Ingin Ajukan Kredit Renovasi Rumah? Ini Syarat dan Ketentuannya

28 Sep 2020 - Yuhan Al Khairi

Ingin Ajukan Kredit Renovasi Rumah? Ini Syarat dan Ketentuannya

Mengajukan kredit renovasi rumah (KRM) agaknya tengah jadi tren di masyarakat.

Apalagi bagi orang-orang yang ingin merenovasi hunian mereka, namun tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukannya.

Kredit renovasi rumah memang bisa jadi solusi ampuh dalam menyiasati defisit anggaran. 

Dengan kredit ini, kamu bisa merenovasi rumah tanpa perlu menyiapkan dana besar di awal pengerjaan rumah.

Sebaliknya, kamu hanya perlu membayar biaya cicilan kredit per bulan sesuai tenor yang telah ditetapkan.

Namun, mengajukan kredit renovasi rumah tentu tidak mudah. 

Banyak hal yang perlu dipersiapkan agar kredit tersebut dapat dikabulkan oleh pihak bank, seperti mengetahui syarat dan ketentuan kredit.

Supaya tidak keliru, berikut ulasan lengkap mengenai kredit renovasi rumah yang perlu kamu perhatikan.

Mengenal Kredit Renovasi Rumah

kredit renovasi rumah

Meski diminati banyak orang, namun fasilitas kredit renovasi rumah agaknya belum sepopuler layanan kredit pemilikan rumah (KPR). 

Padahal, kedua fasilitas ini sebenarnya cukup mirip dan berhubungan.

Kredit renovasi rumah sendiri disebut-sebut sebagai turunan dari KPR.

Jika KPR diperuntukkan bagi pembeli rumah, kredit renovasi rumah lebih dikhususkan untuk orang yang ingin merenovasi rumah saja.

Meski begitu, KRM bukan satu-satunya fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk mencicil biaya renovasi hunian

Namun, satu hal yang membedakan kredit ini dengan kredit lain adalah jaminan kredit tersebut.

Biasanya, pihak bank penyedia layanan kredit renovasi rumah akan meminta hunian tersebut sebagai jaminan kredit. 

Sehingga, kita hanya bisa mengajukan kredit jika rumah tersebut sudah jadi milik pribadi.

Bagaimana rumah yang masih KPR, apakah boleh dijadikan agunan? 

Sebenarnya boleh saja, namun proses pengajuan kredit tersebut tentu memakan waktu lebih lama serta lebih ketat.

Syarat dan Ketentuan Kredit Renovasi Rumah

kredit renovasi rumah

Untuk kamu yang berminat mengajukan kredit renovasi rumah, pastinya ada beberapa ketentuan dan syarat yang harus dipenuhi sebelum pengajuan kredit diterima pihak bank.

Namun, perlu diingat jika syarat dan ketentuan yang berlaku di masing-masing bank berbeda antara satu dan lainnya. 

Sehingga, kamu perlu bertanya secara aktif pada pihak bank terkait mengenai syarat tersebut.

Kita ambil contoh syarat pengajuan kredit renovasi rumah dari salah satu bank terkemuka di Indonesia, yakni BCA. 

Bank swasta tersebut menetapkan syarat dan ketentuan kredit sebagai berikut:

  • Rumah yang diagunkan harus memiliki halaman depan yang bisa dilalui satu mobil;
  • Posisi dan letak rumah yang diajukan tidak boleh tusuk sate;
  • Lokasi rumah harus nyaman dan besar banjir, tidak boleh berada di pinggiran kali; dan
  • Harga rumah yang diagunkan juga tidak boleh kurang dari Rp294,2 juta

Setiap bank penyedia kredit renovasi rumah pasti memeriksa lebih dulu harga rumah yang diagunkan.

 Hal ini dilakukan dengan cara proses appraisal atau penilaian aset agunan.

Pada proses ini, nantinya nasabah akan dikenakan biaya mulai dari Rp300 ribu – Rp1 juta. 

Penetapan biaya appraisal ini tergantung pada plafon pinjaman yang diajukan, semakin besar tentu akan semakin mahal.

Kelebihan Kredit Renovasi Rumah

kredit renovasi rumah

Jangan khawatir, apabila kamu ingin mengajukan kredit renovasi rumah, nyata fasilitas kredit tersebut memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh produk pembiayaan lainnya.

Salah satu dari sekian banyak keunggulan tersebut adalah jangka waktu kredit yang cukup panjang. 

Selain itu, suku bunga yang dikenakan kepada debitur juga cukup rendah, apalagi dibandingkan dengan KTA.

Tenor kredit sendiri bisa mencapai lebih dari 20 tahun, dengan suku bunga berkisar 9-13 persen per tahun. 

Untuk mekanisme suku bunga yang dipakai, tetap tergantung kebijakan bank yang bersangkutan.

Meski begitu, plafon kredit yang bisa diajukan debitur juga sangat besar. 

Contohnya kredit renovasi rumah dari Bank BNI. 

Bank plat merah ini memberi plafon maksimal Rp5 miliar dengan tenor hingga 25 tahun.

Sangat menguntungkan, bukan? Namun, jangan lupa untuk menyiapkan rencana anggaran bangunan (RAB) renovasi rumah sebelum mengajukan kredit yang satu ini, ya.

Perlu diketahui, selain meminta syarat-syarat dan ketentuan di atas, perbankan biasanya meminta RAB renovasi, lengkap dengan tujuan serta biaya upah tukang saat mengajukan kredit renovasi rumah.

Demikian hal-hal penting yang perlu kamu ketahui seputar kredit renovasi rumah. Semoga ulasan di atas dapat membantumu dalam memilih produk pembiayaan rumah yang tepat, ya.

Selamat mencoba!

Baca juga:

Ingin Ajukan Pinjaman Renovasi Rumah? Kenali Dulu Jenis Kerusakannya!

Author:

Yuhan Al Khairi