
Tren hunian berkelanjutan makin mendominasi dunia properti. Salah satu kabar yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat adalah rumah hijau murah.
Belum lama ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali mengangkat pembangunan perumahan hijau untuk generasi muda.
Melalui program KPR hijau (green mortgage), ia menyebutkan kalau konsep hunian ramah lingkungan ini memiliki potensi besar di masa depan.
Dengan KPR hijau, dapat dipastikan kalau properti yang dibeli merupakan aset dengan sertifikasi ramah lingkungan dari lembaga sertifikasi internasional.
Kali ini, Panduan 99.co Indonesia akan menjelaskan apa itu rumah hijau murah, KPR hijau dan perbedaannya dengan KPR biasa, serta keuntungannya.
Mengenal Program Rumah Hijau Murah
Foto: Adobe
Sri Mulyani menyebutkan bahwa KPR hijau bisa mendorong program pembelian hunian dan renovasi sesuai dengan prinsip efisiensi energi.
Hal ini berangkat dari fakta bahwa sektor perumahan telah berkontribusi sebesar 17% dari emisi gas rumah kaca global.
Pengembangan dan pembiayaan perumahan hijau pun diusung sebagai solusi untuk menekan risiko perubahan iklim global
Berangkat dari sini, pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan 1 juta rumah hijau pada 2030, demi mewujudkan 100% rumah bebas emisi karbon di 2050.
Sumber pengembangannya akan berasal dari pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing), salah satunya melalui Indonesia Green Affordable Housing Program (IGAHP).
IGAHP kemudian menunjuk PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai pembiayaan perumahan sekunder, untuk memajukan perumahan hijau.
Selain itu, ada beberapa poin penting lain dari program rumah hijau murah:
- Program ini berfokus pada pembangunan berkelanjutan, mencakup penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan dan penghematan energi.
- Pemerintah menyediakan subsidi dan insentif kepada pengembang dan pembeli rumah yang memenuhi kriteria program ini.
- Salah satu tujuan utama program ini adalah membuat rumah ramah lingkungan menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
- Program ini juga melibatkan pemantauan dan evaluasi, untuk memastikan bahwa hunian yang dibangun sudah sesuai dengan standar yang ada.
- Pemerintah bekerja sama dengan pengembang swasta dan pemangku kepentingan lainnya, dalam industri properti untuk mencapai tujuan program ini.
Baca juga: 7 Rekomendasi Perumahan Ramah Lingkungan yang Super Nyaman
Tujuan Program Rumah Minimalis Hijau
Foto: Kompas.com
Sudah dijelaskan kalau program rumah hijau murah dipandang sebagai upaya pemerintah dalam mengatasi masalah lingkungan dan backlog perumahan.
Hal ini tercantum melalui implementasi konsep Bangunan Gedung Hijau, sesuai amanat PP Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.
Karena itu, diperlukan langkah strategis untuk mendorong efisiensi pemanfaatan energi, air dan sumber daya lainnya pada bangunan.
Di sisi lain, Sri Mulyani juga mendukung inisiatif ini sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.
Bahkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengimplementasikan berbagai program untuk mendukung proyek rumah ramah lingkungan.
Salah satunya dengan menerapkan insentif fiskal untuk menarik investasi, agar dapat diarahkan ke proyek hijau dan industri hijau.
Insentif lain untuk program rumah minimalis hijau adalah tax holiday dan tax allowance.
Perbedaan KPR Hijau dan KPR Konvensional
Foto: Aberdein Considine
Program rumah minimalis hijau pun selaras dengan pergeseran gaya hidup ramah lingkungan ke sektor keuangan, khususnya KPR.
Jadi, selain rumah, pemerintah Indonesia juga sedang menggodok KPR hijau (green mortgage) untuk menyokong program ini.
Lalu, apa perbedaan utama dari KPR hijau dan KPR biasa yang sudah banyak didengar? Secara garis besar, berikut perbedaannya:
- KPR hijau difokuskan pada pembelian rumah yang memenuhi standar keberlanjutan dan ramah lingkungan, sedangkan KPR biasa tidak.
- Terdapat insentif pajak atau bantuan finansial dari pemerintah untuk rumah-rumah hijau, hal serupa bisa ditemukan pada KPR rumah subsidi.
- Rumah hijau merupakan aset dengan sertifikasi ramah lingkungan dari lembaga internasional, rumah dari KPR konvensional tidak mendapatkannya.
Baca juga: Arsitektur Hijau, Solusi Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan
Secara umum, KPR hijau memiliki penekanan pada keberlanjutan, efisiensi energi dan dukungan pemerintah dalam bentuk insentif pajak atau bantuan finansial.
Ini sejalan dengan ungkapan Sri Mulyani, bahwa green mortgage memiliki potensi besar sebagai opsi pembiayaan yang sejalan dengan isu lingkungan.
Namun, istilah KPR hijau atau rumah hijau murah masih kurang familiar di benak masyarakat.
Padahal, secara umum program KPR ini baik untuk memelihara lingkungan di sekitarnya.
Maka itu, diharapkan bahwa bank dapat ikut menerapkan konsep menjaga lingkungan dengan memberikan fasilitas KPR hijau.
Salah satu contohnya bisa ditemukan pada Bank OCBC NISP, dengan produk Green KPR-nya yang bisa diajukan melalui aplikasi ONE mobile.
Layanan perbankan ini memiliki biaya rendah dengan limit pinjaman mulai dari Rp100 juta, serta suku bunga khusus untuk mendukung program KPR hijau.
Salah satu syarat yang paling penting untuk mengajukan program green mortgage ini adalah, membeli hunian dengan sertifikasi rumah ramah lingkungan.
Sertifikat itu bisa didapat dari lembaga sertifikasi lingkungan atau GBCI, melalui sertifikasi bangunan hijau atau Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE).
Keuntungan Membeli Rumah Hijau Murah
Foto: Housing
Ada sejumlah keuntungan yang ditawarkan oleh program rumah hijau murah, baik untuk pemilik rumah, pengembang properti, maupun lingkungan.
Sebagai pertimbangan, berikut beberapa keuntungan tersebut:
- Efisiensi energi: Rumah hijau dirancang dengan teknologi dan fitur yang dapat menghemat energi, contohnya panel surya.
- Biaya operasional rendah: Karena efisiensi energi yang lebih tinggi, biaya listrik dan air pun bisa ditekan sehingga lebih hemat.
- Kenyamanan: Rumah hijau sering kali dirancang dengan sirkulasi udara yang lebih baik dan desain interior yang nyaman.
- Pengelolaan limbah: Biasanya, terdapat pengolahan air alias Water Treatment Plant (WTP) hingga pengolahan sampah dan limbah di lingkungan perumahan.
- Mengurangi efek rumah kaca: Salah satu keuntungan utama dari rumah hijau adalah mengurangi emisi karbon dan limbah konstruksi.
- Mendapat insentif: Program rumah hijau murah disertai pemotongan pajak atau bantuan finansial, yang mempermudah masyarakat untuk membelinya.
- Pemeliharaan lebih mudah: Rumah hijau dibangun dengan material yang tahan lama, serta memerlukan pemeliharaan yang lebih sedikit.
Secara keseluruhan, rumah hijau murah dapat membawa manfaat yang signifikan, tidak hanya bagi individu tapi juga untuk lingkungan.
Demikianlah penjelasan mengenai program rumah minimalis hijau yang digadang-gadang akan menjadi tren di masa mendatang.
Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.



