Cara Gadai AJB Tanah di Bank | Panduan

5 Apr 2019 - Ananda Bayu Pangestu

Cara Gadai AJB Tanah di Bank | Panduan

foto: Google Images

Bila Anda hendak meminjam Kredit Tanpa Agunan, maka biasanya bank atau lembaga keuangan tidak mensyaratkan jaminan tertentu. 

Namun, jika Anda hendak mengajukan pinjaman ke bank dalam jumlah besar, maka perlu siapkan jaminan, dimana bentuknya bisa bermacam-macam.

Salah satu bentuk jaminan yang paling sering digunakan adalah jenis tanah dan / atau tanah dan bangunan yang berupa sertifikat.

Umumnya, yang diterima bank sebagai jaminan pinjaman adalah Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), dan Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS).

Lalu, apakah bisa gadai AJB tanah di bank?

Meski memang sedikit lebih rumit, Anda bisa ajukan pinjaman uang ke bank dengan jaminan AJB tanah. 

Pilihan ini jauh lebih baik dan aman ketimbang meminjam ke rentenir yang terkenal dengan sebutan lintah darat.

Di sini, Anda akan temukan penjelasan dan cara gadai AJB di bank yang resmi dan aman.

Ketahui Dulu Tipe AJB Sebelum Gadai AJB Tanah Ke Bank

AJB (Akta Jual Beli) bukanlah sebuah sertifikat, melainkan perjanjian jual-beli dan salah satu bukti pengalihan hak atas tanah (akibat dari jual-beli).

AJB dapat terjadi dalam berbagai bentuk kepemilikan tanah pagi pembuatnya (pacta sunt servanda), baik Hak Milik, Hak Guna Bangunan, maupun Girik.

Bukti kepemilikan berupa AJB biasanya sangat rentan dengan terjadinya penipuan AJB ganda, sehingga posisinya sering kali diragukan untuk jaminan pinjaman.

Agar mengerti benar mengenai AJB tanah Anda, simak penjelasan tipe-tipenya, ya!

AJB di atas tanah SHM yang belum dipecah

Kasus ini sering terjadi ketika Anda membeli tanah kavling

Pemilik kavling tidak ingin terbebani biaya pemecahan sertifikat dan menawarkan pembeli untuk mengurus pemecahan sertifikat sendiri.

Meski demikian, AJB tipe ini adalah AJB yang paling aman. 

Anda tentu perlu kepastian juga dari Kantor BPN bahwa SHM tanahnya adalah asli.

AJB di atas HGB

AJB tipe dua ini mirip seperti tipe pertama, hanya saja pembeli tidak akan memiliki hak milik tetapi hanya hak guna bangunan (HGB).

AJB di atas tanah Eigendom, Girik, atau Petok

Tanah Eigendom, Girik, atau Petok seharusnya segera dikonversi menjadi SHM. 

Sangat tidak disarankan melakukan AJB di atas tanah yang belum dikonversi menjadi SHM.

Anda Mau Gadai AJB Tanah di Bank? Bank Resmi Ini Bisa Menerima

Meski lebih rumit jika dibandingkan dengan jaminan yang lain, sebaiknya Anda tetap mengurus pinjaman dengan jaminan AJB ke bank yang resmi dan tidak menggunakan jasa rentenir.

Namun, tidak semua bank mau menerima pinjaman dengan gadai AJB tanah di bank seperti ini, hanya bank tertentu saja yang menerapkannya.

Contohnya adalah Bank CIMB Niaga dan Bank Danamon. Kedua bank ini bisa menjadi solusi anda untuk gadai AJB tanah di bank.

Bank CIMB punya dua pilihan untuk anda mau ambil kredit dengan jaminan berupa AJB.

Yaitu Mikro Madya Loan (Plafon 20 – 50 juta dan tenor 12 – 36 bulan) dan Kredit Mikro Utama (Plafon 50 – 100 juta dan tenor 12 – 36 bulan).

Sedangkan, Bank Danamon menyediakan fasilitas pinjaman dengan gadai AJB tanah di bank melalui proses yang terbilang cepat.

Setelah dokumen diterima, proses pinjaman dapat diproses setelah 2 sampai 3 hari saja. 

