Syarat KPR untuk Berbagai Hunian, dari Rumah Subsidi hingga Apartemen

30 Mar 2020 - Martha

Syarat KPR untuk Berbagai Hunian, dari Rumah Subsidi hingga Apartemen

Syarat KPR harus dipenuhi bagi Anda yang ingin mengajukan pinjaman untuk membeli rumah atau properti lainnya ke bank.

Bisa dibilang program KPR adalah yang paling banyak dimanfaatkan oleh para pencari hunian.

Karena dengan kondisi keuangan yang terbatas, maka mencicil ke bank adalah salah satu cara untuk memiliki rumah impian. 

Meskipun pada dasarnya persyaratan membeli rumah kurang lebih masih sama, tapi ada beberapa syarat tergantung jenis rumah. Misalnya syarat KPR rumah konvensional akan berbeda dengan syarat KPR rumah subsidi atau rumah bekas. 

Untuk mengetahui bedanya, berikut adalah penjelasan berbagai perbedaan semua jenis KPR rumah yang ada di Indonesia. 

Syarat KPR Rumah Konvensional

Jenis rumah yang paling umum dibeli oleh orang Indonesia biasanya adalah rumah konvensional. 

Syarat KPR rumah yang satu ini biasanya mirip di kebanyakan bank. Kalaupun berbeda, biasanya hanya ada perbedaan 1 atau 2 syarat saja.  

Karena itu, bagi Anda yang sedang berencana mengajukan pinjaman ke bank untuk membeli rumah, berikut syarat KPR rumah:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Usia minimum 21 tahun atau sudah menikah dan maksimum 55 tahun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta saat cicilan lunas.
  • Menyiapkan sejumlah dokumen sebagai syarat administrasi

Sementara beberapa dokumen yang menjadi syarat adalah:

  • Fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), surat nikah
  • Fotokopi rekening koran
  • Slip gaji bagi karyawan atau laporan keuangan bagi pengusaha 
  • Surat keterangan kerja atau surat keterangan usaha (SIUP)
  • Pas foto
  • Dokumen berupa sertifikat rumah yang akan digunakan sebagai jaminan 

KPR Tanpa DP

Mau pilihan lebih ringan? Bisa pilih KPR Tanpa DP. Sejak 2018 lalu pihak Bank Indonesia memang telah menerbitkan kebijakan untuk membebaskan DP rumah pertama

Dengan begitu pihak bank bisa menawarkan KPR tanpa DP kepada para pencari rumah. Aturan ini berlaku untuk semua tipe rumah, baik rumah tapak, rusun, ruko atau rukan

Jadi jika ini adalah pembelian kedua, maka kamu harus membayar DP minimal sekitar 10 persen. Namun sebagai catatan, tidak semua bank menawarkan produk KPR rumah seperti ini. 

Beberapa bank seperti Bank Mandiri, BTN, dan BNI adalah 3 bank yang mempunyai produk KPR tanpa DP. Syarat KPR tanpa DP ini juga kurang lebih masih sama dengan syarat di atas.

Syarat KPR Rumah Subsidi

syarat kpr

Saat ini, pemerintah lewat program Sejuta Rumah berusaha menyediakan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan harga relatif terjangkau yakni berkisar di angka Rp100 juta-an.

Nah, bagi yang sedang mencari syarat KPR rumah subsidi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan rumah komersil seperti di atas.

Namun ada beberapa syarat KPR lainnya yang harus dipenuhi, misalnya:

  • Belum pernah menerima subsidi dan juga belum memiliki rumah sebelumnya
  • Gaji tidak melebihi Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun
  • Wajib memiliki e-KTP dan terdaftar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi

Anda juga harus perhatikan untuk membeli rumah dari pengembang yang sudah terdaftar di Kementerian PUPR.

Termasuk untuk memilih bank yang menjadi penyalur KPR rumah subsidi yang mana kebanyakan adalah bank pemerintah atau BUMN seperti BTN, Mandiri dan BRI. 

Sementara untuk KPR komersial, pilihan bank penyalur lebih banyak lagi, karena juga ada bank swasta seperti BCA. 

Pada dasarnya syarat KPR rumah subsidi di BTN, BRI maupun BCA atau dari bank lainnya kurang lebih sama. Jadi tinggal pilih penawaran menarik mana saja yang sesuai dengan kemampuan Anda. 

Selain rumah subsidi, pilihan hunian murah lainnya bagi Anda yang memiliki budget tak begitu besar adalah mengajukan pinjaman untuk rumah bekas (second).

