Panduan Lengkap Membuat Izin Mendirikan Bangunan di Indonesia

26 Des 2019 - Yuhan Al Khairi

Panduan Lengkap Membuat Izin Mendirikan Bangunan di Indonesia

Kabar tentang penghapusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh pemerintah cukup santer terdengar. Kendati demikian, hal tersebut turut menuai beberapa pro dan kontra di masyarakat.

Sebagian orang menganggap penghapusan IMB sebagai salah satu syarat mendirikan bangunan di Indonesia sangat menguntungkan, mengingat rumitnya birokrasi dan persyaratan saat pengajuannya.

Namun, sebagian lainnya menganggap bahwa hal tersebut justru dapat merugikan, karena berpotensi menimbulkan berbagai masalah dan rawan penyelewengan.

Meski begitu, terlepas dari dihapus atau tidaknya IMB sebagai syarat mendirikan bangunan, wajib hukumnya untuk mengetahui perihal izin mendirikan bangunan di Indonesia.

Selama peraturan tersebut masih berlaku, selama itu pulalah Anda yang ingin mendirikan bangunan – baik rumah, ruko, kantor, dan lain-lain di Indonesia, wajib menyertakan IMB sebagai salah satu syaratnya.

Tidak perlu khawatir, bagi Anda yang belum familiar dengan IMB, berikut panduan lengkap memahami IMB yang patut Anda ketahui.,

Apa Itu Izin Mendirikan Bangunan (IMB)?

izin mendirikan bangunan

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah sebuah produk hukum yang diberlakukan oleh pemerintah kepada seseorang atau lembaga yang ingin membangun, merobohkan hingga merenovasi suatu bangunan. 

IMB sendiri berisi persetujuan atau perizinan yang dikeluarkan oleh kepala daerah setempat (baik kabupaten atau kota) kepada orang atau lembaga yang mengajukan permohonan IMB.

Saat ini, IMB masih digunakan sebagai salah satu syarat dalam membangun sebuah bangunan. Oleh sebab itu, pengajuan izin ini sendiri sangat penting untuk dilakukan, karena memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Menjamin kepastian dan perlindungan hukum pada bangunan yang dibangun, dari segala tindakan kriminal atau gangguan dari oknum yang tidak bertanggung jawab;
  • Rumah yang memiliki IMB nilai jualnya lebih mahal dari rumah yang tidak memiliki IMB;
  • Jika Anda perlu uang, IMB dapat dijadikan sebagai jaminan atau agunan;
  • Merupakan syarat sah berjalannya sebuah transaksi jual beli atau sewa menyewa rumah;
  • Dapat pula dijadikan jaminan kredit bank; serta
  • Sebagai informasi peruntukan dan rencana jalan.

Itulah alasan mengapa pengajuan izin mendirikan bangunan sangat penting untuk dilakukan saat Anda ingin mendirikan sebuah bangunan di Indonesia.

Hal ini juga telah diatur di dalam Undang-Undang No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Di situ disebutkan bahwa untuk mendirikan bangunan gedung di Indonesia wajib untuk memiliki IMB.

Selain itu, pernyataan ini juga diperkuat dalam Undang-Undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, serta PP No. 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 tahun 2002.

Lantas, bagaimana jika rumah atau bangunan yang kita tidak memiliki izin mendirikan bangunan? Maka ada beberapa sanksi yang akan dikenakan kepada pemilik bangunan  yang bersangkutan.

izin mendirikan bangunan

Sanksi tersebut dapat berupa sanksi administratif dan sanksi penghentian bangunan atau renovasi dalam kurun waktu tertentu, hingga si pemilik bangunan dapat melengkapi persyaratan IMB-nya.

Bahkan, menurut Pasal 115 Ayat (2) PP 26/2005, pemilik bangunan yang tidak memiliki IMB dapat dikenakan sanksi berupa perintah pembongkaran bangunan, lho!

Syarat Pengajuan IMB Rumah Tinggal

izin mendirikan bangunan

Perlu digarisbawahi, bahwa syarat pengajuan izin mendirikan bangunan bagi rumah tapak dan non-rumah tapak tidak sama. Selain itu, persyaratan pengajuan IMB di setiap wilayah juga berbeda-beda.

Hal ini dikarenakan kebijakan tersebut dikeluarkan oleh kepala daerah setempat. Oleh sebab itu, bagi Anda yang ingin mengajukan IMB, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu terkait syarat tersebut.

izin mendirikan bangunan

Secara umum, syarat-syarat yang harus dipersiapkan dalam pengajuan IMB rumah tinggal meliputi:

  • Fotokopi identitas pemilik;
  • Fotokopi SPPT dan bukti pembayaran PBB;
  • Fotokopi surat kepemilikan tanah;
  • Surat kuasa (jika diwakilkan); serta
  • Surat pernyataan kepemilikan tanah dan lain-lain.

Cara Pengajuan IMB Online dan Langsung ke Loket

Setelah mengetahui apa saja syarat yang harus dipenuhi dalam mengajukan PBB, saatnya kita melihat bagaimana cara atau langkah pengajuan IMB untuk rumah tinggal.

