Mau Beli Tanah? Ketahui Pentingnya Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Ini!

26 Agt 2020 - Ferry Fadhlurrahman

Mau Beli Tanah? Ketahui Pentingnya Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Ini!

Saat hendak membeli tanah, ada beberapa dokumen yang perlu dilengkapi. 


Salah satunya adalah surat perjanjian jual beli tanah


Mengapa demikian? Karena surat tersebut dapat menjamin keamanan dari transaksi.


Seperti kita ketahui, transaksi jual beli tanah harus dilakukan dengan tepat dan aman. Perjanjian ini dapat menjadi bukti legal yang kuat dalam kepemilikannya. 


Tapi masih banyak orang yang menganggap bahwa membuat surat perjanjian jual beli tanah adalah hal yang merepotkan. 


Tapi jika Anda berpikir seperti itu, di sini ada beberapa alasan mengapa surat perjanjian jual beli tanah itu sangat penting.

Fungsi Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Seperti disebutkan di atas, sebagian orang menganggap bahwa membuat surat jual beli tanah tidak penting dan sangat merepotkan.


Hal ini bisa dibilang wajar, sebab banyak dari kita yang bahkan tak pernah melihat contoh surat jual beli tanah, serta awam terhadap manfaat dari surat perjanjian tersebut. 


Biasanya orang langsung melihat ke sertifikat tanah atau sertifikat HGU. 


Tapi pentingnya surat perjanjian jual beli tanah bisa merujuk ke Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) Pasal 1457 dijelaskan:


“Jual beli adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikat kan dirinya untuk menyerahkan suatu benda dan pihak lain membayar harga yang telah dijanjikan.”


Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dikatakan bahwa contoh surat jual beli tanah dibuat untuk menjamin secara tertulis, perjanjian atau transaksi jual beli lahan yang sedang Anda lakukan. 


Bukan hanya untuk melindungi si pembeli, tapi juga si penjual. 


Jadi perjanjian jual beli tanah ini dapat dijadikan sebagai bukti, tanda jadi, dan juga berbagai macam bentuk keperluan lain, yang dapat menunjukkan keberlangsungan perjanjian jual beli lahan.

Poin Penting Perjanjian Jual Beli Tanah

Dalam membuat surat perjanjian jual beli tanah, ada beberapa poin penting yang wajib ada di dalam surat. 


Poin-poin penting tersebut adalah sebagai berikut:


  • Identitas lengkap pembeli dan penjual (serta kedudukan dalam transaksinya)

  • Deskripsi tanah yang dijual atau dibeli yang terdiri dari:

    • Letak tanah dalam bentuk alamat

    • Luas tanah dalam bentuk meter persegi

    • Batas tanah (empat arah penjuru angin)

    • Status kepemilikan

    • Nomor Surat Tanah

    • Harga tanah sesuai kesepakatan

  • Pencantuman jaminan dan identitas saksi

  • Cara dan batas waktu pembayaran

  • Kesepakatan penyelesaian masalah jika terjadi perselisihan


Contohnya seperti di bawah ini:




Kekuatan Surat Perjanjian Jual Beli Tanah


Seperti yang telah disebutkan, surat jual beli tanah adalah bukti tertulis yang dibuat untuk melindungi penjual dan pembeli, atas risiko terjadinya hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak. 


Tapi pertanyaannya, sebagai produk hukum, seberapa kuat surat perjanjian jual beli tanah? 


Apakah hanya dengan mempunyai surat ini menjamin keamanan dalam transaksi? 


Berdasarkan Pasal 1867 KUHPer dan Pasal 165 HIR, bukti tertulis sendiri dibagi menjadi dua, yakni bukti tulisan otentik (akta otentik) dan bukti tulisan di bawah tangan.


Bukti tulisan otentik sendiri adalah suatu surat perjanjian yang dibuat dalam bentuk yang ditentukan (sesuai dengan undang-undang) oleh/atau di hadapan pejabat umum yang berwenang.


Sedang bukti tulisan di bawah tangan adalah surat jual beli tanah yang dibuat di bawah tangan, atau tidak disaksikan oleh pejabat umum terkait, seperti notaris.


Meski keduanya bisa dijadikan sebagai bukti tertulis, tapi surat perjanjian yang dibuat di depan notaris memiliki kekuatan hukum yang lebih tinggi dibandingkan surat yang dibuat di bawah tangan.


Ketika surat jual beli tanah tersebut dibuat oleh/atau di hadapan notaris, isi dari surat perjanjian tersebut dianggap tidak dapat disangkal kebenarannya. 


Terkecuali, apabila dari pihak menggugat sendiri dapat membuktikan kekeliruan dari surat perjanjian tersebut, serta kebenaran dari apa yang ia tuntut.


Kekuatan hukum surat jual beli tanah di bawah tangan hanya ada ketika kedua belah pihak, baik penjual dan pembeli, sama-sama mengakui keabsahan dari surat tersebut


Akan tetapi, jika salah satu pihak memungkiri tulisan/tanda tangan yang tertera pada surat, maka hakim akan memerintahkan supaya kebenaran dari tulisan/tanda tangan tersebut diperiksa di pengadilan.


Jadi, sekarang Anda sudah mengetahui pentingnya mempunyai surat perjanjian jual beli tanah. 


Jika masih mencari tanah untuk dibeli, Anda bisa mencari di situs jual beli properti 99.co Indonesia, dimana terdapat beragam pilihan lokasi, harga dan sebagainya.


Selamat mencari!


Baca juga:

Jenis-Jenis Sertifikat Properti yang Wajib Anda Ketahui dan Miliki


Author:

Ferry Fadhlurrahman