
Ketika memilih material untuk lantai atau dinding, banyak orang sering bingung apakah ingin menggunakan keramik atau granit.
Keduanya memang memiliki tampilan yang menarik dan sering digunakan dalam desain interior maupun eksterior.
Namun, ada beberapa perbedaan mendasar yang membuat keramik dan granit memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda.
Perbedaan tersebut mulai dari bahan dasar, ketahanan, hingga cara pemasangannya.
Melansir berbagai sumber, simak perbedaan antara keramik dan granit ulasannya berikut ini!
Apa Perbedaan Keramik dan Granit?

1. Bahan Pembuat
Jika dilihat secara sekilas, keramik dan granit memang memiliki tampilan yang hampir mirip.
Namun, apabila ditilik lebih lanjut, kedua material tersebut dibuat dengan bahan dasar yang berbeda.
Granit adalah material yang terbuat dari campuran kuarsa, mika, feldspar, amfibol, dan mineral tambahan lainnya.
Bahan-bahan yang digunakannya tersebut membuat granit memiliki tampilan yang cantik dan unik.
Sedangkan keramik biasanya terbuat dari tanah liat dengan campuran feldspar, kaolin, kuarsa, air, dan lempung bola.
Baca juga: 5 Cara Membersihkan Lantai Granit yang Kusam agar Kembali Kinclong
2. Proses Pembentukannya
Perbedaan keramik dan granit lantai juga dapat dilihat dari proses pembuatannya.
Umumnya, granit terbentuk dari magma panas yang membeku akibat tekanan.
Supaya bisa menghasilkan tampilan terbaik, granit harus diproses dengan cara dibakar pada suhu sekitar 1.230 derajat celcius.
Jika sudah diproses, granit biasanya memiliki sifat kuat dan keras. Maka, memerlukan proses pressing atau pemotongan agar permukaannya lebih rata.
Di sisi lain, keramik dibuat dari tanah liat menggunakan proses pembakaran pada sushu 1.000 derajat celcius.
Bagian atas keramik biasanya memiliki tampilan mengilap, hal tersebut tak terlepas dari lapisan glaze yang digunakannya.
Dibandingkan dengan granit, keramik memiliki sifat yang lebih kaku dan rapuh.
3. Tampilan

Ukuran standar dari granit adalah 40×40 cm dan 60×60 cm.
Granit memiliki motif yang khas dengan pola alami sederhana.
Sementara itu, keramik memiliki ukuran 20×20 cm, 30×30 cm, dan variasi lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Motif keramik biasanya lebih beragam, tapi seringkali bergelombang.
Baca juga: 7 Jenis Lantai Rumah Tanpa Keramik yang Unik dan Estetis
4. Daya Serap
Daya serap granit biasanya lebih rendah dibandingkan dengan keramik.
Bahkan, untuk daya serap air dari granit hanya sekitar 0.05 persen.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan keramik yang memiliki daya serap mencapai 7 persen.
5. Perawatan
Beda keramik dan granit lainnya berkaitan erat dengan perawatannya.
Granit memiliki motif yang khas sehingga membutuhkan perawatan ekstra untuk membersihkannya.
Selain itu, granit juga memerlukan perawatan khusus untuk menjaga kualitasnya, seperti melakukan pemolesan secara berkala.
Lain halnya dengan granit, perawatan keramik cenderung tidak rumit karena noda, kotoran, atau cairan lebih mudah dibersihkan pada permukaannya.
Tak sampai di situ saja, keramik juga tidak memerlukan perawatan khusus sehingga cocok digunakan jika kamu ingin hemat biaya.
Jika ditanya soal harga, mana yang lebih mahal antara keramik atau granit? Jawabannya adalah granit.
Harganya yang mahal tersebut karena kualitas yang dimiliki oleh granit, mulai dari daya tahan, kekuatan, dan tampilan yang lebih unggul dibandingkan keramik.
Baca juga: Lantai Kayu Parket Vs Lantai Kayu Biasa. Kamu Pilih yang Mana?
Itu dia sejumlah perbedaan keramik dan granit.
Jadi, sudah tahu ingin menggunakan material apa untuk dinding atau lantai?
Semoga informasi di atas dapat membantu, ya!