Sinking Fund Apartemen: Arti, Biaya, hingga Peruntukannya

Last update: 13 Oktober 2025 3 min read
Author:

Salah satu biaya yang perlu diperhatikan dalam kepemilikan apartemen adalah sinking fund apartemen.

Bagi penghuni atau pemilik apartemen, memahami berbagai jenis biaya yang ada sangatlah penting.

Pasalnya, tanpa pemahaman yang baik, biaya-biaya tersebut bisa membuat bingung, terutama bagi kamu yang baru pertama kali tinggal di hunian vertikal seperti apartemen.

Saat ini, banyak yang belum paham apa itu sinking fund, untuk apa dana ini digunakan, dan bagaimana perhitungannya.

Padahal, sinking fund apartemen memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan dan kualitas hunian untuk jangka panjang.

Apa Itu Sinking Fund Apartemen?

sinking fund apartemen
Sumber: Unsplash/CHUTTERSNAP

Menurut Kamus Istilah Perumahan yang diterbitkan oleh Kementerian PUPR, sinking fund adalah dana yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti, baik kantor, mal, maupun apartemen.

Sederhananya, sinking fund apartemen adalah dana cadangan yang dikumpulkan dari para penghuni atau pemilik unit apartemen untuk kebutuhan perbaikan besar di masa depan.

Berbeda dengan iuran pemeliharaan bulanan (IPL apartemen), dana ini tidak digunakan untuk kebutuhan operasional harian, melainkan disimpan untuk pembiayaan renovasi atau penggantian fasilitas yang sifatnya jangka panjang.

Dana ini berfungsi sebagai simpanan bersama yang menjamin apartemen tetap layak huni dan memiliki nilai jual tinggi.

Baca juga:

Mengenal Service Charge Apartemen beserta Cara Menghitungnya

Sinking Fund Apartemen untuk Apa?

Banyak yang bertanya, sinking fund apartemen untuk apa?

Dalam Kamus Istilah Perumahan Kementerian PUPR, sinking fund digunakan untuk biaya perawatan gedung dan ruang publik, seperti perawatan lift, pengecatan dinding, dan lain-lain.

Bisa juga untuk memperbaiki atap gedung yang bocor atau memperbarui sistem listrik dan pipa air.

Berikut beberapa contoh penggunaan sinking fund:

  • Peremajaan fasilitas utama, seperti lift, generator, atau sistem pemadam kebakaran.
  • Perbaikan besar pada struktur bangunan, misalnya, dinding luar, atap, atau area parkir.
  • Pembaharuan sistem infrastruktur, seperti pipa air, saluran pembuangan, dan instalasi listrik.
  • Pengecatan atau renovasi area umum, termasuk koridor, lobby, dan taman.

Dengan adanya dana, pengelola apartemen tidak perlu meminta pungutan tambahan ketika terjadi kerusakan besar.

Pasalnya, semua biaya sudah disiapkan melalui iuran sinking fund yang terkumpul secara bertahap.

Biaya Sinking Fund 

sinking fund apartemen
Sumber: Freepik/wirestock

Besarnya biaya sinking fund biasanya ditentukan oleh pengelola atau developer sehingga dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan serta nilai bangunan.

Umumnya, biaya ini dibayarkan satu kali saat serah terima unit atau dapat dicicil bersama dengan iuran bulanan.

Sebagai gambaran, tarif sinking fund biasanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000 per meter persegi tergantung pada kelas apartemen dan fasilitas yang disediakan.

Jadi, jika kamu memiliki unit dengan luas 30 m², total sinking fund yang harus dibayar bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta.

Penting untuk dicatat bahwa dana sinking fund tidak hangus atau hilang begitu saja.

Dana ini tetap menjadi milik bersama seluruh penghuni dan dikelola oleh pengurus perhimpunan penghuni (PPPSRS) secara transparan.

Pengelola Sinking Fund

Setelah pengelolaan apartemen diserahkan dari developer kepada penghuni melalui PPPSRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun), pengelolaan sinking fund apartemen akan dilakukan oleh PPPSRS.

PPPSRS wajib mengelola dana secara transparan, termasuk menyusun laporan keuangan rutin yang dapat diakses oleh para pemilik unit.

Penggunaan dana pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Dalam pelaksanaannya, harus ada kesepakatan dalam rapat anggota sebelum dana sinking fund digunakan untuk proyek renovasi atau perbaikan besar.

Baca juga:

8 Daftar Biaya Tinggal di Apartemen yang Harus Kamu Perhitungkan sebelum Pindah

***

Semoga ulasannya bermanfaat.

Baca informasi lainnya di Panduan 99.co Indonesia.

Jika sedang cari rumah untuk investasi, cek sekarang juga di www.99.co/id!

Gambar cover: Unsplash/CHUTTERSNAP

 

Lulusan Sastra Unpad yang pernah berkarier sebagai wartawan sejak 2017 dengan fokus liputan properti, infrastruktur, hukum, logistik, dan transportasi. Kini, aktif sebagai penulis di 99 Group.