Terdapat dua cara dalam pengajuan izin mendirikan bangunan rumah tinggal, yaitu secara konvensional dan online. Berikut ini langkah dalam pengajuan IMB secara konvensional:

  1. Bawa persyaratan yang telah disiapkan;
  2. Datang ke loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kecamatan dengan membawa serta dokumen persyaratan. Pastikan bahwa dokumen tersebut lengkap agar proses berjalan lebih cepat;
  3. Petugas akan mendatangi rumah Anda untuk mengukur dan membuat gambar denah rumah, jika Anda belum memilikinya;
  4. Pemeriksaan dan evaluasi dokumen oleh pemerintah daerah (estimasi waktu 7-14 hari kerja);
  5. Membayar biaya retribusi izin mendirikan bangunan;
  6. Menyerahkan bukti pembayaran retribusi ke pemerintah daerah; serta
  7. Terakhir, pemerintah daerah setempat akan mengeluarkan IMB tersebut sekitar 7 hari, sejak tanda bukti pembayaran diterima.

Terdapat biaya mengurus IMB rumah tinggal yang akan dikenakan oleh pemerintah daerah, besarannya biasanya Rp2.500 per meter persegi, tergantung luas rumah Anda.

Selain itu, ada pula metode pengajuan izin mendirikan rumah secara online. Namun, perlu diingat bawah pengajuan IMB online hanya berlaku di dua wilayah saja, yakni Jakarta dan Bandung.

Jadi contohnya, Anda mempunyai rumah di Jakarta Barat dan berencana untuk merenovasinya, untuk mengajukan IMB tidak perlu langsung ke loket terpadu di pemerintah daerah, Anda bisa langsung mengajukan IMB secara online

Untuk cara dan langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Langkah pertama untuk membuat IMB online ini Anda harus daftar ke website BPTSP tempat Anda tinggal, pada saat registrasi biasanya Anda diwajibkan mengisi beberapa data seperti tempat dan tanggal lahir, nama ibu kandung, alamat email, alamat lengkap, nomor telp, nomor KTP, nomor telp hingga NPWP.
  2. Scan semua dokumen persyaratan telah Anda kumpulkan sebelumnya; dokumen tersebut berupa: 
    • surat permohonan (surat dapat diunduh), 
    • surat tanah, 
    • Kartu Tanda Penduduk (KTP), 
    • Bukti Lunas PBB, 
    • Gambar Rencana Bangunan, 
    • perhitungan konstruksi, 
    • persetujuan tetangga 
    • diketahui kelurahan dan kecamatan
    • IMB lama
    • surat pernyataan keruntuhan bangunan 
    • (untuk bangunan lebih dari 2 lantai), 
    • perhitungan konstruksi bangunan yang sudah memiliki SKA
    • surat pernyataan kesanggupan perbaikan kerusakan mendirikan bangunan
    • surat pernyataan dokumen asli.
  3. Akses situs jakarta.go.id untuk Anda yang berdomisili di Jakarta, dan dpmptsp.bandung.go.id untuk Anda yang berdomisili di wilayah Kota Bandung;
  4. Lakukan pendaftaran melalui lama tersebut, lalu masuk dengan akun yang telah didaftarkan;
  5. Klik pilihan pengajuan izin mendirikan bangunan rumah tinggal, lalu lampirkan gambar bangunan;
  6. Unggah semua dokumen dan isi data sesuai yang diminta;
  7. Bayar biaya retribusi melalui bank yang telah ditentukan;
  8. Scan bukti pembayaran dan unggah ke lama tersebut; lalu
  9. Tunggu pemberitahuan yang akan dikirim ke alamat email terdaftar.

Langkah Pengajuan IMB Non-Rumah Tinggal

izin mendirikan bangunan

Anda berniat untuk membangun gedung tinggi hingga 8 lantai, maka terdapat beberapa syarat yang harus dilengkapi dalam proses pengajuan izin mendirikan bangunan tersebut, seperti:

  • Mengisi formulir permohonan IMB.
  • Membuat surat pernyataan tidak sengketa (bermaterai).
  • Surat Kuasa (jika diwakilkan).
  • KTP dan NPWP (pemohon dan/atau yang dikuasakan).
  • Surat pernyataan keabsahan dan kebenaran dokumen.
  • Bukti pembayaran PBB.
  • Akta Pendirian (Jika pemohon atas nama badan/perusahaan/yayasan tertentu).
  • Surat tanah.
  • Ketetapan Rencana Kota (KRK)/RTLB.
  • SIPPT (untuk luas tanah lebih dari 5.000 meter persegi).
  • Gambar rancangan arsitektur.
  • Gambar konstruksi, serta perhitungan konstruksi dan laporan penyelidikan tanah.
  • Gambar instalasi (LAK/LAL/SDP/TDP/TUG).
  • Menyertakan Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB) arsitektur, konstruksi dan instalasi asli.
  • IMB lama dan lampirannya (untuk permohonan merubah/menambah bangunan).

Sama dengan izin mendirikan bangunan rumah tinggal, terdapat biaya mengurus IMB yang harus dibayarkan. Besaran biaya tersebut bisa dihitung berdasarkan luas bangunan X indeks bangunan X harga satuan retribusi sesuai Perda No.1 2015.

Nah, itu tadi hal-hal penting yang harus Anda ketahui tentang izin mendirikan bangunan di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat, selamat mencoba!

Author:

Yuhan Al Khairi