
Mengetahui pondasi yang cocok untuk rumah 2 lantai merupakan hal penting.
Pasalnya, jika salah pilih, bangunan rumah berisiko tidak kokoh.
Hal ini karena pondasi adalah struktur dasar rumah yang terletak di bawah bangunan atau dalam tanah.
Fungsinya untuk menopang seluruh beban bangunan sekaligus memastikan rumah stabil terhadap perubahan tanah.
Jadi, sebelum membuat pondasi, pertimbangkan pula jenis tanah dan jumlah lantai rumah.
Apabila abai dengan dua faktor tersebut, pondasi yang dibuat rawan retak sehingga rumah rentan ambruk.
Nah, khusus untuk pondasi yang cocok untuk rumah 2 lantai, lihat jenis-jenisnya di bawah ini.
Jenis-Jenis Pondasi yang Cocok untuk Rumah 2 Lantai
1. Pondasi Cakar Ayam
Foto: shariagreenland.co.id
Pondasi cakar ayam adalah pondasi yang terbuat dari pelat beton bertulang.
Jenis pondasi yang dikenal sebagai footplate ini dilengkapi pipa-pipa beton berongga yang tertanam di bawah tanah.
Menurut Buku Pintar Membangun Rumah yang disusun oleh Puspa Swara, pondasi ini lumayan kokoh sehingga bisa digunakan untuk hunian 2-4 lantai dengan kondisi tanah yang baik dan stabil.
Cakar ayam umumnya dibuat di kedalaman 1,5-3 meter, tergantung dari kondisi tanah atau beban bangunan.
Kisaran biaya untuk membuat cakar ayam adalah Rp1,5 juta—Rp2,5 juta per meter persegi.
Biaya tersebut tidak bersifat mutlak karena dipengaruhi oleh kualitas material dan upah tukang.
2. Pondasi Menerus
Foto: kontemporer2013.blogspot.com
Pondasi yang cocok untuk rumah 2 lantai berikutnya adalah pondasi menerus.
Jenis pondasi ini bentuknya memanjang, biasanya terbuat dari batu kali atau beton bertulang.
Struktur menerus atau memanjang difungsikan untuk mendistribusikan beban dari dinding ke tanah secara merata.
Adapun, untuk kedalamannya, pondasi menerus dibuat sekitar 60 cm sampai 1 meter di bawah tanah.
Meskipun cocok untuk rumah 2 lantai, hindari menggunakan pondasi ini bila kamu membangun hunian yang berukuran sangat besar.
Selain itu, pembuatan jenis pondasi ini memakan biaya sekitar Rp600 ribu hingga Rp1,2 juta per meternya.
3. Pondasi Tapak
Foto: teknoscaff.com
Pondasi tapak adalah pondasi berbentuk persegi atau lingkaran yang dibuat di bawah kolom bangunan.
Jenis pondasi ini disimpan pada titik-titik tertentu agar dapat menopang beban rumah secara optimal.
Sama seperti dua jenis pondasi lain, pondasi tapak terbuat dari beton bertulang.
Kedalaman pondasi ini umumnya 1-2 meter di bawah tanah.
Untuk biaya pembuatannya sekitar Rp1-2 juta per meter persegi.
Harga itu tergantung dari tingkat kesulitan dan jenis bangunan yang akan dibuat.
4. Pondasi Tiang Pancang
Foto: gocement.com
Seperti namanya, pondasi tiang pancang menggunakan tiang-tiang panjang dari beton, baja, atau kayu yang dipancang ke dalam tanah.
Berdasarkan karakteristiknya, pondasi tiang pancang sering digunakan untuk menahan beban pada bangunan yang berada di atas tanah lunak.
Selain rumah 2 lantai, pondasi tiang pancang cocok untuk bangunan dan konstruksi besar.
Biasanya, tiang pancang ditancapkan ke dalam tanah sedalam 3,5-20 meter, tergantung dari jenis tanah dan tipe bangunan.
Meski sangat kokoh, biaya pembuatan pondasi ini terhitung lebih mahal dari jenis pondasi lainnya.
Salah satu faktornya karena pengerjaannya melibatkan alat khusus untuk menancapkan setiap tiang ke dalam tanah.
5. Pondasi Batu Kali
Foto: youtube.com/rayyan221
Pondasi yang cocok untuk rumah berlantai 2 terakhir adalah pondasi batu kali.
Jenis pondasi batu kali dibangun dari susunan batu kali yang ditumpuk, lalu diikat dengan adukan semen.
Bila tertarik mengaplikasikannya pada bangunan 2 lantai, kamu harus memastikan pondasi yang dibuat benar-benar berkualitas.
Selain itu, usahakan pondasi tersebut dibangun di dalam tanah yang kering atau padat.
Hindari penggunaan pondasi batu kali untuk rumah 2 lantai di area tanah lembek atau bekas sawah.
Kedalaman pondasi ini cukup dangkal, sekitar 500 cm sampai 1 meter saja.
Biaya pembuatannya pun murah, sekitar Rp600 ribu sampai Rp1 juta per meter.
Itulah beberapa pondasi yang cocok untuk rumah bertingkat 2.
Semoga informasi ini bermanfaat!




