
Banjir merupakan salah satu hal yang ditakuti ketika musim hujan.
Tak hanya menggenangi jalanan, terkadang banjir juga memasuki rumah penduduk.
Hal ini cukup merepotkan, di mana salah satu solusinya adalah dengan meninggikan rumah.
Namun, bisakah meninggikan rumah tanpa bongkar bangunan utamanya? Jawabannya adalah bisa.
Bahkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari uruk rumah hingga membuat lantai baru.
Agar lebih jelas, mari simak penjelasannya di bawah ini!
Begini Cara Meninggikan Rumah Tanpa Bongkar Bangunan
1. Menambah Material Uruk pada Lantai Rumah
Uruk adalah proses menimbun tanah dari suatu tempat ke tempat lain yang akan diuruk.
Dalam kasus meninggikan rumah karena banjir, uruk berguna untuk menambah ketinggian lantai sesuai keinginan kita.
Namun, ada satu kekurangan yang didapatkan jika kamu mengurug ke seluruhan rumah, yakni tinggi dari lantai ke ceiling rumah akan menyusut.
Andai jarak lantai dengan plafon menjadi 2 meter atau bahkan kurang, kamu wajib meninggikan atap dengan cara membongkarnya.
Sementara, bila setelah pengurukan jarak lantai dan plafon masih 3 meter-an, kamu tidak perlu menambah ketinggian atap rumah.
2. Menambahkan Lantai Baru
Metode meninggikan rumah untuk menyiasati banjir berikutnya adalah dengan menambah lantai baru.
Nantinya, lantai baru dapat kamu manfaatkan sebagai tempat tinggal sementara apabila terjadi banjir.
Langkah ini dilakukan jika pengurukan dengan tanah tidak memungkinkan.
Lantai tingkat ini bisa dibangun di atas lantai yang sudah ada, atau bahkan di atas konstruksi atap baru yang sudah dipasang.
Sekali lagi, pastikan bahwa pondasi dan tiang penyangga rumah sudah kuat untuk menopang lantai baru.
3. Meninggikan Area Teras Rumah
Cara meninggikan rumah agar tidak banjir satu ini tidak terlalu rumit ketimbang dua poin sebelumnya.
Pasalnya, kamu hanya perlu melakukan peninggian di area teras rumah dengan tanah urug atau material lainnya.
Setelah diuruk, pastikan tata teras minimalis supaya terlihat tetap bagus.
Area teras yang tinggi akan membuat air banjir dari depan tidak bisa masuk ke dalam rumah.
Beda halnya jika banjir terjadi hingga ke arah belakang atau pinggir rumah, meninggikan bangunan dengan cara menguruk teras akan percuma.
4. Menggunakan Loft Conversion
Cara ini biasa dilakukan pada rumah plafon tinggi, yang mana loft conversion dapat mengubah ruang di bawah atap menjadi kamar tidur atau ruang kerja.
Cara meninggikan rumah tanpa bongkar ini dilakukan dengan menambahkan tangga dan ventilasi, sehingga tidak mengubah struktur bangunan yang ada.
Bisa dibilang kalau cara ini mirip dengan menambah lantai mezzanine ke dalam hunianmu.
Bicara soal rumah dengan lantai tambahan, rumah di Catalia Residence 3 juga memiliki mezzanine di dalamnya.
5. Membuat Fondasi Tambahan
Pada dasarnya, membuat fondasi tambahan dengan maksud meninggikan atap rumah, akan memaksamu untuk membongkar beberapa area bangunan.
Biasanya, area sudut dan beberapa dinding rumah saja yang akan dihancurkan.
Meninggikan lantai rumah dengan menambah fondasi beserta tiang dan balok terbilang efektif menghindari hunian dari banjir.
6. Menggunakan Metode Rumah Modular
Meski sekarang makin menjamur, nyatanya masih banyak orang yang belum memahami rumah modular.
Singkatnya, modular adalah metode konstruksi yang terdiri dari beberapa langkah, yakni:
- Pembuatan komponen struktur
- Pengantaran komponen tersebut ke lokasi hunian
- Penempatan dan penggabungan modul untuk membuat sebuah rumah.
Metode ini juga bisa digunakan untuk meninggikan rumah tanpa harus membongkarnya.
Caranya adalah dengan menambah beberapa komponen atau modul saja ke dalam rumah.
Berapa Biaya Meninggikan Lantai Rumah?
Setelah membaca penjelasan di atas, mungkin kamu mulai bertanya, berapa biaya meninggikan lantai rumah?
Ada perhitungan yang bisa digunakan, agar kamu mengetahui estimasi biaya tersebut.
Misalnya, kamu ingin melakukan uruk pada rumah, di mana kamu berniat meninggikan lantai sampai 1 meter (100 cm).
Kita ambil contoh pada sebuah rumah dengan luas 100 m², maka cara menghitung biaya materialnya adalah sebagai berikut:
- Tinggi urug untuk lantai rumah: 1 meter
- Volume urug yang dibutuhkan: 100 m² x 1 meter = 100 m³
- Harga untuk 1 rit uruk: Rp250.000
Jika 1 rit uruk adalah berisi 7 m³, maka dibutuhkan setidaknya 15 rit uruk untuk mengisi keseluruhan rumah.
Dengan begitu, hitungan materialnya adalah:
15 rit uruk x Rp250.000 = Rp3.750.000
Setelahnya, kamu harus menghitung biaya jasa tukang.
Misalnya per kubik (m³) tukang dihargai sebesar Rp20.000, maka tinggal kalikan saja:
100 m³ x Rp. 20.000 = Rp2.000.000
Jadi, total biaya untuk renovasi rumah Tipe 100 adalah:
Rp3.750.000 + Rp2.000.000 = Rp5.750.000
Sekadar informasi, hitungan tersebut belum termasuk biaya plester dan pasang keramik, jadi selalu siapkan biaya tambahannya.
Sedangkan untuk biaya membuat lantai baru, silakan cek artikel tentang perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai pada tautan berikut ini.
Itulah beberapa cara meninggikan rumah tanpa bongkar bangunan utamanya yang perlu diketahui.
Perlu diingat, proses satu ini dapat menjadi tugas yang rumit dan memerlukan persiapan matang.
Maka itu, perhatikan faktor keamanan dan hitung biaya tambahan yang dibutuhkan untuk melakukannya.
Ada baiknya meminta saran dari ahli konstruksi atau arsitek, untuk menentukan metode yang tepat dalam meninggikan rumah.
Semoga artikel ini bermanfaat!