Syarat KPR Rumah Second

syarat kpr

Pengajuan KPR rumah second bisa melalui sejumlah bank, salah satunya adalah BTN. 

Syarat KPR BTN rumah second ataupun bank-bank lainnya juga tak sulit kok, karena dokumen yang diperlukan juga tak jauh berbeda.

Berikut langkah-langkah dalam membeli rumah bekas melalui KPR:

  • Memilih rumah yang diinginkan dan melakukan negosiasi

Melakukan negosiasi adalah salah satu kelebihan dalam membeli rumah second, dimana biasanya penjual masih mungkin untuk memberikan potongan harga jika Anda pintar dalam menawar. 

Hal ini cukup menentukan, mengingat bank tidak akan membiayai Anda secara penuh.

Besarannya sekitar 80% dari total harga jual, maka sisanya Anda yang akan melunasinya langsung pada penjual.

  • Menemui bank dengan membawa dokumen lengkap

Seperti yang disebutkan sebelumnya, dokumen syarat KPR rumah second atau rumah baru tidak jauh berbeda, seperti KTP, KK, NPWP, bukti penghasilan, surat keterangan kerja atau usaha.

Namun dalam proses membeli rumah second, selain perlu melampirkan copy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sertifikat bangunan, juga perlu ada bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta surat kesepakatan jual beli antara pembeli dan penjual.

  • Appraisal

Layaknya proses pemeriksaan KPR pada umumnya, appraisal menjadi salah satu syarat KPR rumah second yang harus dilakukan. Tahapan ini dilakukan oleh pihak bank, yakni proses survei dan menaksir nilai properti. 

Ini akan sangat berpengaruh pada plafon atau besaran kredit yang akan dicairkan oleh bank.

  • Penerbitan SPK

Sebelum menandatangani akad, bank akan memberikan Surat Perjanjian Kredit (SPK) yang di dalamnya berisi rincian mengenai biaya kredit, bunga, pinalti, penunjukan notaris dan sebagainya. 

Karena itu penting bagi Anda untuk membaca dengan seksama rincian yang tertera di SPK ini.

  • Penandatanganan akad

syarat kpr

Setelah urusan SPK selesai, Anda akan diminta melunasi biaya-biaya yang timbul selama proses pengajuan KPR, misalnya biaya administrasi, asuransi, pajak dan biaya notaris

Lalu di hadapan notaris, pihak bank dan penjual akan melakukan proses tanda tangan, dan selanjutnya notaris akan membacakan hak dan kewajiban masing-masing pihak. 

Setelah itu Anda akan menerima kunci rumah. Mudah sekali bukan?

Syarat KPR Apartemen (KPA)

Tapi selain rumah tapak, Anda juga bisa lho mengajukan pinjaman untuk beli apartemen. Ada sedikit yang berbeda antara syarat KPR apartemen dengan syarat KPR pada umumnya. 

Syarat KPR apartemen atau yang dikenal pula dengan KPA antara lain adalah:

  • WNI dengan usia minimal 21 tahun
  • Berstatus pegawai tetap dengan masa kerja minimal 1 tahun
  • Bagi pengusaha sudah menjalankan usaha lebih dari 1 tahun
  • Membayar DP (uang muka) yang berkisar 15% - 30% dari harga jual apartemen
  • Membayar sejumlah biaya lainnya seperti biaya provisi dari 0.5% - 1% dari total nilai pinjaman yang disetujui, biaya asuransi, pajak dan lain sebagainya.
  • Melengkapi berbagai dokumen yang dibutuhkan yakni:

a. Copy KTP, KK dan surat nikah / akta cerai

b. Slip gaji / surat keterangan penghasilan

c. Surat keterangan bekerja atau surat izin usaha (SIUP) bagi pengusaha

d. Copy rekening koran 3 bulan terakhir

e. Formulir KPA yang sudah diisi dengan lengkap

syarat kpr

Itu dia syarat KPR yang perlu Anda ketahui jika ingin memiliki hunian. 

Dari uraian di atas bisa disimpulkan, keuntungan mengajukan pinjaman ke bank untuk membeli hunian, yaitu:

  • Anda bisa membeli rumah baru maupun second melalui KPR
  • Anda yang memiliki budget terbatas sekalipun sangat mungkin membeli dan memiliki hunian impian dengan cara mencicil
  • Masa cicilan KPR relatif panjang bahkan mencapai 30 tahun
  • Proses yang relatif mudah dan cepat
  • Jaminan perlindungan dari asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi kebakaran

Jadi, sudah siap memenuhi semua syarat KPR untuk membeli rumah impian? Selamat mencoba!

Author:

Martha