Pencemaran Tanah – Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Last update: 19 Agustus 2025 8 min read
Author:

Parahnya pencemaran tanah di Indonesia agaknya bukan cuma isapan jempol belaka. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sebanyak 2.200 desa di Tanah Air terindikasi mengalami masalah yang satu ini.

Akibatnya, 2,8 persen rumah tangga yang berada di kawasan hutan – yang notabenenya melakukan kegiatan perladangan, harus berpindah karena lahan garapannya yang tak lagi subur.

Hal ini membuat suplai bahan makanan yang berasal dari unsur tanah jadi berkurang. 

Jika dibiarkan, tentu akan sangat berdampak bagi keberlangsungan hidup manusia dan juga makhluk hidup lainnya.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi pencemaran tanah, serta menumbuhkan kesadaran di masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Namun, sebelum masuk ke pembahasan tersebut, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu pengertian pencemaran tanah, penyebab, dampak dan cara mengatasinya di bawah ini.

Definisi dan Pengertian Pencemaran Tanah

Istilah pencemaran tanah mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita dengar. Meski begitu, tahukah kamu pengertian dari istilah tersebut?

Secara harfiah istilah pencemaran tanah terdiri dari dua suku kata, yaitu pencemaran dan tanah. Pengertian kedua kata tersebut tentu berbeda satu sama lainnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pencemaran adalah proses, cara, perbuatan mencemari atau mencemarkan. Sedang, tanah adalah permukaan bumi atau lapisan bumi teratas.

Baca juga:

Panduan Lengkap Memahami Jenis-Jenis Lapisan Tanah

Apabila kita gabungkan, secara garis besar pencemaran tanah adalah sebuah kondisi di mana berbagai unsur yang bersifat merusak atau beracun tercampur di dalam kandungan tanah.

Unsur yang beracun dan merusak ini bisa berupa bahan-bahan kimia atau zat berbahaya lain, yang dapat mengancam kesuburan tanah, kesehatan manusia dan ekosistem sekitarnya.

Istilah pencemaran tanah sendiri biasa dipakai untuk menggambarkan sebuah kontaminasi yang diakibatkan oleh kelalaian manusia.

Berbeda dengan istilah polusi tanah, istilah ini biasanya mengacu pada kontaminasi kandungan tanah yang diakibat oleh hal-hal bersifat alamiah.

Kondisi ini juga dianggap tidak terlalu berisiko, apalagi jika dibandingkan dengan kontaminasi yang diakibatkan oleh ulah manusia.

Nah, setelah mengetahui pengertian pencemaran tanah, mari kita teliti lebih lanjut faktor penyebab dari fenomena tersebut berikut ini.

Faktor Penyebab Pencemaran Tanah

pencemaran tanah

Penting untuk mengetahui penyebab terjadinya pencemaran tanah. Hal ini dimaksudkan, agar kamu lebih berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan.

Selain itu, dengan mengetahui penyebab terjadinya kontaminasi lahan, kita juga bisa mencegah terjadinya pencemaran yang lebih parah pada lahan tersebut.

Secara umum, penyebab pencemaran tanah dapat dikelompokkan ke dalam dua sumber, yakni pencemaran alami dan pencemaran antropogenik (ulah manusia).

Proses alami sendiri bisa memicu akumulasi bahan kimia beracun di dalam tanah. 

Proses pencemaran alami pada tanah sebenarnya merupakan kasus kerusakan tanah yang cukup langka di dunia.

Pencemaran tanah alami ini umumnya ditemui di daerah-daerah yang panas dan gersang, seperti yang terjadi di Gurun Atacama, Cile.

Sedang, pencemaran antropogenik dapat dikatakan sebagai sumber terbesar terjadinya pencemaran tanah di dunia. 

Pencemaran antropogenik sendiri biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Kelalaian Aktivitas Industri

Kelalaian dalam aktivitas industri ini bisa disengaja dan juga tidak. Layaknya kebocoran limbah atau kebocoran bahan kimia industri yang bisa terjadi tanpa unsur kesengajaan.

Kendati demikian, hal tersebut juga termasuk ke dalam kelalaian yang dilakukan oleh manusia. 

Sebab, baik limbah padat atau cair merupakan salah satu komponen utama penyebab pencemaran tanah.

