangat sulit
Sumber: Scribd/Dien As Shobirin

Menurut buku Cara Bijak Membeli Properti oleh Herru Karuniawan, surat tanah tradisional seperti letter C bisa digunakan sebagai sarana pengurusan sertifikat.

Pasalnya, letter C merupakan buku register kepemilikan tanah turun-menurun yang tersimpan di kantor desa atau kelurahan.

Untuk mengecek letter C, kamu bisa mengeceknya ke kelurahan atau desa, sedangkan cara cek sertifikat tanah hak milik (SHM) harus di ke kantor BPN.

Lalu bagaimana caranya mengurus surat Letter C?

Cara mengurus letter C adalah meminta surat keterangan tidak sengketa dan riwayat tanah di kelurahan atau desa.

Lalu, kunjungi Bapenda untuk mengurus BPHTB dan lanjut ke kantor BPN.

Menurut buku tersebut, pengurusan sertifikat letter C dibutuhkan waktu 4 bulanan.

Hanya saja, banyak yang mengeklaim bahwa mengurus letter C di desa sangatlah sulit. Benarkah demikian?

Kenapa Mengurus Letter C di Desa Sangat Sulit?

1. Kurangnya Dokumentasi dan Arsip yang Rapi

Salah satu alasan kenapa mengurus letter C di desa sangat sulit adalah kurangnya dokumentasi dan arsip yang memadai.

Pasalnya, tidak sedikit desa terutama di daerah pedesaan terpencil yang masih menggunakan sistem pencatatan manual atau belum didukung sistem administrasi digital.

Hal ini menyebabkan data letter C sering kali tercecer, rusak, atau tidak lengkap.

Jika arsip desa tidak tertata dengan baik, proses pencarian atau verifikasi letter C akan memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan data.

2. Minimnya SDM yang Paham Administrasi Pertanahan

Alasan lain kenapa mengurus letter C di desa sangat sulit adalah minimnya sumber daya manusia (SDM) yang paham mengenai administrasi pertanahan.

Petugas desa yang menangani administrasi tanah sering kali tidak memiliki pelatihan atau pemahaman yang cukup mengenai prosedur hukum dan teknis pertanahan.

Nah, kurangnya sumber daya manusia yang kompeten inilah menyebabkan proses pengurusan menjadi lambat dan penuh hambatan.

Bahkan, bisa terjadi kesalahan dalam pencatatan atau pemberkasan sehingga pengurusannya dinilai sulit.

3. Adanya Konflik atau Sengketa Tanah

Letter C adalah bukti administratif atas penguasaan tanah yang sangat penting sehingga pengurusannya tidak boleh sembarangan.

Dalam banyak kasus, ada konflik antara ahli waris, batas tanah yang tidak jelas, atau klaim ganda atas tanah tertentu.

Sengketa semacam ini membuat perangkat desa berhati-hati dan bisa menunda proses pengurusan hingga konflik selesai.

Baca Juga:

Cara Mengetahui Letak Tanah Eigendom dan Cara Mengurusnya di BPN

4. Proses Verifikasi yang Panjang

Pengurusan letter C memerlukan verifikasi dari berbagai pihak, seperti RT/RW, kepala dusun, hingga kepala desa untuk memastikan keabsahan data.

Proses ini biasanya dilakukan secara manual dan berjenjang.

Oleh karena itu, waktu yang dibutuhkan dalam pengurusannya bisa sangat lama terutama jika salah satu pihak tidak responsif.

5. Kurangnya Sosialisasi dan Informasi

Banyak warga desa yang tidak memahami pentingnya letter C dan prosedur pengurusannya.

Tidak jarang masyarakat datang mengurus tanpa membawa dokumen pendukung yang lengkap sehingga proses harus diulang atau tertunda.

Nah, kurangnya informasi ini membuat warga menganggap prosesnya berbelit-belit dan pengurusannya dinilai lama.

6. Prosedur yang Kurang Transparan

Alasan terakhir kenapa mengurus letter C di desa sangat sulit adalah prosedur yang kurang transparan.

Di beberapa daerah, proses pengurusan letter C bisa terhambat karena adanya oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat.

Mereka bisa meminta uang pelicin atau menciptakan prosedur tidak resmi sehingga menambah biaya dan kerumitan.

Hal ini tentu memperparah persepsi bahwa mengurus letter C di desa sangat sulit.

Baca Juga:

Memahami Tanah Girik. Lengkap dari Penjelasan, Cara Sertifikasi, hingga Contoh Surat Asli!

***

Itulah beberapa alasan kenapa mengurus letter c di desa sangat sulit.

Semoga informasinya bermanfaat.

Simak artikel lain seputar pertanahan hanya di Panduan 99.co Indonesia.

Tak lupa, cari rumah atau tanah sekarang juga di www.99.co/id!

**Foto cover: pindah.jatengprov.go.id

 

Lulusan Sastra Unpad yang pernah berkarier sebagai wartawan sejak 2017 dengan fokus liputan properti, infrastruktur, hukum, logistik, dan transportasi. Kini, aktif sebagai penulis di 99 Group.