Panduan Lengkap KPR Rumah Subsidi di Indonesia

16 Nov 2020 - Rachmi Arin Timomor

Panduan Lengkap KPR Rumah Subsidi di Indonesia

Foto: harapanrakyat

Kebutuhan hunian dewasa ini semakin tinggi. Seiring dengan itu, harga perumahan yang ditawarkan pun ikut naik dari tahun ke tahun. 

Bahkan, banyak pengembang yang menawarkan rumah dengan harga selangit di sejumlah area, dan sayangnya hal tersebut tidak didukung daya beli masyarakat. 

Karena itu, pemerintah pun memberikan solusi dengan cara meluncurkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) rumah subsidi. 

Fasilitas ini mengusung pemerolehan rumah dengan uang muka dan cicilan yang terjangkau, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Nah, untuk mengulas lebih lanjut mengenai KPR rumah subsidi di Indonesia, simak sejumlah penjelasan informatif di bawah ini.

KPR Rumah Subsidi Adalah

kpr rumah subsidi

Foto: blogpictures.99.co

Jika Anda mencari pembiayaan cicilan dengan bunga yang rendah, KPR rumah subsidi dapat menjadi solusi yang tepat.

KPR rumah subsidi adalah pembiayaan pemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah oleh pemerintah dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Program ini diluncurkan untuk masyarakat yang ingin memiliki hunian dengan suku bunga rendah dan cicilan rumah ringan.

Bahkan uang muka KPR rumah subsidi rata-rata hanya 1%. Suku bunga yang ditawarkan pun sangat rendah yakni 5% fixed, dalam jangka waktu maksimal 20 tahun.

Adapun jenis rumah yang dapat dipilih yakni rumah tapak untuk penghasilan maksimal Rp4 juta, dan rumah susun untuk penghasilan maksimal Rp7 juta.

Jenis KPR Subsidi

kpr rumah subsidi

KPR memiliki beberapa jenis berdasarkan penerima dan tingkat suku bunga, yang meliputi KPR subsidi, KPR konvensional, KPR syariah dan In-house KPR.

Untuk KPR subsidi yang disediakan pemerintah sendiri memiliki setidaknya 3 jenis KPR seperti FLPP, SBUM dan SBB dengan penjelasan seperti berikut.

FLPP

FLPP merupakan singkatan dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. 

Program ini mendukung fasilitas pembiayaan rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Program ini untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa mengakses KPR dengan cicilan bunga flat.

SBUM

SBUM atau Subsidi Bantuan Uang Muka adalah subsidi pemerintah yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dalam rangka pemenuhan sebagian atau seluruh uang muka.

Dengan program ini, masyarakat bisa mendapat subsidi uang muka jika ingin mengajukan KPR rumah subsidi dengan sejumlah persyaratan tertentu.

SBB

SSB atau Subsidi Selisih Bunga adalah program bantuan yang memungkinkan peserta mendapatkan pengurangan suku bunga KPR

Namun pada tahun 2020, fasilitas SBB tidak lagi dilanjutkan oleh pemerintah.

Syarat dan Ketentuan KPR Subsidi

kpr rumah subsidi

Setelah membahas sejumlah pengertian dan jenis KPR Rumah subsidi, berikut ini adalah informasi mengenai syarat dan ketentuan KPR subsidi yang harus Anda siapkan.

Beberapa syarat tersebut, adalah:

  • Merupakan Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia
  • Berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun (telah menikah)
  • Memiliki masa kerja atau memiliki usaha minimal 1 tahun 
  • Belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk kepemilikan rumah dan pemohon belum memiliki rumah
  • Usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada saat kredit jatuh tempo
  • Memiliki e-KTP dan terdaftar di Dukcapil
  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi
  • Gaji pokok tidak lebih dari Rp 4 juta untuk permohonan rumah tapak dan Rp 7 juta untuk permohonan rumah susun

Jika Anda telah masuk ke kategori persyaratan di atas, ada pula sejumlah dokumen yang perlu dipersiapkan untuk mengikuti program KPR. 

Dokumen yang dipersiapkan akan dianalisa yang kemudian diverifikasi oleh bank pemberi kredit. Sejumlah dokumen yang diperlukan, adalah:

  • Mengisi form jenis KPR (FLPP) dan aplikasi KPR
  • Membuat surat keterangan belum memiliki rumah dari lurah
  • Buku tabungan rekening bank yang bersangkutan
  • Surat keterangan aktif bekerja dari HRD perusahaan
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi akta nikah/cerai
  • Pas foto 3x4 terbaru pemohon dan pasangan 
  • Slip gaji atau SUIP, TDP dan laporan keuangan 3 bulan terakhir untuk wiraswasta
  • Fotokopi surat pengangkatan karyawan tetap
  • Fotokopi NPWP/SPT PPh 21
  • Surat keterangan domisili dari kelurahan apabila KTP beda domisili

Itulah sejumlah informasi KPR rumah subsidi yang dapat Anda jadikan referensi. 

Kunjungi situs properti 99.co Indonesia dan gunakan Kalkulator KPR untuk penghitungan KPR lebih cepat dan tepat.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Bisakah Over Kredit Rumah Subsidi? Yuk, Cari Tahu di Sini!

Author:

Rachmi Arin Timomor