Bank Danamon memberikan plafon kredit hingga 500 juta rupiah bahkan dengan tenor sampai 5 tahun.

Besarnya pinjaman yang diberikan oleh masing-masing bank ini disesuaikan dengan nilai pokok jaminan AJB yang dimilikinya.

Cara Gadai AJB Tanah di Bank

Tentu ada persyaratan yang harus Anda penuhi jika ingin gadai AJB tanah di bank. 

Proses gadai AJB tanah di bank ini tergolong mudah, walaupun begitu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. 

Berikut persyaratan ketika ingin melakukan gadai AJB tanah di bank:

AJB Harus Akta Fidusia

Yang perlu diperhatikan ketika ingin melakukan gadai AJB tanah di bank ini yaitu akta yang digunakan harus akta fidusia. 

Dengan kata lain, akta harus dibuat oleh notaris dan terdaftar di kantor pendaftaran fidusia.

Dengan adanya akta ini, artinya AJB terlindungi oleh hukum. 

Baca juga:

Mau yang Gratis atau Lewat Notaris, Begini Tata Cara Membuat Sertifikat Tanah

Bank bisa langsung mengeksekusi lahan yang tercatat di akta tersebut kalau kita gagal melunasi pinjaman.

Namun perlu diingat, eksekusi ini baru dilakukan setelah ada negosiasi yang resmi. 

Dalam negosiasi itu kita bisa meminta keringanan jika benar-benar susah melunasi.

Kalau dalam negosiasi gak ada titik temu, baru akan dilakukan eksekusi. 

Tentu eksekusinya berbeda dengan eksekusi rentenir, yang sering main kekerasan dan bahkan bisa berujung dengan jatuhnya korban jiwa.

Jika tidak ada akta fidusia dalam perjanjian kredit, bank tidak bisa langsung melakukan eksekusi dan penyitaan harus melalui jalur pengadilan.

AJB Memiliki Kekebalan Hukum

Beberapa bank yang menerima jaminan AJB juga menetapkan beberapa persyaratan khusus.  

Seperti halnya hanya AJB atas Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dapat diterima oleh bank.

Akta ini dapat memberi kekebalan hukum terhadap AJB. 

Ketika pihak peminjam tidak dapat melunasi hutangnya, maka aset yang dijaminkan akan disita.

Penghasilan Penggadai Harus Jelas

Penghasilan adalah salah satu faktor yang dijadikan pertimbangan tersendiri ketika Anda ingin melakukan gadai AJB tanah di bank ini.

Hal ini bersangkutan dengan angsuran yang akan dibayarkan setiap bulan. 

Jika Anda mempunyai penghasilan yang jelas, tentu pembayaran angsuran pun akan lancar setiap bulannya.

AJB Tidak Berada di Bawah Tanggungan

Dalam pemeriksaan sertifikat, pastikan bahwa AJB tersebut tidak sedang berada di bawah tanggungan. 

Atau dengan kata lain, dalam sitaan atau terlibat dalam sengketa hukum. 

Hal ini biasanya dilakukan dengan pemeriksaan ke Pengadilan Negeri di wilayah tersebut.

Kelengkapan Sebuah Dokumen

Ketika Anda mengajukan pinjaman dengan gadai AJB tanah di bank, pihak pembiayaan akan mengajukan beberapa persyaratan dokumen yang harus anda persiapkan.

Dokumen-dokumen ini antara lain fotokopi identitas seperti KTP, KK, buku tabungan dan lain-lain. 

Hal ini penting untuk kejelasan nasabah yang akan melakukan gadai AJB tanah di bank tersebut.

Nah, setelah semua persyaratannya telah dipenuhi, Anda hanya perlu mengisi formulir pengajuan kredit pada bank terkait.

Adanya gadai AJB tanah di bank ini akan memudahkan Anda untuk mendapatkan dana secara cepat, mudah dan aman.

Bagaimana?

Gadai AJB tanah di bank ini lebih baik dari melakukan pinjaman ke renternir, kan?

Baca juga:

Tak Ribet, Begini Cara Jual Tanah ke Bank

Author:

Ananda Bayu Pangestu