  • Penggunaan Pestisida Berlebih

Selain berdampak buruk bagi kesehatan manusia, ternyata penggunaan pestisida berlebih juga dapat berdampak buruk bagi kelestarian tanah.

Pasalnya, penggunaan pestisida berlebih dapat membuat tanah menjadi lebih kering dan mengakibatkan lahan menjadi kurang subur.

  • Tumpahnya Minyak dalam Jumlah Besar ke Tanah

Kejadian ini mungkin jarang sekali kita temui, namun tumpahnya berliter-liter minyak ke atas permukaan lahan adalah salah satu contoh pencemaran tanah.

Ketika minyak tumpah tentu minyak tersebut akan langsung menyebar ke dalam permukaan tanah, sehingga membuat tanah menjadi tercemar dan kering.

  • Kebiasaan Menimbun Sampah

Bagi yang suka menimbun sampah, agaknya kamu harus menghentikan kebiasaan buruk tersebut. 

Selain tidak baik bagi kesehatan lingkungan, menimbun sampah juga berakibat buruk pada kesuburan tanah.

Apalagi jika sampah tersebut sampai mengeluarkan air limbah. 

Air ini nantinya akan meresap ke dalam permukaan lahan sehingga membuat tanah tersebut tercemar dan kehilangan kesuburannya.

  • Kontaminasi dari Bahan-Bahan Berbahaya

Secara tidak sadar, sebenarnya di sekitar kita banyak sekali bahan-bahan yang dapat merusak kelestarian tanah, seperti merkuri, seng, nikel, arsenik, tembaga dan lain-lain.

Maka dari itu, berhati-hatilah dalam menggunakannya dan letakan bahan-bahan tersebut jauh dari permukaan tanah secara langsung.

Dampak dan Akibat Pencemaran Tanah

pencemaran tanah

Bagi sebagian orang, isu tentang dampak pencemaran lingkungan mungkin bukan menjadi isu penting, sehingga ia mengabaikan segala aspek yang menjadi faktor penyebab pencemaran tanah.

Padahal pencemaran tanah tidak hanya berdampak pada rusaknya nilai estetika alam saja, namun juga mengganggu ekosistem hingga mengancam kehidupan seluruh makhluk di atas bumi.

Itu sebabnya, untuk meningkatkan kewaspadaan kita terhadap polusi lahan, berikut beberapa dampak dan akibat pencemaran tanah yang perlu diketahui, di antaranya:

  • Mengurangi Kesuburan Tanah

Dampak pencemaran tanah pertama ini sudah tidak mungkin kita tepis lagi. 

Ketika tanah sudah terkontaminasi zat beracun, tentu kualitas kesuburan tanah tersebut akan sangat menurun.

Tidak hanya menurun, ketika sebidang tanah perladangan terkontaminasi zat beracun, maka berpotensi tumbuhan yang ada di atasnya akan mati, dan tanah menjadi tidak produktif lagi.

  • Berpengaruh pada Kualitas Air dan Udara

Segala komponen yang terdapat di bumi ini sudah sewajarnya saling berhubungan. 

Oleh sebab itu, ketika kualitas tanah buruk, maka akan berpengaruh pada kualitas air dan udara di sekitarnya.

Contohnya saja seperti air tanah, yang notabenenya sering kita gunakan untuk mandi, mencuci, hingga memasak. 

Ketika tanah terkontaminasi, maka air yang ada di dalamnya pun ikut tercemar.

  • Rusaknya Keseimbangan Ekosistem

Bayangkan jika dataran tempatmu berpijak saat ini ternyata mengalami pencemaran tanah. 

Tentu bumi ini akan semakin rusak dan keseimbangan ekosistem yang ada di dalamnya menjadi terganggu.

Jika ekosistem alam terganggu, maka yang terjadi selanjutnya adalah bencana alam. 

Itu sebabnya, kita harus benar-benar menjaga dan berkomitmen untuk mencegah terjadinya pencemaran tanah.

  • Mengakibatkan Kematian

Apakah sampai separah itu? 

Ya, dampak pencemaran tanah bisa sampai mengakibatkan kematian apabila kita sebagai manusia terus bersikap acuh-tak acuh terhadap kelestarian alam.

Hal ini mungkin tidak berlangsung seketika, namun mengalami beberapa proses mulai dari kerusakan tanah hingga akhirnya dapat mengakibatkan kematian, terutama bagi tumbuhan dan hewan.

