
Cara pemasangan talang air harus disesuaikan dengan jenis material yang digunakan.
Pasalnya, masing-masing material memiliki karakteristik dan metode instalasi yang berbeda.
Seperti diketahui, talang air merupakan salah satu fitur yang cukup vital pada konstruksi rumah.
Fungsinya sendiri mengalihkan air hujan dari atap dan mengariskannya menjauh dari bangunan.
Dengan talang air, air hujan tidak akan merembes maupun merusak fondasi dan dinding rumah.
Karena itu, kehadiran fitur ini terbilang penting karena berguna sebagai komponen pengaman.
Cara Pemasangan Talang Air sesuai Jenisnya
Di tanah air, setidaknya ada empat material yang sering dipakai sebagai talang di rumah.
Keempat material tersebut di antaranya PVC berbentuk kotak, galvalum, seng, dan karpet.
Nah, biar fungsinya lebih efektif, masing-masing talang tersebut harus dipasang dengan baik.
Agar tidak keliru, berikut cara pemasangan talang air sesuai jenis materialnya.
1. Talang Air PVC Kotak

Sumber gambar: Multi Makmur Lemindo
Talang air PVC kotak terbuat dari bahan plastik ringan yang tahan terhadap karat.
Kelebihannya, material ini cukup awet untuk penggunaan jangka panjang.
Bentuk kotaknya sendiri membantu mengalirkan air dengan volume yang cukup besar.
Selain itu, talang air PVC kotak mudah dipasang, memiliki harga terjangkau, dan tampilan yang rapi.
Jika tertarik, berikut cara pasang talang air PVC kotak:
- Ukur sisi atap yang akan dipasangi talang dan tandai jalur aliran air dengan kemiringan sekitar 2–3%. Hal ini dimaksudkan agar air bisa mengalir lancar ke pipa pembuangan.
- Pasang bracket pada sisi atap atau lisplang dengan jarak 50–60 cm. Pastikan ketinggiannya mengikuti kemiringan yang sudah ditentukan agar talang tidak tergenang air.
- Gunakan gergaji halus untuk memotong talang sesuai panjang yang dibutuhkan. Sambungkan antar-bagiannya menggunakan lem PVC khusus untuk memastikan tidak ada kebocoran.
- Pasang end cap pada ujung talang agar air tidak mudah tumpah atau bocor. Kemudian, sambungkan talang ke downpipe yang mengarah ke saluran air di bawahnya.
- Siram air di ujung talang untuk memastikan alirannya lancar dan tidak ada kebocoran di sambungan.
2. Talang Air Galvalum
Talang galvalum terbuat dari campuran baja ringan yang dilapisi aluminium dan seng.
Karena itu, jenis talang air ini terbilang tahan karat dan sangat kuat.
Talang air galvalum juga banyak digunakan pada bangunan industri, ruko, atau rumah-rumah besar.
Material ini diikenal tahan terhadap cuaca ekstrem dan memiliki tampilan yang modern.
Cara pasang talang air galvalum adalah sebagai berikut:
- Tentukan panjang dan lebar talang yang dibutuhkan, lalu potong galvalum menggunakan gunting baja atau mesin pemotong khusus agar hasilnya rapi.
- Gunakan penyangga logam yang kokoh, kemudian pasang dengan jarak maksimal 1 meter. Pastikan posisinya membentuk kemiringan 2–3% agar air mengalir dengan baik.
- Tempelkan potongan talang pada penyangga, lalu sambungkan antar-potongan dengan overlap sekitar 10 cm. Gunakan sekrup galvanis dan sealant tahan air pada tiap sambungannya.
- Lubangi bagian bawah talang untuk dipasang soket yang mengarah ke pipa vertikal. Sambungkan ke downpipe yang menuju ke tanah atau saluran air.
- Setelah semua terpasang, pastikan sambungan rapat dan kuat. Tes dengan air untuk melihat kelancaran aliran, serta mengecek apakah ada kebocoran.
3. Talang Air Seng

Sumber gambar: Archify
Talang seng merupakan pilihan yang umum digunakan sejak dahulu kala.
Alasannya, material ini memiliki harga paling murah dan berbobot cukup ringan.
Namun, bahan seng mudah berkarat jika sering terkena air hujan tanpa pelindung tambahan.
Karena itu, biasanya material ini digunakan pada bangunan semi-permanen atau rumah tradisional.
Jika berminat memasang talang air dari seng, berikut tata caranya:
- Ukur sisi atap, tentukan kemiringan aliran air, serta tandai posisi pemasangan agar hasilnya lurus dan air dapat mengalir lancar.
- Penyangga bisa dibuat dari kawat galvanis atau besi plat, dipaku ke lisplang dengan jarak 60–80 cm. Pastikan untuk mengikuti arah kemiringan yang sudah ditentukan.
- Potong seng sesuai kebutuhan, lalu tekuk bagian tepinya ke atas menggunakan alat bantu agar air tidak meluap ke samping.
- Sambungan bisa dibuat dengan overlap dan direkatkan menggunakan paku serta dempul.
- Tempelkan talang pada penyangga, tetapi pastikan sambungan antar-potongan talang dilapisi oleh sealant atau dempul seng untuk mencegah kebocoran.
- Terakhir, buat lubang untuk pipa pembuangan dan sambungkan ke downpipe. Pastikan ujung-ujung talang ditutup rapat agar air tidak keluar ke sembarang arah.
4. Talang Air dari Karpet
Seperti namanya, talang dari karpet biasanya menggunakan karpet bekas atau bahan terpal.
Ini bisa menjadi solusi atau alternatif pada bangunan sementara maupun rumah yang sedang dibangun.
Karpet ini tidak tahan lama dan rawan bocor, tetapi sering dipilih karena murah dan mudah dibentuk.
Sebagai referensi, begini cara pasang talang air karpet:
- Ukur panjang sisi atap dan potong karpet sedikit lebih lebar agar dapat dilipat atau ditekuk membentuk alur air.
- Rangka bisa dibuat dari kayu atau kawat mengikuti jalur atap. Pastikan bentuknya menyerupai talang “U” agar karpet bisa menampung aliran air.
- Selanjutnya, tempelkan karpet ke rangka menggunakan paku kecil, staples, atau lem anti-air. Pastikan sisi dalam karpet tidak sobek atau berlubang.
- Saat memasang, pastikan posisi karpet miring ke arah pembuangan agar air tidak menggenang. Gunakan pemberat jika perlu agar karpet tidak bergeser.
- Arahkan ujung karpet ke pipa atau selokan. Pastikan air tidak mengalir ke dinding maupun fondasi rumah.
Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Genteng Rumah sesuai Jenisnya
Demikianlah cara pemasangan talang air yang benar sesuai jenis materialnya.
Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.
Selamat mencoba!
*Cover image: The Gutter Snipe