
Rumah inden banyak diminati oleh masyarakat karena harganya yang murah dan bisa dicicil.
Mungkin bagi Anda yang sedang berburu rumah, sudah tidak asik lagi dengan istilah ini.
Pasalnya tipe hunian inden banyak terpampang pada brosur rumah yang ditawarkan oleh pengembang.
Calon konsumen pun bisa melihat contoh bangunan dan desain rumah yang sedang dibangun.
Tak lupa, estimasi harga rumah yang terjangkau juga dengan jelas tercantum pada brosur tersebut.
Hal ini menjadi salah satu strategi pemasaran pengembang untuk menarik minat masyarakat.
Namun membeli rumah jenis inden tidak bisa sembarangan, karena memerlukan waktu pembangunan yang tidak sebentar.
Jika Anda ingin membeli rumah secara inden, ada baiknya mengetahui beberapa penjelasan berikut ini.
Rumah Inden Adalah…
Rumah inden adalah proyek pembangunan hunian yang masih berupa rancangan, serta belum siap dibangun jika belum memenuhi kuota pembelian rumah.
Biasanya, calon konsumen dapat membelinya dengan cara mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank.
Masa pembangunan pun rata-rata 10 hingga 24 bulan hingga akhirnya menjadi perumahan siap huni.
Perbedaan Rumah Inden dan Rumah Jadi
Membeli rumah dengan cara inden cocok untuk Anda yang ingin mengetahui proses pembangunan. Sementara rumah jadi bisa dipilih jika sedang buru-buru mencari hunian yang siap untuk ditinggali.
Hunian jadi sendiri sudah pasti rumah ready stock dan sudah selesai dibangun, sehingga bisa ditempati kapan saja.
Kelebihan dari pembelian rumah jadi biasanya dari segi dokumen, telah tersedianya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sertifikat tanah.
Tentunya Anda yang membeli rumah dapat lebih tenang, terkait legalitas hunian yang ditempati.
Menariknya jika Anda tertarik untuk langsung melakukan pembelian rumah jadi, maka bisa langsung survei ke lokasi.
Anda bisa melakukan pengecekan kualitas bangunan, melihat desain dari rumah tersebut dan sebagainya apakah sudah siap untuk huni atau belum.
Sedangkan rumah inden, Anda perlu mengurus dokumen rumah. Survei hanya dibutuhkan untuk pengecekan lokasi rumah dan tata letaknya saja.
Untuk membahas lanjut tentang rumah satu ini, simak kelebihan dan kekurangannya berikut!
Kelebihan
Memang Anda beli rumah ini dalam kondisi belum dibangun oleh pengembang.
Meski sekilas kelihatannya cukup merugikan, namun ada beberapa keuntungan rumah ini yang perlu Anda garis bawahi.
Harga rumah lebih murah
Karena belum memiliki wujud fisik bangunan, harga rumah yang ditawarkan lebih murah dibandingkan rumah ready stock atau rumah selesai dibangun.
Faktor lokasi pembangunan dan infrastruktur juga jadi patokan dalam penawaran hunian, dengan perbandingan harga rumah yang ditawarkan.
Bisa pilih posisi bangunan rumah
Jika membeli hunian inden, keuntungannya Anda bisa dengan bebas memilih posisi rumah yang dibeli.
Anda bisa memilih rumah paling pojok, posisi rumah hook, dekat gerbang masuk, ataupun di tengah-tengah.
Biasanya jika Anda membeli dengan cara dicicil, pengembang akan meminta uang tanda jadi untuk booking lokasi rumah yang dibeli.
Selain itu saat memilih posisi rumah, Anda pun bisa datang ke lokasi perumahan dan mengecek proses pembangunannya.
Bisa request desain rumah
Ya, karena masih dalam tahap pembangunan, Anda bisa request desain rumah yang diinginkan.
Dalam kata lain, konsumen bisa mengubah atau menambahkan tampilan desain rumah sesuai yang diinginkan.
Namun perlu diingat, untuk hal ini diperlukan biaya tambahan atau jasa arsitek. Selain itu, pastikan untuk melakukan permintaan desain jauh-jauh hari sebelum rumah selesai dibangun.
Dapat dicicil dan banyak promosi menarik
Pilihan cicilan masa tenor hunian ini maksimal 24 bulan jika membeli rumah dengan skema KPR.
Selain itu, inden akan menawarkan banyak promosi menarik, mulai dari promo cicilan DP, hadiah berupa fitur rumah, dan banyak lainnya.
Kekurangan
Tidak bisa langsung menempati rumah
Karena harus dibangun dan tentunya memerlukan waktu, maka Anda harus bersabar untuk bisa menempati rumah.
Seperti yang telah disebut, biasanya rumah selesai dibangun menghabiskan waktu dari 10-24 bulan. Namun hal tersebut tergantung juga dengan kesiapan developer.
Risiko developer gagal membuat bangunan rumah
Salah satu risiko yang perlu dipertimbangkan adalah pengembang yang gagal Ini menjadi salah satu alasan orang malas membeli rumah tersebut
Karena itu, penting untuk mengecek reputasi pengembang sebelum membeli. Ini bisa menjadi jaminan kredibilitas mereka.
Memiliki desain yang berbeda
Tak jarang rumah ini memiliki perbedaan desain dari perencanaan yang sudah disepakati.
Hal ini bisa disebabkan sejumlah hal, sehingga pembeli bisa saja mendapatkan unit yang berbeda entah dari segi desain, ukuran, spesifikasi bagunan, dan letak unit.
Tips Membeli Rumah Inden
Cek reputasi pengembang
Langkah pertama agar terhindar dari penipuan adalah dengan melakukan pengecekan reputasi developer.
Caranya, Anda bisa mengecek dari hasil pembangunan proyek yang sebelumnya telah mereka buat.
Pastikan pengembang memiliki reputasi yang bagus dan terbukti membangun proyek dengan baik.
Memastikan legalitas bangunan
Hal selanjutnya yang perlu dipastikan adalah memastikan kelengkapan dokumen pengembang.
Beberapa kelengkapan izin developer adalah sertifikat tanah, IMB, izin lokasi, aspek penatagunaan lahan, site plan yang telah disahkan, serta Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT).
Meninjau langsung lokasi bangunan rumah
Dengan meninjau langsung ke lokasi rumah yang dibeli, Anda dapat mengantisipasi kecurangan penggunaan material yang dilakukan oleh pengembang.
Selain itu, Anda dapat memastikan rumah selesai dibangun pada waktu yang tepat.
Nah, itulah penjelasan terkait rumah inden yang layak Anda ketahui.
Tertarik untuk membeli rumah jenis ini? Atau tetap ingin membeli rumah siap huni?
Di 99.co Indonesia ada banyak rekomendasi rumah ready stock yang bisa dipilih, di antaranya Botania Lake Residance, Mustika Park Place, dan Asya Jakarta Timur.