Cara Mengatasi Pencemaran Tanah

pencemaran tanah

Setelah mengetahui penyebab dan dampak pencemaran tanah, saatnya kita mengetahui bagaimana cara menanggulangi pencemaran tanah. 

Terdapat beberapa hal bisa dilakukan, seperti:

  • Melakukan Aktivitas 3R

Apakah itu 3R? 

Ini adalah singkatan dari reduce, reuse, dan recycle, atau dalam Bahasa Indonesia, berarti mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur-ulang sampah yang sekiranya dapat diolah.

Kebiasaan ini dapat sangat membantu dalam menanggulangi pencemaran tanah. 

Sebab, ketika produksi sampahmu berkurang, maka kamu secara otomatis telah mengurangi produksi limbah di bumi.

Baca juga:

Kaya Manfaat, Ini 5 Cara Membuat Tanah Humus Sendiri

  • Melakukan Reboisasi

Reboisasi atau melakukan penanaman pohon kembali merupakan cara ampuh dalam mengurangi dampak pencemaran tanah. 

Sebab, dengan melakukan reboisasi, tanah tersebut akan jadi lebih subur.

Selain itu, lingkungan sekitar pun menjadi lebih asri, sehingga secara otomatis kualitas udara juga lebih bersih dan lebih sehat untuk dihirup.

  • Melakukan Remediasi

Istilah remediasi mungkin tak setenar reboisasi, namun cara yang satu ini juga dinilai ampuh dalam memulihkan kesuburan tanah yang telah tercemar.

Remediasi sendiri adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang terkontaminasi atau tercemar. 

Terdapat dua jenis remediasi tanah, yakni in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site).

Jenis remediasi in-situ artinya melakukan pembersihan secara langsung di lokasi tanah yang tercemar. 

Sedang, ex-situ berarti menggali tanah yang tercemar, kemudian membawanya ke daerah yang aman.

  • Melakukan Bioremediasi

Selaras dengan remediasi, bioremediasi juga dimaksudkan untuk membersihkan tanah dari unsur yang menjadi penyebab pencemaran tanah.

Bedanya, bioremediasi lebih kepada pemanfaatan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri dalam membersihkan bidang tanah yang tercemar.

Mikroorganisme berupa jamur dan bakteri nantinya akan memecah atau mendegradasi zat yang telah mencemari tanah, sehingga tanah menjadi lebih subur dan tidak beracun lagi.

Penyakit Akibat Pencemaran Tanah

pencemaran tanah

Pencemaran tanah memang memiliki dampak yang masif, jika dibiarkan ekosistem bumi akan semakin rusak, bahkan mengancam keberlangsungan hidup manusia.

Dalam beberapa kasus, pencemaran tanah juga menjadi faktor penyebab dari berbagai penyakit yang diderita manusia. 

Untuk mengetahui hal tersebut, simak penjabaran berikut ini:

  • Paparan benzene dalam konsentrasi tinggi sering dihubungkan dengan meningkatnya risiko penyakit leukemia dan kanker sel darah lain di dalam tubuh manusia;
  • Pencemaran tanah yang disebabkan oleh merkuri dapat memicu kerusakan ginjal, kerusakan saraf, penyakit jantung serta hilangnya fungsi kekebalan tubuh;
  • Paparan timbal pada tanah yang tercemar berdampak buruk bagi beberapa organ tubuh, seperti hati, ginjal, limpa dan paru;
  • Pencemaran tanah akibat paparan zat arsenik dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes, paru, kardiovaskular hingga kanker kulit; serta
  • Paparan pestisida dan herbisida dalam waktu yang lama juga bisa meningkatkan risiko timbulnya kanker dan masalah sistem saraf atau hormon pada tubuh manusia.

Itu tadi beberapa penyakit akibat pencemaran tanah yang patut diketahui. 

Selalu ingat bahwa menjaga kelestarian tanah dan alam merupakan tanggung jawab kita semua.

Selain merawat keseimbangan ekosistem yang ada di dalam bumi, hal ini penting untuk kehidupan anak cucu kita di masa depan.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Sudah Tahu Belum, 5 Jenis dan Manfaat Tanah Ini?

 

 

Menyajikan insight dan panduan seputar dunia properti, dari tren pasar, tips jual beli, hingga strategi investasi yang tepat.